Jesus

Chat Kami

Featured Post

AMGPM DABURSEL Suksee Gelar Penalty Kick

Namrole - Pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan menggelar Turnamen Penalty Kick selama dua hari, 8-9 Juli 2026, sebagai bagian dari semarak eu...

All Info AMGPM

Berita Daerah AMGPM

Baca Juga

Syalom...

Berita Cabang AMGPM

Berita Ranting AMGPM


Buru Selatan
Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Buru Selatan secara terpusat mencanangkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-93 AMGPM yang berlangsung di wilayah pelayanan Cabang I Talitakumi Jemata GPM Labuang, Jumat (6/3/2026). Momentum ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi panggilan bagi seluruh kader untuk memperkuat iman, pelayanan, serta peran sosial di tengah masyarakat.

Ketua Daerah AMGPM Buru Selatan, Erens J. Tasidjawa, dalam pidatonya menegaskan bahwa perjalanan organisasi yang telah mencapai usia 93 tahun merupakan momentum penting menuju satu abad pengabdian AMGPM.

Ia menyampaikan bahwa gereja, pemerintah, dan pemuda memiliki peran yang saling melengkapi dalam pembangunan daerah.

“Kesatuan ini penting, di mana gereja membina iman, pemerintah menghadirkan kebijakan serta arah pembangunan, dan pemuda menjadi agen perubahan,” ujar Tasidjawa.

Mengusung tema “Ziarah Profetik AMGPM Menuju Seratus Tahun: Tekun Melayani Sesuai Kehendak Tuhan”, ia menjelaskan bahwa tema tersebut menjadi arah gerak organisasi untuk terus berjalan dalam kesadaran panggilan Tuhan, disertai disiplin, integritas, dan tanggung jawab moral.

Menurutnya, menuju usia satu abad AMGPM, tantangan utama adalah memastikan seluruh Cabang dan Ranting ranting tetap aktif serta kader terus bertumbuh dalam iman dan karakter.

“Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak jemu berbuat baik. Itu berarti kita harus tetap tekun melayani meski dalam keterbatasan bahkan di tengah tantangan zaman,” katanya.

Pencanangan HUT ke-93 AMGPM di Buru Selatan dilaksanakan secara serentak di 38 ranting dan 8 cabang di seluruh wilayah pelayanan. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan berbagai aktivitas sosial dan pelayanan masyarakat.

Tasidjawa juga mengajak seluruh kader untuk menjaga solidaritas dan toleransi, terlebih karena rangkaian kegiatan berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

“Kita harus merawat persaudaraan lintas iman dan menciptakan suasana harmonis sebagai kekuatan dalam membangun kebersamaan hidup Kai Wait di Buru Selatan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa AMGPM siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam membina generasi muda yang beriman, produktif, dan memiliki kepedulian sosial.

Sementara itu, Koordinator Wilayah AMGPM Buru–Buru Selatan, Sami Latbual, menegaskan bahwa pencanangan HUT AMGPM harus dimaknai sebagai momentum syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan organisasi.

Menurutnya, AMGPM memiliki dua fungsi penting, yakni sebagai organisasi pemuda gereja sekaligus organisasi kepemudaan yang memiliki tanggung jawab sosial lebih luas.

“AMGPM harus memainkan peran strategis, baik untuk kemajuan gereja maupun dalam mendukung kebijakan pemerintah di setiap tingkatan,” jelas Latbual.

Ia juga mengingatkan para kader agar menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari sesuai motto AMGPM, “Kamu adalah Garam dan Terang Dunia.”

“Jika kita dipercaya menjadi guru, maka mengajarlah dengan sungguh-sungguh. Jika menjadi birokrat, bekerjalah dengan disiplin dan loyalitas. Itulah bentuk pelayanan kita,” tegasnya.

Latbual juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas daerah serta bijak dalam menggunakan media sosial, agar tidak memicu konflik yang merugikan organisasi maupun daerah.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Buru Selatan akan menjadi tuan rumah Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) AMGPM pada 2029 mendatang, sehingga seluruh kader diharapkan mulai mempersiapkan diri sejak sekarang.

“Kegiatan ini bukan hanya mempertaruhkan nama AMGPM Buru Selatan, tetapi juga wajah pemerintah daerah di mata Maluku dan Maluku Utara,” tandasnya.

Ketua Klasis GPM Buru Selatan, Wendel Lesbassa, menilai momentum pencanangan HUT AMGPM menjadi ruang penting untuk memperkuat relasi kemanusiaan dan spiritualitas di tengah keberagaman masyarakat. 

Ia menyebutkan bahwa perayaan ini berlangsung dalam suasana religius yang beriringan dengan ibadah Ramadan bagi umat Muslim serta masa Minggu Sengsara bagi umat Kristen.

“Di sinilah kita dipertemukan dalam kesetaraan sebagai manusia. Relasi kita dengan Tuhan selalu diwujudkan dalam relasi kemanusiaan,” ujarnya.

Lesbassa juga menegaskan bahwa AMGPM sebagai organisasi kader berperan penting dalam menggerakkan potensi generasi muda gereja yang berusia 17 hingga 45 tahun.

"Untuk itu usia produktif ini harus di manfaatkan untuk pelayanan dan ikut terlibat aktif dalam arah pembangunan daerah," pungkasnya. 

Ditempat yang sama, Bupati Buru Selatan, La Hamidi, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas pelaksanaan pencanangan HUT AMGPM secara serentak di seluruh wilayah Buru Selatan.

Menurutnya, perjalanan 93 tahun AMGPM merupakan bukti komitmen organisasi dalam membina generasi muda dan berkontribusi bagi kehidupan sosial masyarakat.

“Tema yang diusung tahun ini mengingatkan kita bahwa setiap perjalanan organisasi harus memiliki arah dan komitmen untuk melayani serta memberi manfaat bagi sesama,” kata La Hamidi.

Ia juga menilai berbagai kegiatan yang dilakukan AMGPM, seperti olahraga, aksi bersih lingkungan, hingga kegiatan sosial, menunjukkan kehadiran organisasi ini di tengah masyarakat.

Bupati turut mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan persatuan di Buru Selatan, terlebih kegiatan AMGPM berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadan.

“Buru Selatan dibangun atas nilai kebersamaan dan persaudaraan. Nilai itu harus terus kita jaga bersama agar pembangunan daerah berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memandang AMGPM sebagai mitra strategis dalam membina sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, dan peduli terhadap masyarakat.

"AMGPM adalah mitra Pemda dalam berbagai segi, " tutupnya. 

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pencanangan, AMGPM juga menyalurkan bingkisan sembako kepada para janda dan duda, yang ada di AMGPM Ranting Ebraun, Ranting Muan Modan, dan Ranting Tolot Lea.

Pencanangan perayaan HUT ke-93 ditandai dengan pengibaran bendera organisasi oleh Bupati, yang sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan di masing-masing Cabang maupun Ranting, yang diawali jalan santai dan senam bersama.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial AMGPM sekaligus mempertegas komitmen organisasi untuk terus hadir ditengah lingkungannya.

Dengan semangat menuju satu abad pengabdian, seluruh kader AMGPM Buru Selatan diharapkan semakin solid, militan, dan konsisten dalam menjalankan panggilan pelayanan bagi Gereja, Masyarakat, dan Daerah. 

Pencanangan ini dihadiri juga oleh Sekretaris Daerah AMGPM Buru Selatan, Pdt. Y Pattinasarani bersama para pengurus daerah, sejumlah Pendeta, Pengurus Cabang I Talitakumi, pengurus dan anggota ranting AMGPM Muan Modan, AMGPM Ranting Tolot Lea serta AMGPM Ranting Ebraun.(MC)

Namrole – Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Buru Selatan (Dabursel) menggelar Perayaan Natal Kristus Tahun 2025 dengan penuh khidmat dan sukacita di Gedung Gereja Jemaat Kilometer 9 Ratawano, Jumat (19/12/2025).


Perayaan Natal tahun ini mengusung tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera bagi Kita dan bagi Semua”, yang menegaskan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai sumber kasih, persatuan, dan damai sejahtera bagi seluruh umat manusia tanpa sekat.

Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt. Felya Tomasoa dengan pembacaan Alkitab dari Injil Lukas 2:1–7. Dalam khotbahnya, Pdt. Felya menekankan pentingnya kerendahan hati dalam memaknai Natal. Ia mengingatkan bahwa Yesus Kristus lahir dalam kesederhanaan, namun membawa terang keselamatan dan pengharapan bagi dunia.


Ketua Daerah AMGPM Dabursel, Dominggus Seleky, dalam pesan Natalnya mengajak seluruh kader dan umat untuk menaikkan puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih dan anugerah-Nya sehingga perayaan Natal dapat berlangsung dalam suasana damai dan penuh sukacita.

Menurutnya, Natal tidak boleh dimaknai sebatas perayaan seremonial, melainkan sebagai momentum refleksi iman dan tanggung jawab sosial. Damai sejahtera Kristus, kata dia, bukan hanya ketiadaan konflik, tetapi wujud kasih Allah yang mempersatukan manusia dalam cinta, pengampunan, dan solidaritas.


“Makna Natal harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pelayanan gereja, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun dalam dinamika organisasi AMGPM. Orang muda Kristen dipanggil untuk menjadi pembawa damai, membangun relasi yang sehat, dan menciptakan budaya hidup yang positif,” ujar Seleky.


Ia juga menyinggung berbagai tantangan zaman yang dihadapi orang muda, mulai dari perkembangan teknologi, kompleksitas sosial, hingga dinamika pembangunan wilayah. Dalam konteks tersebut, AMGPM diharapkan hadir sebagai kekuatan moral dan sosial yang mampu membangun persaudaraan lintas ranting, lintas cabang, bahkan lintas iman.


Menjelang Tahun Baru 2026, Dominggus mengajak seluruh kader AMGPM dan umat Kristen untuk bersama-sama menjaga suasana aman, tertib, dan damai, tidak hanya bagi internal gereja, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang majemuk di Kabupaten Buru Selatan.

Sementara itu, Ketua Panitia Natal, Rence Lesnussa, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Natal AMGPM Dabursel berlandaskan pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AMGPM serta keputusan organisasi yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa tujuan perayaan Natal ini adalah untuk mensyukuri kasih Tuhan Yesus Kristus sekaligus mempererat persekutuan dan kesaksian orang muda gereja.


“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, serta memohon maaf apabila dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan,” kata Lesnussa.

Perayaan Natal semakin semarak dengan penampilan puji-pujian dari Vokal Grup AMGPM Ranting Muan Modan, Ranting Tolot Lea, Ranting Waenono Kamlanglale, dan AMGPM Ranting Ebraun. Selain itu, Natal AMGPM Dabursel juga diwarnai dengan pembagian bingkisan Natal kepada masyarakat Jemaat Kilometer 9 Ratawano, serta penyerahan bingkisan Natal untuk mendukung pembangunan Pastori Ratawano dan Waezoar sebagai wujud nyata “Titian Kasih” AMGPM.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Majelis Pekerja Klasis Buru Selatan, KMJ Waetena, Pendeta Kilometer 9 Pdt. Jems Latuwael, pengurus dan senior AMGPM Dabursel, para pendeta gereja sahabat, perwakilan Pemerintah Desa Waenono, seluruh pengurus dan anggota AMGPM dari berbagai ranting, serta masyarakat setempat.


Perayaan Natal AMGPM Dabursel Tahun 2025 menjadi momentum iman dan persaudaraan yang meneguhkan komitmen orang muda gereja untuk terus menghadirkan damai sejahtera Kristus di tengah gereja, masyarakat, dan bangsa. (MC)

Bursel - Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) XI AMGPM Cabang I Talitakumi yang berlangsung di Ranting Imanuel Waenono-Kamlanglale, Minggu (16/03/2025) berjalan sukses.


Mengawali rangkaian pembukaan MPPC XI AMGPM Cabang I Talitakumi dilakukan kebaktian minggu yang dipimpin oleh Pendeta Patrick. S. Leleury.


Usai kebaktian, proses pembukaan MPPC diawali dengan Laporan Panitia Pelaksana oleh Selfanus Tetelepta, dalam laporannya Tetelepta menjelaskan Peserta yang mengikuti MPPC berasal dari utusan 7 Ranting termasuk para Pendeta Se-Wilayah Cabang I Talitakumi.


Tetelepta menyebut tujuan musyawarah adalah untuk mengevaluasi program pelayanan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Pengurus Cabang (PC) tahun 2024 serta menetapkan program pelayanan dan APB tahun 2025, termasuk keputusan-keputusan lainnya. 


Senada hal tersebut turut disampaikan Ketua Cabang Roby Tasidjawa dalam pidatonya di pelaksanaan MPPC XI tahun 2025, kegiatan tersebut dilakukan di bawah sorotan tema : “Beritakanlah Tahun Rahmat Tuhan telah datang dan Kerjakanlah Keselamatan” dan Sub Tema: “Teguhlah Sebagai Gereja Yang Profetik Untuk Terus Berbuah Bagi Kehidupan Bersama".


Tasidjawa menambahkan sidang Musyawarah yang digelar saat ini bukan untuk saling menghakimi melainkan menjadi wadah untuk pengembangan pelayanan dan pengkaderan organisasi pemuda gereja melalui evaluasi pelayanan secara baik dan matang.


"Hal ini dimaksudkan agar Kader di wilayah pelayanan Cabang I Talitakumi tetap menjaga kebersamannya dalam menjalankan pelayanan sebagai Garam dan Terang Dunia," ucap Tasidjawa.


Sekretaris AMGPM Daerah Buru Selatan, Vence Titawael mengungkapkan perkembangan jaman saat ini AMGPM harus bertransformasi, seperti halnya mendorong para kader untuk memanfaatkan konteks digitalisasi yang kian merambah.


"Terkait hal dimaksud ada berbagai terobosan yang mesti didorong untuk pengembangan pelayanan AMGPM ditengah pemanfaatan teknologi yang berkorelasi dengan jaman digitalisasi saat ini," kata Titawael.


"Dimana AMGPM senantiasa  mentransformasikan dirinya menuju arah yang lebih baik, hal ini dibuktikan melalui Kongres Istimewa dan MPP yang telah melahirkan berbagai keputusan strategis termasuk perubahan Peraturan AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO), perubahan ini akan berdampak signifikan sampai ke aras Ranting," ujarnya.


Titawael menambahkan pemanfaatan lahan tidur juga dapat didorong sebagai lahan produktif tujuannya untuk kemandirian organisasi tetapi juga peningkatan ekonomi kader kedepannya.


Ketua Kring Wilayah Cabang I Talitakumi Pendeta. H. R. Lessil/S, S.Si mengatakan dimomentum sidang legislatif AMGPM tingkat Cabang sudah mesti memberikan ide dan gagasan dalam menerjemahkan konteks digitalisasi yang dinilai sangat penting saat ini.


Hal lain yang perlu didorong adalah penguatan kapasitas kader AMGPM kedepannya, penguatan kapasitas kader akan menjadi nilai tawar sebagai kebutuhan penting di wilayah pemerintahan saat ini, dengannya upaya ini akan mendorong kapasitas diri yang mumpuni hingga membentuk integritas sebagai orang muda.


Menutup Sambutan pelaksanaan MPPC XI AMGPM Cabang I Talitakumi Camat Namrole Nasir Solissa berharap AMGPM tetap menjadi mitra dan berperan penting setiap progres pembagunan daerah kedepannya. 


Agenda MPPC XI AMGPM Cabang I Talitakumi berlangsung sampai pukul 22 lebih 30 menit Waktu Indonesia Timur dan ditutup oleh Ketua  AMGPM Daerah Buru Selatan Dominggus Seleky. (MC)

Namrole, AMGPM
Musyawarah Pimpinan Paripurna XXXII AMGPM Tahun 2021 yang dilakukan di Ohoifau - Kep Besar, menetapkan AMGPM Daerah Buru Selatan sebagai tuan dan nyonya rumah Perayaan Natal PB AMGPM tahun 2022.


Setelah mendapatkan kepercayaan dari PB AMGPM, Panitia Pelaksana tancap gas untuk melakukan persiapan yang terhitung kurang dari Dua Bulan.


Sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan yang diturunkan oleh PB AMGPM maka menjelang puncak perayaan Natal, panitia melakukan kegiatan pengobatan secara gratis bagi masyarakat di Dusun Walakfau, Desa Wamkana, Kecamatan Namrole. 

Setelah melewati perjalanan ± 15 KM dari Namrole dengan medan jalan yang ekstrim, Tim pengobatan yang dipimpin oleh Pdt. Rido Kwalomine sebagai PB AMGPM bersama Pdt. Hervin Siahaya sebagai Koordinator Wilayah II AMGPM tiba di Walakfau dan disambut dengan pemasangan Lestari disertai Babeto  oleh tokoh adat di dusun setempat sebagai tanda penghormatan. Salah satu tokoh adat di dusun itu menyampaikan ungkapan terima kasih atas kehadiran Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) melalui aksi sosial AMGPM yang melibatkan Tim Pengobatan, ujarnya.


Pengobatan masal secara gratis itu berlangsung di SD 09 Namrole terhitung ± 3 jam. Adapun tim pengobatan terdiri dari 3 orang dokter, a.l. dr. Herlinda Luhulima, Sp.PK (Laboratorium) dr. Anita Marllyin Mairuhu, Sp.A (dokter anak) dr. Sherly Lebrina Kerjapy (dokter umum) serta para medis, a.l. Husein Nukuhehe, Tarsudin Letetuny. S.kep Ns, Suhida Umasugi Amd. Kep, Petronela Sebatubun. Amd. Kep, Irmawati Sameth. Amd. Kep dan Muhamad Noval Sarete. Amd. Kep.

Dari data pemeriksaan terdapat 17 orang anak dan 24 orang dewasa yang datang untuk memeriksa kesehatannya.


Diketahui, jika masyarakat di Dusun Walakfau terdiri dari 26 Kepala Keluarga yang mayoritasnya menganut kepercayaan Adat.


Pdt. Rido Kwalomine sebagai PB AMGPM dalam arahannya menyebutkan bahwa kehadiran Pengurus Besar, Pengurus Daerah, Panitia dan Tim Medis di Walakfau merupakan wujud kepedulian kepada sesama sebagai Garam dan Terang Dunia. Menurutnya, meskipun 3 jam waktu yang cukup singkat dalam kebersamaan itu, namun Ia berharap kegiatan ini dapat berguna bagi masyarakat setempat.

Selain  aksi sosial yang diprakarsai AMGPM bagi warga di Dusun Walakfau yang merupakan salah satu Dusun di wilayah terpencil Buru Selatan, ada juga Natal AMGPM yang akan berlangsung pada Selasa 6 Desember di gedung serba guna kai wait - Namrole. 


Dalam Perayaan Natal  AMGPM akan dilayani oleh Pdt. Prof. John Chr. Ruhulessin, M.Si. serta dihadiri oleh seluruh warga gereja dan kader AMGPM di Daerah Buru Selatan.


Natal yang dilaksanakan itu turut dimeriahkan oleh Artis Maluku Chaken Eindhoven (FRK). MC

Bursel, AMGPM
Ada yang spesial dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Pertama (Ke 1) AMGPM Ranting Tolot Lea, Cabang I Talitakumi, Daerah Buru Selatan yang digelar pada hari Jumat 11 Maret 2022.


Pasalnya, dalam ibadah perayaan HUT AMGPM Ranting Tolot Lea yang pertama ini, pengurus Ranting berkesempatan berbagi dengan 8 janda duda yang ada di Sektor Tolot Lea.


Selain berbagi kasih, AMGPM Ranting Tolot Lea juga melakukan ibadah bersama dengan tiga unit pelayanan yang ada di Sektor tersebut.

Ibadah perayaan HUT ini berlangsung di Pantai Masnana, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan.


Turut hadir dalam ibadah merayakan HUT tersebut, Pengurus Cabang I Talitakumi, Pendeta Buce Lesnussa, Majelis Pembina, Pembina dan penyantun, potensi AMGPM Ranting Tolot Lea, Warga dari tiga uni pelayanan, yakni dari unit Lea Poda, Unit Suburogo dan Unit Kanglengat.


Ketua AMGPM Ranting Tolot Lea, Bearly Pattiasina dalam sambutan singkatnya mengaku bahwa AMGPM Ranting Tolot Lea masih seumur jagung. Namun berkat topangan dari semua pihak, eksisnya pelayanan di AMGPM Ranting Tolot Lea dapat berjalan dengan baik.


"Satu yang katong mau bilang katong tidak bisa bikin Ranting Tolot Lea ini bagus seperti sekarang ini tanpa campur tangan Bapak Ibu," akui Pattiasina.

Ia berharap, di HUT Pertama ini, dukungan kepada AMGPM Ranting Tolot Lea untuk mewujudkan diri dalam pelayanan sebagai Garam dan Terang Dunia dapat terlaksana dengan baik.


"Mari katong sama-sama bangun ranting ini agar semakin baik kedepan, supaya Ranting Tolot Lea ini bisa jadi contoh bagi ranting-ranting yang lain. Beta yakin dan percaya saat katong samua bekerja di ladang Tuhan, katong samua akan diberkati," ucap Pattiasina penuh keyakinan.

Dirinya mewakili seluruh pengurus dan anggota ranting mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah dan turut membantu, membimbing dan mengarahkan AMGPM Ranting Tolot Lea selama ini.


"Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dan mendukung kami dalam suka maupun duka, baik secara moril maupun materil. Semoga Tuhan Yesus selalu memberkati bapak ibu sekalian," tandasnya.


Usai ibadah, acara perayaan HUT dilanjutkan dengan pemotongan kue HUT oleh Pendeta Buce Lesnussa. Kemudian berlanjut dengan foto-foto dan makan patita bersama. (Sumber: AMGPMRantingtolotlea.com)

Cari Website Ini


Cari Ayat Alkitab


Ketik kata atau ayat:

Alkitab Bahan

Berita Daerah AMGPM

Seputar AMGPM

Sering Di Baca

Total Pageviews

Site Archive

loading...