Jesus

Chat Kami

Featured Post

AMGPM Buru Selatan Berbagi di Hari Raya Kurban

AMGPM - Ketua Daerah AMGPM Buru Selatan, Dominggus J. Seleky, menyerahkan hewan kurban kepada Jamaah di Masjid Istiqlal Desa Labuang, Kamis...


All Info AMGPM

Berita Daerah AMGPM

Baca Juga

Syalom...

Berita Cabang AMGPM

Berita Ranting AMGPM


Namrole, AMGPM
Musyawarah Pimpinan Paripurna XXXII AMGPM Tahun 2021 yang dilakukan di Ohoifau - Kep Besar, menetapkan AMGPM Daerah Buru Selatan sebagai tuan dan nyonya rumah Perayaan Natal PB AMGPM tahun 2022.


Setelah mendapatkan kepercayaan dari PB AMGPM, Panitia Pelaksana tancap gas untuk melakukan persiapan yang terhitung kurang dari Dua Bulan.


Sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan yang diturunkan oleh PB AMGPM maka menjelang puncak perayaan Natal, panitia melakukan kegiatan pengobatan secara gratis bagi masyarakat di Dusun Walakfau, Desa Wamkana, Kecamatan Namrole. 

Setelah melewati perjalanan ± 15 KM dari Namrole dengan medan jalan yang ekstrim, Tim pengobatan yang dipimpin oleh Pdt. Rido Kwalomine sebagai PB AMGPM bersama Pdt. Hervin Siahaya sebagai Koordinator Wilayah II AMGPM tiba di Walakfau dan disambut dengan pemasangan Lestari disertai Babeto  oleh tokoh adat di dusun setempat sebagai tanda penghormatan. Salah satu tokoh adat di dusun itu menyampaikan ungkapan terima kasih atas kehadiran Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) melalui aksi sosial AMGPM yang melibatkan Tim Pengobatan, ujarnya.


Pengobatan masal secara gratis itu berlangsung di SD 09 Namrole terhitung ± 3 jam. Adapun tim pengobatan terdiri dari 3 orang dokter, a.l. dr. Herlinda Luhulima, Sp.PK (Laboratorium) dr. Anita Marllyin Mairuhu, Sp.A (dokter anak) dr. Sherly Lebrina Kerjapy (dokter umum) serta para medis, a.l. Husein Nukuhehe, Tarsudin Letetuny. S.kep Ns, Suhida Umasugi Amd. Kep, Petronela Sebatubun. Amd. Kep, Irmawati Sameth. Amd. Kep dan Muhamad Noval Sarete. Amd. Kep.

Dari data pemeriksaan terdapat 17 orang anak dan 24 orang dewasa yang datang untuk memeriksa kesehatannya.


Diketahui, jika masyarakat di Dusun Walakfau terdiri dari 26 Kepala Keluarga yang mayoritasnya menganut kepercayaan Adat.


Pdt. Rido Kwalomine sebagai PB AMGPM dalam arahannya menyebutkan bahwa kehadiran Pengurus Besar, Pengurus Daerah, Panitia dan Tim Medis di Walakfau merupakan wujud kepedulian kepada sesama sebagai Garam dan Terang Dunia. Menurutnya, meskipun 3 jam waktu yang cukup singkat dalam kebersamaan itu, namun Ia berharap kegiatan ini dapat berguna bagi masyarakat setempat.

Selain  aksi sosial yang diprakarsai AMGPM bagi warga di Dusun Walakfau yang merupakan salah satu Dusun di wilayah terpencil Buru Selatan, ada juga Natal AMGPM yang akan berlangsung pada Selasa 6 Desember di gedung serba guna kai wait - Namrole. 


Dalam Perayaan Natal  AMGPM akan dilayani oleh Pdt. Prof. John Chr. Ruhulessin, M.Si. serta dihadiri oleh seluruh warga gereja dan kader AMGPM di Daerah Buru Selatan.


Natal yang dilaksanakan itu turut dimeriahkan oleh Artis Maluku Chaken Eindhoven (FRK). MC

AMGPM, Dabursel
Menjelang Pelaksanaan Operasi Zebra, Kepolisian Resor Buru Selatan (Polres Bursel) bersama AMGPM Daerah Bursel (Dabursel) melakukan sosialisasi lalu lintas Kepada Para Pengendara maupun pengojek di kota Namrole baru-baru ini.


Selain sosialisasi, Polres Bursel dan Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Dabursel juga melakukan pembagian helm  kepada pengendara agar wajib menggunakan helm saat berkendara.


Pihak Kepolisian Polres Bursel melakukan sosialisasi lalu lintas kepada pengendara maupun pengojek agar wajib menggunakan helm, memiliki surat ijin mengemudi termasuk perlengkapan kendaraan lainnya.

Sosialisasi ini dilakukan sebelumnya agar masyarakat mengetahui pelaksanaan operasi kendaraan yang akan dilakukan pihak kepolisian kedepannya.


Ketua Daerah AMGPM Bursel, Dominggus Seleky mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk perhatian seriuS AMGPM untuk mendukung Polres Bursel dalam mensosialisasikan tertib berlalu lintas.


Dijelaskan pelaksanaan sosialisasi dan pembagian helm juga merupakan dukungan moral kepada masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah ditengah dampak kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM.

Sementara, Wakapolres Bursel Kompol Noovy Sapulette mengatakan tujuan sosialisasi ini tentu menjadi langkah untuk diketahui masyarakat termasuk pengendara yang berkendara wajib mengikuti arahan sosialisasi yang disampaikan pihak kepolisian.


Kegiatan ini turut dihadiri PS Kasat Lantas Polres Bursel, Iptu Orgenes A. Peilouw. (MC)

AMGPM, Bursel
Ketua AMGPM Daerah Buru Selatan (Dabursel) Dominggus J Seleky dalam pidatonya saat kegiatan Musyawarah Pimpinan Paripurna Daerah (MPPD) AMGPM Dabursel Ke 26 di Gedung Gereja Imanuel Desa Waeturen, Kecamatan Leksula, Minggu (20/3/22) berharap setiap jenjang AMGPM baik dari ranting sampai dengan daerah dapat menciptakan inovasi baru dengan mengelola lahan pertanian sebanyak 1 Hektar.

Harapan Seleky ini dimaksudkan agar AMGPM dapat memanfaatkan potensi - potensi alam SDA dan SDM yang ada sebagai upaya dalam menguatkan ketahanan ekonomi organisasi maupun pemuda.

"Bagi Pengurus Daerah, pembuatan kebun ranting, cabang dan daerah minimal masing-masing 1 Hektar dipandang penting mengingat banyak sekali potensi SDA dan lahan yang belum termanfaatkan dengan baik," ucap Seleky.

"Tetapi hal ini juga untuk menjawab pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan ketahanan pemuda di bidang ekonomi serta penguatan kelembagaan secara finansial," tambahnya.

Untuk itu, Pengurus AMGPM Dabursel berkeinginan agar penguatan finansial organisasi yang masih bertumpu pada pos-pos tertentu (dalam ini pos sumbangan dan pos usaha dana lainnya) sudah mesti digeser ke pendapatan yang bersumber dari kebun-kebun organisasi AMGPM.

"Sekali lagi saya harapkan, setiap level atau jenjang organisasi AMGPM di Dabursel masing-masing wajib memilik 1 Ha kebun atau lahan pertanian. Target ini terasa mustahil dan anggap saja bagian dari kita ingin berbuat dan berinovasi," terangnya.

Disisi lain, dengan pengelolaan sumber daya alam yang melimpah di wilayah AMGPM Dabursel dapat termanfaatkan oleh pengelolaan Koperasi yang dilahirkan oleh Pengurus Daerah di agenda legislatif organisasi AMGPM Dabursel. diharapkan dengan dimilikinya Koperasi AMGPM Dabursel dapat berdaya guna untuk penguatan ekonomi Kader ditengah merebaknya Pandemi Covid-19 yang mewabah.

Seleky menyebutkan AMGPM Dabursel pun berkepentingan dalam penguatan kapasitas, baik masyarakat tani, Nelayan dan industri. Oleh karena itu, konsistensi pelatihan dan ketrampilan kerja yang selama ini terbangun dengan salah satu Lembaga Pelatihan mampu membawa kader pada pola usaha modern yang bermuara pada peluang usaha dan membuka kesempatan kerja bagi kader AMGPM di Buru Selatan.

Ia menambahkan Kader AMGPM turut terpanggil dan bertanggungjawab terhadap usaha pencerdasan anggotanya termasuk membantu proses belajar anak dalam penguatan ilmu pendidikan disekolah, sebagai cara membantu penguatan ilmu pendidikan bagi anak, AMGPM Dabursel menerjunkan para Relawan Mengajar di tiap sekolah YPPK atau Kelas Belajar yang dibuka oleh Gereja agar proses belajar mengajar dapat tertuang dengan baik bagi generasi baru.

Menurutnya dengan maksud itu AMGPM dapat mengoptimalkan fungsi dan tugasnya untuk menggarami dan menerangi sesama di medan gumul pelayanan berAngkatan Muda.

Disamping itu, dalam upaya penguatan kelembagaan di tengah perkembangan teknologi digital dan perkembangan penyebaran Covid-19 yang turut mempengaruhi gaya hidup saat ini,  kader AMGPM diminta mampu bersaing dan tetap menerapkan prokes sesuai anjuran pemerintah.

Seleky juga menyinggung soal pendidikan kader yang dilakukan untuk membentuk kader-kader AMGPM Dabursel yang memiliki kapasitas organisasi, kapasitas kegerejaan/ kekristenan dan kapasitas sosial.

Menurutnya, Pelaksanaan pendidikan kader pada setiap jenjang organisasi sudah harus diagendakan pelaksanaannya secara merata dan kontinyu dan terpola di setiap basis.

Oleh karena itu dibutuhkan komitmen dan keseriusan dari Pengurus AMGPM mulai dari Pengurus Ranting, Pengurus Cabang, dan Pengurus Daerah dalam melihat hal tersebut.

"Dengan dilaksanakan Pendidikan Kader Jenjang Menengah dengan melibatkan seluruh perwakilan cabang dari 8 cabang dan Pendidikan Kader Jenjang Dasar di Cabang I Talitakumi, maka dari itu diharapkan bagi cabang dan ranting yang belum melaksanakan pendidikan kader segera dilaksanakan," imbuhnya.

"Harapan kami bahwa tahun 2022-2024 yang seyogianya merupakan tahun implementasi Pendidikan Jenjang Dasar dan Jenjang Menengah dalam Sistem pendidikan kader, sehingga pelaksanaannya dapat melahirkan kader-kader yang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam berorganisasi," tandasnya.

Ditempat yang sama, Pengurus Besar AMGPM, Bung Marlon Muskitta dalam sambutannya mengingatkan supaya organisasi dalam tiap tugas pelayanannya harus bermuara pada tiga ranah tanggungjawab yang penting dan perlu dijalankan secara terus-menerus demi menjadikan AMGPM sebagai wadah tunggal pembinaan pemuda GPM yang berkontribusi bagi pembentukan spiritualitas kader.


Pertama, posisi AMGPM sebagai OKP dan Wadah Tunggal Pembinaan, Pemuda GPM dalam coraknya sebagai organisasi kader, membuat AMGPM terpanggil untuk selalu mampu mempersiapkan kader-kader yang adalah pemuda untuk melengkapi mereka dengan berbagai kapasitas, baik kapasitas mental spiritual, kapasitas relasi sosial, kapasitas intelektual, maupun kapasitas keterampilan. 

"Oleh karena itu saya mengajak kita untuk menghidupkan spiritualitas daya juang dalam upaya membangun dan meraih berbagai kapasitas dimaksud," kata Muskitta.


Dalam mencapai semua eksistensi AMGPM sebagai Wadah Tunggal Pembinaan Pemuda GPM, maka perlu dibangun model-model pelayanan AMGPM yang benar-benar mengakar dan menjawab kebutuhan pemuda. 

Lanjutnya, hal kedua adalah AMGPM sebagai anak kandung GPM bertanggungjawab menjalankan tugas pembinaan warga gereja dan membangun persekutuan secara terpadu. 

"Jika itu dilihat dalam perspektif AMGPM maka sudah waktunya ada koordinasi yang kuat dan terus-menerus antar Daerah, antar Cabang dan antar Ranting. Kita mendorong seluruh kekuatan basis pembinaan umat itu menjadi satu kekuatan Gereja sebagai manifestasi Gereja Tuhan yang hidup dan rapih tersusun," paparnya.


Jika hal itu terbangun, maka semua persoalan hubungan AMGPM dan GPM pada semua jenjang organisasi akan berjalan dengan baik. 

"Tinggal bagaimana teman-teman di Daerah, Cabang dan Ranting dapat memadukan langkah dan program bersama secara tersistem agar mekanisme itU bisa berlangsung. Ini harus dijawab, sebab harus diakui masih lemahnya sinkronisasi pelayanan dan organisasi pelayanan di jemaat-jemaat yang belum terpola secara baik," ujarnya.


Hal ketiga, kata Muskitta, AMGPM sebagai OKP berintikan pemuda Gereja adalah bagian dari masyarakat yang akan terus berperan aktif mendorong tiap program pembangunan daerah dan masyarakat di semua Kabupaten/kota di provinsi Maluku dan Maluku Utara. 

"Dengan begitu, relasi AMGPM dengan semua OKP dalam konteks kepemudaan, berbangsa serta bernegara akan terus terjalin dan ditingkatkan dalam sinergitas yang baik pula," tandasnya.

Sementara Wakil Bupati Kabupaten Bursel, Gerson Eliaser Selsily mengatakan, melalui MPPD, diharapkan AMGPM terus berbenah dalam menjaga dan memelihara hubungan Wali Dawen sebagai wujud hubungan persaudaraan yang berbasis kearifan lokal.


Kata Selsily, Pemda Bursel menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada panitia dan segenap warga jemaat atas kerja keras dan dilandasi dengan iman dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sumber segala berkat, sehingga kegiatan MPPD ke 26 dapat terlaksana.

Selsily menyampaikan, saat ini, dunia sedang diperhadapkan adanya derasnya arus globalisasi, Informasi, ekonomi dan teknologi yang tentunya membawa dampak positif maupun dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat termasuk AMGPM dan kondisi itu, tentunya akan membawa perubahan-perubahan kehidupan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada sisi yang lain selain arus globalisasi di atas, dunia juga diperhadapkan dengan virus corona Covid-19 yang melanda, tentunya hal ini sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat termasuk kader-kader AMGPM.

“Ini sangat mempengaruhi pada pendapatan ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, kesehatan pendidikan, sosial, politik dan budaya, hal ini cukup mengganggu kehidupan masyarakat dan Pemda setempat saat ini. Untuk AMGPM diminta memainkan perannya bersama pemerintah dalam melihat masalah - masalah krusial saat ini,” ujar Wakil Bupati.

MPPD ini diawali dengan Ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Alberto Manuata.

Selain dihadiri Sejumlah pengurus besar AMGPM, kegiatan ini dipadati oleh Pengurus Daerah, Pengurus Cabang dan potensi ranting AMGPM se-kabupaten Bursel.

Turut hadir juga, Wakil Bupati Bursel, anggota DPRD, pimpinan OPD, TNI/ Polri, Camat, para Kades, Ketua TP PKK Bursel, Ketua Klasis bersama ketua-ketua Majelis Jemaat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, dan Tokoh Masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari  dari 20-21 Maret 2021. (MC-AMGPM Dabursel)

Namrole, AMGPM 
Perayaan Natal AMGPM Ranting Tolot Lea, Cabang I Talitakumi, Daerah Buru Selatan yang berlangsung di Jemaat Pekabaran Injil (PI) Kilometer 9 Ratawano, Desa Waenono, Kecamatan Namrole, Kabupaten Bursel, Senin (6/12/21) di isi dengan kegiatan berbagi kasih.


Ibadah Natal ini berpusat di Gereja Jemaat PI Kilo 9 Ratawano. Turut hadir dalam Ibadah dan aksi Natal itu, Pengurus AMGPM Cabang I Talitakumi, Pendeta Jemaat PI, Pengurus dan anggota Ranting Tolot Lea, Majelis Pembina, Penyantun dan Pembina AMGPM Ranting Tolot Lea.


Ibadah Natal ini diwarnai dengan pembagian paket Snak bagi anak-anak dan paket sembako bagi belasan keluarga, serta ratusan pakaian layak pakai.


Guna memeriahkan ibadah Natal itu, AMGPM Ranting Tolot Lea turut menghadirkan Santa Clause, Zwarte Piet, Badut, Peri dan karakter lucu lainnya.


Ketua AMGPM Ranting Tolot Lea, Bearly Pattiasina dalam kesan dan pesan natalnya mengajak semua warga yang hadir untuk selalu bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk mengikuti Natal.

Katanya, dengan tema Natal yakni "Merayakan Natal Dengan Kerendahan Hati dan Setia" telah memberi isyarat kepada kita semua sebagai pemuda dan warga gereja untuk mempersembahkan kerendahan hati dan kesetiaan hanya kepada Tuhan Yesus sang kepala organisasi.


"Mari kita tetap berpegang teguh kepada firman Tuhan dalam Kisah Para Rasul 20:24 yang berbunyi

"Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah." kutipnya.


Disamping mengajak untuk terus merendahkan diri, Pattiasina juga meminta agar semua kader AMGPM Ranting Tolot Lea dan semua warga yang hadir terus menjadikan firman Tuhan sebagai sandaran hidup.


Diakhir pesannya, atas nama pengurus dan anggota AMGPM Ranting Tolot Lea, Pattiasina mengucapkan selamat merayakan Natal dan berterima kasih kepada pembina maupun penyantun yang sudah dengan setia dan sabar membimbing dan mendampingi AMGPM Ranting Tolot Lea dalam suka maupun duka.

"Selamat merayakan Natal, semoga Natal membawa sukacita dan berkat untuk katong samua. Kepada pembina dan penyantun yang sudah setia mendampingi kami, kami tidak bisa membalas tetapi kami yakin Tuhan Yesus yang punya pekerjaan ini akan membalasnya dengan berkat yang tidak berkesudahan," tandasnya.


"Terima kasih juga kepada teman-teman AMGPM Ranting Eklesia Dakota Ambon Yang telah membantu menyukseskan kegiatan PI AMGPM Ranting Tolo Lea, kiranya Tuhan Yesus sang Kepala Gereja dapat membalas dan selalu memberkati teman-teman dalam kerja dan pelayanan," tambahnya.


Ibadah Natal sekaligus berbagi kasih ini mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat adat di jemaat PI tersebut. Anak-anak sampai orang tua terlihat gembira dengan kehadiran AMGPM Ranting Tolot Lea. Ini pertama kali ada potensi AMGPM yang mau berbagi kasih Natal di dusun tersebut. (Red)


Namrole, AMGPM
Wakil Bupati Buru Selatan (Bursel), Gerson Eliaser Selsily membuka dengan resmi Kegiatan Pendidikan Kader Jenjang Menengah (PKJM) AMGPM yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah AMGPM Bursel di bawa pimpinan Dominggus Seleky sebagai Ketua dan Vence Titawael sebagai Sekretaris, Rabu (24/11).


Kegiatan yang dikoordinir oleh Adisam Solissa sebagai Ketua Panitia dan Natalia de Wanna sebagai Sekretaris Panitia ini berlangsung selama dua hari, yakni 24-25 November 2021 di gereja Wae Fuhan Prangit, Jemaat GPM Labuang.


Dalam sambutannya, Selsily berharap AMGPM terus menebarkan kasih dan mampu menunjukan eksistensi organisasi.


"Kegiatan ini tidak hanya penting tetapi juga strategis dalam kaitan dengan fungsi menggarami dan menerangi yang selalu mengayomi gerak organisasi AMGPM di Maluku dan Maluku Utara," ujar Selsily.


Kata Selsily, kegiatan pendidikan kader merupakan suatu ajang yang sangat penting dan  strateginya dalam membentuk karakter dan pribadi pemuda-pemudi Gereja.


Sehingga, di kesempatan itu, Wabup juga berterima kasih, sebab dengan dilaksanakannya kegiatan PKJM sudah membantu Pemda Bursel dalam menciptakan pemuda-pemudi Bursel yang berkapasitas.


"Dengan kegiatan ini, maka secara tidak langsung AMGPM Daerah Bursel telah berkontribusi atas penyelenggaraan pembangunan di daerah ini," paparnya.

Dirinya yakin dengan  digelarnya kegiatan tersebut, sudah pasti akan melahirkan pemuda-pemudi gereja yang berkompeten dan berdedikasi dalam memajukan organisasi.


"Sudah pasti peserta yang hadir akan menjadi kader-kader AMGPM yang juga masyarakat Bursel yang bukan hanya berkapasitas secara wawasan tetapi juga secara spiritual dan mampu bertahan di ditengah kuat dan derasnya arus perubahan teknologi yang semakin menggeser peran manusia," paparnya.


Ia mengajak setiap Kader AMGPM untuk mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, serta selalu membangun kemitraan dengan Pemda dalam setiap kebijakan demi kepentingan daerah.


Dirinya menyebutkan, saat ini Pemda terus bekerja keras dalam membangun daerah dan salah satunya mengembangkan pemuda pemudi melalui program-program pembukaan lapangan kerja maupun peningkatan kapasitas manusia dan lembaga.


"Dalam kesempatan ini kami ingin mengajak AMGPM baik itu pada aras Daerah, Cabang, maupun Ranting untuk turut mendukung pemerintah dalam berbagai program pembangunan," tandasnya.


Ketua Daerah AMGPM Bursel, Dominggus Seleky dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dikhususkan untuk persoalan terkait dengan materi-materi penguatan kapasitas kader guna menjawab dinamika organisasi baik pelayan, sosial, ekonomi, politik dan budaya. 


"Kita semua harus memaknai semua ini sebagai momentum berjalan dan belajar bersama sebagai cara Organisasi, Pengurus dan seluruh kader guna memahami persoalan-persoalan tentang dinamika sosial, ekonomi, sosial, politik dan budaya. Dimana AMGPM harus menunjukan sifat dan karakter bertumbuh dan berjalan bersama sebagai satu kesatuan Tubuh Kristus, dan harus ditransferkan dalam wujud perdamaian dan hidup berdampingan satu sama lain," ujarnya.


Lanjut Seleky, pelaksanaan PKJM AMGPM Daerah Buru Selatan di Ranting Muan Modan, Cabang I Talitakumi saat ini memiliki tujuan untuk membina pemuda gereja yang memiliki ketahanan iman, Ipteks, sosio ekonomi, sosio budaya dan sosio politik.


"AMGPM harus menjadi pion yang mampu memainkan peran dalam menjadi Garam dan Terang Dunia. Semua dimaksudkan untuk mewujudkan tanggung jawabnya dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," paparnya.


"Pelaksanaan PKJM adalah merupakan kewajiban organisasi di tingkat Daerah, dan diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh semua unsur di Daerah dan Cabang serta ranting sebagai bentuk menjawab persoalan - persoalan yang dihadapi oleh Organisasi AMGPM Daerah Bursel secara Internal," tandasnya.



Ditempat yang sama, Sekretaris Bidang I Pengurus Besar AMGPM, Marthen Bokaraman dalam arahan menyebutkan AMGPM adalah tulang punggung Gereja karena itu seluruh produk dan kebijakan aksesibilitas harus memperkuat gereja.


"AMGPM lahir dan berakar di gereja, untuk itu AMGPM harus mampu menghadirkan Syalom Allah dimana saja. Dan terus menopang gereja dalam berbagai segi," kata Bokaraman.


Ia menambahkan, tujuan sesungguhnya dalam seluruh implementasi kegiatan pendidikan kader adalah membentuk kapasitas kader dan AMGPM harus menjadi sampel sebagai pemuda Gereja yang berintegritas. 


"Inti fokus kita adalah mempertahankan eksistensi kehadiran kita sebagai tulang punggung gereja bersumbangsih dan mendukung segala kebijakan GPM," terangnya.


Ia sungguh berharap dalam kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini dapat melahirkan pemikiran - pemikiran positif dan menghadirkan ide-ide kreatif demi menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi organisasi, gereja masyarakat dan bangsa.


"Kita harus membuat data analisis apa masalah kita, apa potensi kita supaya kita bisa kelola dengan metode ber-AMGPM. AMGPM organisasi besar yang menghasilkan pemimpin-pemimpin besar dan pemimpin besar akan membuat AMGPM lebih besar. Ingat, kamu adalah Garam dan Terang Dunia," pungkasnya.


Sedangkan Ketua Klasis GPM Bursel, Pdt Seles Hukunala menuturkan, Gereja mulai membentuk karakter umat dari anak tunas, berlanjut ke katekisasi dan berlanjut ke AMGPM. Itu berarti GPM sudah melihat strategi dan potensi warga jemaat. 


"Pendidikan kader ini merupakan arah kebijakan dari pengembangan organisasi hasil keputusan Konferda ke 12 di Leksula. Dengan begitu AMGPM telah menempatkan diri sebagai suatu organisasi yang memiliki kekuatan besar," ucapnya.


Kata Hukunala, AMGPM harus menyiapkan kader supaya mampu melayani Gereja, masyarakat, dan bangsa serta mampu menyesuaikan diri dalam menghadapi perkembangan zaman," pungkasnya. 


Sementara itu, di hari pertama Sekretaris AMGPM Daerah Bursel, Vence Titawael menjadi moderator bagi Wakil Bupati Bursel, Gerson E Selsily yang memberi materi Strategi Pemberdayaan Pemuda dan Sekretaris Bidang IV AMGPM Daerah Bursel Rifano Latuwael menjadi moderator bagi Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bursel Program Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kementerian PDT, Ray Hitijaubessy yang memberikan materi Analisa Sosial.


Kegiatan PKJM AMGPM Daerah Bursel ini sebelumnya didahului dengan Ibadah Pembukaan yang dipimpin oleh Pdt Buce Lesnussa dan turut dihadiri pula oleh Ketua AMGPM Cabang I Talitakumi Roby Tasidjawa, Sekretaris AMGPM Cabang I Talitakumi Newlton Seleky dan Ketua AMGPM Ranting Muan Modan, Mario Solissa selaku tuan rumah pelaksanaan kegiatan PKJM AMGPM Daerah Bursel tersebut. (Sumber: Kompastimur.com)

Maluku, AMGPM
Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) XXXIII merupakan agenda tahunan yang dilakukan oleh AMGPM untuk membahas Laporan Evaluasi Pelayanan, Menetapkan Program Pelayanan dan Anggaran Tahun 2022 termasuk menetapkan keputusan strategis lainnya.

Agenda MPP AMGPM XXXIII berlangsung selama 5 hari yang dimulai pada hari Minggu, 24 Oktober 2021 di Jemaat Ohoifau Daerah Kei Besar dengan melibatkan 264 peserta dari perwakilan 34 daerah pelayanan di Maluku dan Maluku Utara.

Hal tersebut disampaikan Ir. Nicodemus Ubro, M.Si melalui Laporan Panitia saat pembukaan kegiatan tersebut digelar. 

Ketua Umum AMGPM Melkianus Sairdekut
Ketua Umum AMGPM Melkianus Sairdekut dalam pidato Pembukaan MPP AMGPM XXXIII menyebutkan ada sejumlah tugas yang menjadi gumulan bersama dalam agenda MPP AMGPM XXXIII kali ini, diantaranya pembangunan gedung pendidikan kader, pengesahan kurikulum pendidikan kader dan pengesahan program kerja pelayanan satu tahun ke depan.


Sairdekut berharap agar MPP AMGPM kali ini dapat melahirkan sejumlah program kegiatan dan rekomendasi yang berimplikasi positif kepada para kader AMGPM, dan Warga GPM. Sairdekut juga berpesan agar kader AMGPM tetap mengedepankan rasa tanggung jawab dan memiliki rasa kecintaan terhadap organisasi.

Menutup pidatonya Sairdekut mengucapkan terima kasih kepada MPH Sinode GPM, DPR RI, Pemerintah dan DPRD Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara / Kota Tual, Panitia Pelaksana, Majelis Pekerja Klasis Kei Kecil dan Kota Tual, Majelis Pekerja Klasis Kei Besar, Majelis Jemaat Anugerah Kota Tual, Majelis Jemaat Ohoifau, Pengurus Daerah Kei Besar dan seluruh Kader AMGPM dari Cabang hingga Ranting-Ranting termasuk Warga GPM di Jemaat Ohoifau, Jemaat Ohoi Holath dan Ohoi Faruan sebagai Ohoi tetangga yang turut terlibat membantu proses jalannya MPP saat ini sebagai bentuk kebersamaan dan kehidupan yang terjaga ditanah Evav.

Ketua Sinode Pdt. E. T. Maspaitella
Sementara itu, Ketua Sinode Pdt. E. T. Maspaitella dalam sambutannya mengungkapkan sangat menyambut baik Pelaksanaan MPP kali ini meskipun kita di seantero dunia masih merasakan dampak Wabah Covid -19 yang menggelisahkan iman serta tugas pelayanan.

Namun atas pertolongan Tuhan MPP AMGPM XXXIII dapat berjalan sukses dengan pengetatan Protokol Kesehatan.

Dalam sambutannya Ketua Sinode GPM Pdt. E. T Maspaitella juga menjanjikan lewat MPL Tahun 2021 akan dibawakan untuk dibahas dan diputuskan Lahan untuk pembangunan gedung Sekolah Kader AMGPM dan berharap agar Gereja dan AMGPM tetap saling menopang dalam tanggung jawab bersama.

Sementara Sekapur Sirih yang dibacakan Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Taher Hanubun menggambarkan capaian pembangunan dan kendala yang masih dihadapi Pemerintah Daerah dalam membangun Kabupaten Maluku Tenggara tepatnya Nuhu Yut atau Kei Besar.

Untuk itu, dibutuhkan sprit AMGPM sebagai salah satu organisasi GPM yang memiliki ketahanan iman dan daya juang menghadapi tantangan saat ini.

Bupati berharap melalui MPP AMGPM yang berlangsung di Daerah ini dapat menumbuhkan nilai kebersamaan dan saling mengasihi sebagai sesama orang basudara demi kemajuan tanah Nuhu Yut.

Sebelum sidang-sidang-sidang Paripurna berlangsung, adapun sejumlah agenda diskusi yang melibatkan para Narasumber  diantaranya, Komarudin Watubun, SH. MH dengan materi membangun Karakter Building Kepemudaan Dalam Konteks Kebangsaan, Mercy Barends, ST dengan materi Kebijakan Pembangunan Infrastruktur, Energi, dan Investasi dalam mendukung Maluku Sebagai Lumbung Ikan Nasional, dan Hendrik Lewerissa, SH, LLM dengan materi Peningkatan Infrastruktur Dalam Mendukung Daya Saing Daerah.

Acara berlanjut pada Kajian Tema dan Sub Tema yang dibawakan oleh Ketua Sinode GPM dengan Materi  Informasi Pengelolaan Pelayanan GPM berbasis Teknologi, serta Pdt. Dr. Jhon Saimina melanjutkan dengan sesi Kajian Tema dan Sub Tema.

Dari hasil keputusan MPP AMGPM XXXIII menetapkan 9 Buah Surat Keputusan, 25 Program dan 53 Kegiatan serta 17 Rekomendasi. 

Dari 17 Rekomendasi secara internal dan eksternal ada beberapa pokok pikiran yang di diskusikan dan ditetapkan menjadi rekomendasi MPP, tentunya untuk mendorong sejumlah kebutuhan masyarakat di Wilayah pelayanan AMGPM seperti  Persoalan kelistrikan di Maluku-Maluku Utara dan Mendorong percepatan pembahasan dan pengesahan RUU Provinsi Kepulauan.

Pada prosesi ibadah pembukaan MPP AMGPM XXXIII dipimpin oleh Pdt. G. Likumahuwa dan dibuka secara resmi oleh Ketua Sinode GPM Pdt. E. T. Maspaitella serta dihadiri Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno dan Undangan lainnya.

Usai Penutupan MPP XXXIII pada tanggal 28 Oktober oleh Ketua Umum AMGPM, dilanjutkan dengan penanaman Tanaman Kopi di Lokasi Kebun Jemaat GPM Ohoifau. (Dabursel)

Cari Website Ini


Ayat Alkitab Hari Ini

Cari Ayat Alkitab


Ketik kata atau ayat:

Alkitab Bahan

Berita Daerah AMGPM

Seputar AMGPM

Sering Di Baca

Total Pageviews

loading...