Jesus

Chat Kami

Featured Post

AMGPM DABURSEL Suksee Gelar Penalty Kick

Namrole - Pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan menggelar Turnamen Penalty Kick selama dua hari, 8-9 Juli 2026, sebagai bagian dari semarak eu...

All Info AMGPM

Berita Daerah AMGPM

Baca Juga

Syalom...

Berita Cabang AMGPM

Berita Ranting AMGPM


Buru Selatan
Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Buru Selatan secara terpusat mencanangkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-93 AMGPM yang berlangsung di wilayah pelayanan Cabang I Talitakumi Jemata GPM Labuang, Jumat (6/3/2026). Momentum ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi panggilan bagi seluruh kader untuk memperkuat iman, pelayanan, serta peran sosial di tengah masyarakat.

Ketua Daerah AMGPM Buru Selatan, Erens J. Tasidjawa, dalam pidatonya menegaskan bahwa perjalanan organisasi yang telah mencapai usia 93 tahun merupakan momentum penting menuju satu abad pengabdian AMGPM.

Ia menyampaikan bahwa gereja, pemerintah, dan pemuda memiliki peran yang saling melengkapi dalam pembangunan daerah.

“Kesatuan ini penting, di mana gereja membina iman, pemerintah menghadirkan kebijakan serta arah pembangunan, dan pemuda menjadi agen perubahan,” ujar Tasidjawa.

Mengusung tema “Ziarah Profetik AMGPM Menuju Seratus Tahun: Tekun Melayani Sesuai Kehendak Tuhan”, ia menjelaskan bahwa tema tersebut menjadi arah gerak organisasi untuk terus berjalan dalam kesadaran panggilan Tuhan, disertai disiplin, integritas, dan tanggung jawab moral.

Menurutnya, menuju usia satu abad AMGPM, tantangan utama adalah memastikan seluruh Cabang dan Ranting ranting tetap aktif serta kader terus bertumbuh dalam iman dan karakter.

“Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak jemu berbuat baik. Itu berarti kita harus tetap tekun melayani meski dalam keterbatasan bahkan di tengah tantangan zaman,” katanya.

Pencanangan HUT ke-93 AMGPM di Buru Selatan dilaksanakan secara serentak di 38 ranting dan 8 cabang di seluruh wilayah pelayanan. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan berbagai aktivitas sosial dan pelayanan masyarakat.

Tasidjawa juga mengajak seluruh kader untuk menjaga solidaritas dan toleransi, terlebih karena rangkaian kegiatan berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

“Kita harus merawat persaudaraan lintas iman dan menciptakan suasana harmonis sebagai kekuatan dalam membangun kebersamaan hidup Kai Wait di Buru Selatan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa AMGPM siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam membina generasi muda yang beriman, produktif, dan memiliki kepedulian sosial.

Sementara itu, Koordinator Wilayah AMGPM Buru–Buru Selatan, Sami Latbual, menegaskan bahwa pencanangan HUT AMGPM harus dimaknai sebagai momentum syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan organisasi.

Menurutnya, AMGPM memiliki dua fungsi penting, yakni sebagai organisasi pemuda gereja sekaligus organisasi kepemudaan yang memiliki tanggung jawab sosial lebih luas.

“AMGPM harus memainkan peran strategis, baik untuk kemajuan gereja maupun dalam mendukung kebijakan pemerintah di setiap tingkatan,” jelas Latbual.

Ia juga mengingatkan para kader agar menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari sesuai motto AMGPM, “Kamu adalah Garam dan Terang Dunia.”

“Jika kita dipercaya menjadi guru, maka mengajarlah dengan sungguh-sungguh. Jika menjadi birokrat, bekerjalah dengan disiplin dan loyalitas. Itulah bentuk pelayanan kita,” tegasnya.

Latbual juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas daerah serta bijak dalam menggunakan media sosial, agar tidak memicu konflik yang merugikan organisasi maupun daerah.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Buru Selatan akan menjadi tuan rumah Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) AMGPM pada 2029 mendatang, sehingga seluruh kader diharapkan mulai mempersiapkan diri sejak sekarang.

“Kegiatan ini bukan hanya mempertaruhkan nama AMGPM Buru Selatan, tetapi juga wajah pemerintah daerah di mata Maluku dan Maluku Utara,” tandasnya.

Ketua Klasis GPM Buru Selatan, Wendel Lesbassa, menilai momentum pencanangan HUT AMGPM menjadi ruang penting untuk memperkuat relasi kemanusiaan dan spiritualitas di tengah keberagaman masyarakat. 

Ia menyebutkan bahwa perayaan ini berlangsung dalam suasana religius yang beriringan dengan ibadah Ramadan bagi umat Muslim serta masa Minggu Sengsara bagi umat Kristen.

“Di sinilah kita dipertemukan dalam kesetaraan sebagai manusia. Relasi kita dengan Tuhan selalu diwujudkan dalam relasi kemanusiaan,” ujarnya.

Lesbassa juga menegaskan bahwa AMGPM sebagai organisasi kader berperan penting dalam menggerakkan potensi generasi muda gereja yang berusia 17 hingga 45 tahun.

"Untuk itu usia produktif ini harus di manfaatkan untuk pelayanan dan ikut terlibat aktif dalam arah pembangunan daerah," pungkasnya. 

Ditempat yang sama, Bupati Buru Selatan, La Hamidi, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas pelaksanaan pencanangan HUT AMGPM secara serentak di seluruh wilayah Buru Selatan.

Menurutnya, perjalanan 93 tahun AMGPM merupakan bukti komitmen organisasi dalam membina generasi muda dan berkontribusi bagi kehidupan sosial masyarakat.

“Tema yang diusung tahun ini mengingatkan kita bahwa setiap perjalanan organisasi harus memiliki arah dan komitmen untuk melayani serta memberi manfaat bagi sesama,” kata La Hamidi.

Ia juga menilai berbagai kegiatan yang dilakukan AMGPM, seperti olahraga, aksi bersih lingkungan, hingga kegiatan sosial, menunjukkan kehadiran organisasi ini di tengah masyarakat.

Bupati turut mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan persatuan di Buru Selatan, terlebih kegiatan AMGPM berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadan.

“Buru Selatan dibangun atas nilai kebersamaan dan persaudaraan. Nilai itu harus terus kita jaga bersama agar pembangunan daerah berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memandang AMGPM sebagai mitra strategis dalam membina sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, dan peduli terhadap masyarakat.

"AMGPM adalah mitra Pemda dalam berbagai segi, " tutupnya. 

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pencanangan, AMGPM juga menyalurkan bingkisan sembako kepada para janda dan duda, yang ada di AMGPM Ranting Ebraun, Ranting Muan Modan, dan Ranting Tolot Lea.

Pencanangan perayaan HUT ke-93 ditandai dengan pengibaran bendera organisasi oleh Bupati, yang sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan di masing-masing Cabang maupun Ranting, yang diawali jalan santai dan senam bersama.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial AMGPM sekaligus mempertegas komitmen organisasi untuk terus hadir ditengah lingkungannya.

Dengan semangat menuju satu abad pengabdian, seluruh kader AMGPM Buru Selatan diharapkan semakin solid, militan, dan konsisten dalam menjalankan panggilan pelayanan bagi Gereja, Masyarakat, dan Daerah. 

Pencanangan ini dihadiri juga oleh Sekretaris Daerah AMGPM Buru Selatan, Pdt. Y Pattinasarani bersama para pengurus daerah, sejumlah Pendeta, Pengurus Cabang I Talitakumi, pengurus dan anggota ranting AMGPM Muan Modan, AMGPM Ranting Tolot Lea serta AMGPM Ranting Ebraun.(MC)

AMGPM, Dabursel
Menjelang Pelaksanaan Operasi Zebra, Kepolisian Resor Buru Selatan (Polres Bursel) bersama AMGPM Daerah Bursel (Dabursel) melakukan sosialisasi lalu lintas Kepada Para Pengendara maupun pengojek di kota Namrole baru-baru ini.


Selain sosialisasi, Polres Bursel dan Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Dabursel juga melakukan pembagian helm  kepada pengendara agar wajib menggunakan helm saat berkendara.


Pihak Kepolisian Polres Bursel melakukan sosialisasi lalu lintas kepada pengendara maupun pengojek agar wajib menggunakan helm, memiliki surat ijin mengemudi termasuk perlengkapan kendaraan lainnya.

Sosialisasi ini dilakukan sebelumnya agar masyarakat mengetahui pelaksanaan operasi kendaraan yang akan dilakukan pihak kepolisian kedepannya.


Ketua Daerah AMGPM Bursel, Dominggus Seleky mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk perhatian seriuS AMGPM untuk mendukung Polres Bursel dalam mensosialisasikan tertib berlalu lintas.


Dijelaskan pelaksanaan sosialisasi dan pembagian helm juga merupakan dukungan moral kepada masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah ditengah dampak kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM.

Sementara, Wakapolres Bursel Kompol Noovy Sapulette mengatakan tujuan sosialisasi ini tentu menjadi langkah untuk diketahui masyarakat termasuk pengendara yang berkendara wajib mengikuti arahan sosialisasi yang disampaikan pihak kepolisian.


Kegiatan ini turut dihadiri PS Kasat Lantas Polres Bursel, Iptu Orgenes A. Peilouw. (MC)

AMGPM, Bursel
Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku Daerah Buru Selatan (AMGPM Dabursel) dalam minsednya berupaya merubah pola pikir pemuda, dimana pemuda tidak hanya berorientasi sebagai ASN atau PTT namun di ajak menjadi wirausaha dalam pengembangan pangan lokal sebagai potensi alam yang diberdayakan untuk pembiayaan kelembagaan maupun meningkatkan pendapatan kadernya. 


Gagasan untuk mengelola potensi pangan lokal bagi kader AMGPM Daerah Buru Selatan tengah diwujudkan wadah AMGPM.  Langkah ini ditempuh melalui pemberdayaan Kader dalam pengelolaan pertanian pangan lokal di Cabang maupun masing-masing ranting.


Dengan melibatkan Kader AMGPM ditingkat Ranting maupun Cabang dalam usaha pengembangan pangan lokal, Pengurus Daerah dalam keputusan MPPD ke-26 berinisiasi memberdayakan lahan kosong menjadi lahan pertanian yang bermanfaat bagi organisasi dan para kadernya. 


Melalui pola ini Angkatan Muda di tingkat Ranting maupun Cabang dibina untuk menjadi wirausaha yang baik dengan memanfaatkan potensi alam sekitar, tidak hanya pada sektor pertanian tapi juga dimanfaatkan potensi pada sektor perikanan dan kelautan.

Ketua Daerah AMGPM Buru Selatan, Dominggus Seleky mengatakan kader AMGPM diarahkan untuk mengembangkan potensi alam baik pada sektor Perikanan maupun Pertanian untuk dapat dikelola dengan baik.


Upaya ini tentu memberikan nilai positif terhadap penguatan pembiayaan kelembagaan.


Seleky mengungkapkan, untuk pengembangan pangan lokal seperti tanaman ubi talas atau keladi telah menjadi komoditi andalah di Ranting Getsemani Waehaolon Cabang V Betlehem.


"Upaya pengembangan pangan lokal ini telah dicanangkan dengan nama 'Keladi Obor' sebagai komoditi yang didistribusikan secara berjenjang kepada Pengurus Besar AMGPM di Ambon," ucap Seleky, Minggu (24/4/22).


Pencanangan ini disampaikan saat usai pelantikan Panitia MPPD ke-27, Pelantikan Panitia PKJM, dan Relawan Mengajar di Gedung Gereja Neten Salawatu-Waehaolon, Minggu pagi.


"Rencana pengembangan ini pula dijadikan sebagai tonggak kebangkitan AMGPM dalam memberdayakan kadernya termasuk umat di Jemaat," paparnya.


Seleky mengajak seluruh kader AMGPM di Daerah Buru Selatan untuk berkolaborasi menyukseskan target ini sebagai cara menjawab Sub Tema GPM yakni "Membangun Gereja yang Memiliki Ketahanan dan Daya Juang Demi Kualitas Hidup Bersama di Tengah Pergumulan Pandemi Covid 19 dan Transformasi Digital".

Dalam agenda Pencanangan Keladi Obor dan rangkaian pelantikan disisipkan juga kegiatan penanaman ratusan anakan keladi, bibit tanaman hortikultura dan sayuran bersama Potensi Ranting Se-Cabang V Betlehem. 


Turur hadir dalam kegiatan itu Ketua Bidang IV Bung Erens Tasidjawa, Sekretaris Bidang I Bung Stevano Kailola, Sekretaris IV Bung Rivano Latuwael, Bendahara Daerah Bung Ampi Teslatu dan Bendahara II Usi Novi Luturmas, Ketua Majelis Jemaat Waehaolon Pdt. Ny. J. Lopulalan/T, S.Si Teol, Pdt. Y. Hattu, S.Si bersama Pengurus Cabang V Betlehem. (MC)


Bursel, AMGPM DaBursel
Pengurus AMGPM Cabang III Nafiri Sion menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke V, Rabu (5 Januari 2022).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah, Bung Vence Titawael. Dalam sambutannya Titawael mengajak agar Kepengurusan Cabang III Nafiri Sion yang baru dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik, menjaga keharmonisan internal pengurus cabang, hingga pengurus-pengurus ranting termasuk kader AMGPM se-Cabang III Nafiri Sion. 

Dikesempatan yang sama Karteker Ketua Cabang III Nafiri Sion, Pendeta Roy Mairima yang juga sebagai Sekretaris Bidang II Pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan berharap agar pada konfercab ke V dapat berjalan dengan baik dan melahirkan kepengurusan yang baru di Cabang tersebut. 


Mairima pun mengucapkan terima kasih atas partisipasi ketiga ranting bersama para Ketua Majelis Jemaat di Cabang III dalam mengikuti agenda Konfercab.

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Pengurus Daerah yakni Sekretaris Bidang I Bung Stevano Kailola, Sekretaris Bidang IV Bung Rivano Latuwael dan Bendahara I Usi Yesda Pesiwarissa, ibadah pembukaan Konfercab dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat Sialale Pdt. S. Redjo.
Hasil Konfercab ke V ini telah melahirkan Struktur Pengurus  AMGPM Cabang III Nafiri Sion yakni:

Ketua Cabang : Risat Liligoly.

Ketua Bidang 1 : Belson Nustelu.

Ketua Bidang 2 : Amelia Lesbatta.

Ketua Bidang 3 : Dedi Solissa.

Ketua Bidang 4 : Imanuel Liligoly.

Ketua Bidang 5 : Rido Waemesse.

Sekretaris Cabang : Stefen Nacikit.

Sekretaris Bidang 1 : Olivir Waemesse.


Sekretaris Bidang 2 : Handri Waemesse.

Sekretaris Bidang 3 : Silvia Lesbatta.

Sekretaris Bidang 4 : Kirana Ngutra.

Sekretaris Bidang 5 : Henok Lesbatta.

Bendahara Cabang : Mendeli Selsily.

Bendahara I : Natalia Lesbatta.

Bendahara II : Roni Laa.

Kepengurusan ini diharapkan mampu menata pelayanan sebagai pemuda Gereja yang terus mampu menjadi garam dan terang dunia di wilayah Cabang III Nafiri Sion maupun di luar wilayah Cabang III Nafiri Sion. (MC AMGPM Dabursel)

Namrole, AMGPM
Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Buru Selatan (Bursel) menggelar perayaan Natal Kristus di Gereja Immanuel Waekam, Kamis (15/11/21).


Ibadah Natal yang dipimpin Pendeta Buce Lesnussa ini turut dihadiri Bupati Bursel, Safitri Malik Soulisa, Ketua Klasis Bursel, Pdt. Seles Hukunala, pengurus AMGPM Daerah Bursel, pengurus Cabang Se-daerah Bursel, pengurus dan potensi ranting yang ada di Kabupaten Bursel. 


Adapun Pembacaan Alkitab terambil dari kitab Injil Yohanes pasal 15 : 14 & 15.


Ketua Daerah AMGPM Bursel Dominggus Seleky dalam pesan dan kesan Natal mengajak semua potensi AMGPM untuk selalu renda hati dan setia.

"Kita harus belajar dari cara bagaimana Allah merendahkan dirinya sama dengan manusia, hanya untuk mengajarkan kita arti pengorbanan, rendah hati dan setia. Untuk itu kita selaku manusia harus terus memuji dan memuliakan nama-Nya," ucap Seleky.


Menurutnya, kerendahan hati dan setia akan memberikan kekuatan tersendiri untuk menembus sekat dan tembok pemisah di antara kita manusia.


"Natal saat ini mengajarkan kita bahwa kesejahteraan dan kemakmuran hanya dapat kita peroleh jika tetap bersandar kepada Tuhan, dan dengan kasih-nya kita bisa saling bergandeng tangan, bahu-membahu memberikan pikiran-pikiran positif sebagai sumbangsih bagi pembangunan kabupaten Bursel," ujarnya.


Ketua Klasis Bursel, Pdt. Seles Hukunala pun berharap yang sama. Katanya, tawaran rendah hati itu menunjukan kualitas AMGPM dengan mencirikan jati diri dan gaya khas organisasi.


"Kita harus memberi ruang dan kesempatan untuk Allah mengintervensi ke dalam kehidupan kita sebab dengan pertolongan Tuhan kita akan mampu melaksanakan segala tugas dan tanggung jawab pelayanan kita," ucap Pdt. Seles Hukunala.


Dia menuturkan, dengan kesetiaan kita semua mampu mengkomunikasikan pesan pesan sosial yang mampu mengaplikasikan falsafah Kai Wait antara AMGPM dengan OKP/ ormas lain.

"Falsafah Kai Wait jika tidak dilakukan dengan setia dan rendah hati maka akan sia-sia semua kerja kita," terangnya.


Kesetiaan, harus menjadi sumber utama, baik dalam berprilaku maupun peran kita dalam pembangunan di Bursel. 


"Tanpa kesetiaan, AMGPM tidak mampu berkontribusi bagi kabupaten Bursel, bangsa dan negara. Kita berdoa semoga kita semua bisa melewati tahun ini dan menjalani tahun baru dengan penuh sukacita," pungkasnya.


Sementara Bupati Bursel, Safitri Malik Soulisa menyampaikan bahwa saat ini Pemda sedang berusaha menerapkan prinsip hidup Kait Wait.


"Semua ini untuk menyatukan perbedaan supaya tidak ada lagi saling membenci. Kalaupun ada itu adalah serpihan-serpihan yang harus kita luruskan demi berkembangnya pembangunan kabupaten Bursel," kata Safitri.


Ia menambahkan, momen Natal harus dijadikan sebagai bagian dalam membentuk kapasitas kader, sehingga kader AMGPM memiliki kapasitas diri, mental dan spiritual yang siap dipakai dimana saja.


"Kader AMGPM harus siap dipakai dimana saja, bukan hanya tanggung jawab yang kecil namun juga tanggung jawab yang besar," papar Bupati.


Dalam kaitan dengan perayaan natal itu sendiri, Bupati mengajak seluruh kader AMGPM untuk melalui perayaan Natal secara baik dan tertib dengan beribadah di rumah, mengikuti protokol kesehatan dan menghindari aktivitas - aktifitas yang TIDAK menguntungkan. 

"Bersama dengan pihak keamanan, kita harus turut menjaga ketertiban lingkungan sehingga hari Natal  dapat berjalan secara baik dan penuh hikmat di setiap rumah ibadah," ajaknya.


Selain ibadah, AMGPM Daerah Bursel juga memberikan bingkisan natal bagi janda, duda dan anak yatim piatu serta masyarakat yang kurang mampu. (MC AMGPM Bursel)

Namrole, AMGPM 
Perayaan Natal AMGPM Ranting Tolot Lea, Cabang I Talitakumi, Daerah Buru Selatan yang berlangsung di Jemaat Pekabaran Injil (PI) Kilometer 9 Ratawano, Desa Waenono, Kecamatan Namrole, Kabupaten Bursel, Senin (6/12/21) di isi dengan kegiatan berbagi kasih.


Ibadah Natal ini berpusat di Gereja Jemaat PI Kilo 9 Ratawano. Turut hadir dalam Ibadah dan aksi Natal itu, Pengurus AMGPM Cabang I Talitakumi, Pendeta Jemaat PI, Pengurus dan anggota Ranting Tolot Lea, Majelis Pembina, Penyantun dan Pembina AMGPM Ranting Tolot Lea.


Ibadah Natal ini diwarnai dengan pembagian paket Snak bagi anak-anak dan paket sembako bagi belasan keluarga, serta ratusan pakaian layak pakai.


Guna memeriahkan ibadah Natal itu, AMGPM Ranting Tolot Lea turut menghadirkan Santa Clause, Zwarte Piet, Badut, Peri dan karakter lucu lainnya.


Ketua AMGPM Ranting Tolot Lea, Bearly Pattiasina dalam kesan dan pesan natalnya mengajak semua warga yang hadir untuk selalu bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk mengikuti Natal.

Katanya, dengan tema Natal yakni "Merayakan Natal Dengan Kerendahan Hati dan Setia" telah memberi isyarat kepada kita semua sebagai pemuda dan warga gereja untuk mempersembahkan kerendahan hati dan kesetiaan hanya kepada Tuhan Yesus sang kepala organisasi.


"Mari kita tetap berpegang teguh kepada firman Tuhan dalam Kisah Para Rasul 20:24 yang berbunyi

"Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah." kutipnya.


Disamping mengajak untuk terus merendahkan diri, Pattiasina juga meminta agar semua kader AMGPM Ranting Tolot Lea dan semua warga yang hadir terus menjadikan firman Tuhan sebagai sandaran hidup.


Diakhir pesannya, atas nama pengurus dan anggota AMGPM Ranting Tolot Lea, Pattiasina mengucapkan selamat merayakan Natal dan berterima kasih kepada pembina maupun penyantun yang sudah dengan setia dan sabar membimbing dan mendampingi AMGPM Ranting Tolot Lea dalam suka maupun duka.

"Selamat merayakan Natal, semoga Natal membawa sukacita dan berkat untuk katong samua. Kepada pembina dan penyantun yang sudah setia mendampingi kami, kami tidak bisa membalas tetapi kami yakin Tuhan Yesus yang punya pekerjaan ini akan membalasnya dengan berkat yang tidak berkesudahan," tandasnya.


"Terima kasih juga kepada teman-teman AMGPM Ranting Eklesia Dakota Ambon Yang telah membantu menyukseskan kegiatan PI AMGPM Ranting Tolo Lea, kiranya Tuhan Yesus sang Kepala Gereja dapat membalas dan selalu memberkati teman-teman dalam kerja dan pelayanan," tambahnya.


Ibadah Natal sekaligus berbagi kasih ini mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat adat di jemaat PI tersebut. Anak-anak sampai orang tua terlihat gembira dengan kehadiran AMGPM Ranting Tolot Lea. Ini pertama kali ada potensi AMGPM yang mau berbagi kasih Natal di dusun tersebut. (Red)

AMGPM Bursel
DALAM Ibadah perdana AMGPM Cabang I Talitakumi yang berlangsung Minggu sore, 20 Juni 2021 di Ranting Ebenhaezer Waetina, telah dilaksanakan  pelantikan 3 Kepanitiaan yakni Panitia Pendidikan Kader Jenjang Dasar, Panitia MPPC-IX dan Panitia Sosialisasi HIV AIDS & Narkoba.


Kepada ketiga komposisi panitia dibacakan secara berurutan masing-masing Surat Keputusan oleh Sekretaris Cabang Bung Newlton Seleky dan kemudian dilantik oleh Ketua Cabang Bung Robby Tasidjawa.

Ibadah Cabang saat itu juga dihadiri oleh 7 Ranting yakni Ranting Ebenhaezer Waetina, Ranting Namrinat, Ranting Waekam, Ranting Ebraun, Ranting Tolot Lea, Ranting Muan Modan dan Ranting Waezoar beserta Pendeta dan Pimpinan Bakopel.


Adapun pengurus daerah yang hadir yakni Ketua Daerah Bung Dominggus Seleky, Ketua Bidang IV Bung Erens Tasidjawa dan Sekretaris Bidang I Bung Stevano Kailola.


Usai prosesi ibadah Cabang I Talitakumi, Pencanangan Ibadah Etnik serempak juga dicanangkan oleh Ketua Daerah AMGPM Bursel Dominggus Seleky.


Seleky dalam arahannya melalui pencanangan Ibadah Etnik yang terpusat di Cabang I Talitakumi ini dapat dilaksanakan oleh 8 Cabang dan 32 Ranting di wilayah pelayanan AMGPM Dabursel pada minggu ketiga bulan berjalan.


Seleky menyebutkan jika pencanangan ibadah bernuansa etnik merupakan program Pengurus Daerah yang telah disingkronkan dengan program Cabang I Talitakumi dan terintegrasi dengan konsep Gereja Protestan Maluku, yang telah ditetapkan pada Konferensi Daerah ke 12 di Cabang V Bethelem Leksula tanggal 18 April 2021 lalu.


Ketua Daerah berharap agar AMGPM pada semua jenjang baik Cabang maupun Ranting dapat bersinergi dengan Pimpinan Bakopel atau MJ maupun Ketua Majelis Jemaat dan Ketua Kring dimasing-masing wilayah pelayanan.

Ketua Daerah dalam arahannya juga menghimbau kepada seluruh Kader AMGPM Dabursel terkait euforia pada ivent sepakbola PIALA EURO maupun COPA AMERICA, bahwa :


1. Mengajak seluruh Kader AMGPM Daerah Buru Selatan untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam mendukung Negara pilihannya.


2. Tidak melakukan ujaran kebencian (perkataan, perilaku, tulisan dan pertunjukan), yang terlalu berlebihan baik di sosial media maupun lingkungan sosial yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.


3. Saling mengingatkan Kader AMGPM agar tidak terjerumus pada tindakan atau aksi balap-balapan kendaraan yang membahayakan keselamatan diri atau orang lain saat berkonfoi kemenangan antar sesama suporter.


22 Mar 2020 | 08:06:06 WIB | Oleh  Administrator 457 kali
Seruan Gembala COVID-19, oleh GPM
Keterangan Gambar : Virus Covid 19 dalam gambar

Jemaat, Silahkan klik link yang berwarna biru dibawa ini untuk membaca, Terima Kasih.



Namrole, Buru Selatan 
Kegiatan Musyawara Paripurna Pimpinan Daerah (MPPD) Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Buru Selatan (Bursel) ke XXV resmi digelar di desa Fakal, Kecamatan Fena Fafan, Kabupaten Bursel, Minggu (15/3/2020).

MPPD yang merupakan sebuah momentum guna meningkatkan peran Pemuda GPM secara nyata dalam pembangunan, mental dan spiritual, maupun pembangunan kehidupan sosial masyarakat ini dibuka langsung oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Bursel, Rony Lesnussa.

Petemuan seluruh utusan AMGPM Daerah Bursel ini dilakukan untuk merumuskan program kerja dan target dari AMGPM Daerah Bursel selama 1 tahun ke depan.

Sejumlah masalah seperti pendidikan kader, aksi lingkungan, penguatan spiritualitas, solidaritas antar umat beragama, misi pekabaran injil, serta penguatan kapasitas ekonomi menjadi isu utama yang dibicarakan.

Bupati Bursel dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten III bidang Administrasi Umum, Rony Lesnussa mengatakan, sebagai lembaga legislative tertinggi setelah Komferda, MPPD merupakan wahana strategi menjalankan amanat dan pelayanan GPM sebagai oragnisasi kepemudaan yang lahir atas dasar perjuangan umat dan masyarakat.

“Sejalan dengan itu pemuda gereja harus menunjukan konsistensinya dalam upaya bina mental dan spiritual bagi generasi muda gereja dalam mengembangkan SDM serta mencipatakan kemampuan beroganisasi dan bagi individu pemuda gereja,” ucap Lesnussa.

Dikatakan, sejak terbentukanya AGMPM di Bursel, pandangan dan eksistensi AMGPM sangat ditentukan oleh kekuatan konsistensi dan komitmen yang terus terlibat dalam dinamika pembangunan gereja serta dapat beradaptasi dengan berbagai perkembangan dan kemajuan zaman.

“Dengan mengangkat Tema ‘Allah Kehidupan Tuntun Kami Membela Dan Merawat Kehidupan’ dan Sub Tema ‘Bersama-Sama Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Dan Alam Semesta Sebagai Panggilan Iman Meghadapi Zaman Dalam Kehidupan Bergereja, Berbangsa Dan Bernegara’ mengandung makna yang relevan ditengah pesatnya perkembangan dunia,” ucapnya.

“AMGPM Bursel sebagai Garam Dan Terang Dunia dituntut untuk bekerja secara nyata ditengah-tengah masyarakat guna mewujudkan Bursel rukun relegius, toleran, aman, damai dan sejahtera, dimana setiap generasi muda harus dapat menerima hidup bersama dalam perbedaan sebagai kosekuensi sebagai realitas masyarakat Bipolo yang majemuk,” tambahnya.
Dikesempatan itu atas nama Pemda Bursel, dirinya berharap AMGPM Bursel dapat bersanding dengan organisasi-organisasi lain untuk bagaimana bisa menjalin kemitraan dengan tujuan sama-sama membangun Bursel kearah yang lebih baik.

“Pemda Bursel berharap, kiranya keberadaan AMGPM Bursel dapat memainkan perannya secara aktif ditengah masyarakat dan menjadi mitra yang baik sebagai upaya kita bersama untuk memajukan daerah ini ke arah yang kita dambahkan. Selamat bermusyawarah dan jadikan landasan semangat kebersamaan dan kesatuan persepsi untuk menghasilkan keputusan-keputusan yang bermakna bagi organisasi, gereja maupun masyarakat,” pungkasnya. (Sumber : Orasirakyat.com, Suaraburuselatan.com, kompastimur.com)

Cari Website Ini


Cari Ayat Alkitab


Ketik kata atau ayat:

Alkitab Bahan

Berita Daerah AMGPM

Seputar AMGPM

Sering Di Baca

Total Pageviews

Site Archive

loading...