Jesus

Chat Kami

Featured Post

AMGPM DABURSEL Suksee Gelar Penalty Kick

Namrole - Pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan menggelar Turnamen Penalty Kick selama dua hari, 8-9 Juli 2026, sebagai bagian dari semarak eu...

All Info AMGPM

Berita Daerah AMGPM

Baca Juga

Syalom...

Berita Cabang AMGPM

Berita Ranting AMGPM


Namrole, AMGPM
Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) menggelar perayaan Natal seMaluku - Maluku Utara, Selasa (6/12/2022).

Ketua Umum Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), Melkianus Sairdekut dalam pesan Natal pada ibadah perayaan Natal AMGPM seMaluku - Maluku Utara menginginkan agar kader harus saling mendoakan.

"Memasuki usia 90 tahun, para kader harus saling mendoakan, mendukung setiap upaya inovatif dalam merawat kebersamaan," demikian disampaikan Sairdikut saat menyampaikan pesan Natal dalam perayaan Natal AMGPM se-Provinsi Maluku - Maluku Utara di Gedung Serbaguna Pemda Bursel.

Dalam wilayah Pelayanan, kata Sairdekut, AMGPM memiliki 1.174 Ranting, 237 Cabang dan 34 daerah yang tersebar di Maluku dan Maluku utara.

"Hari ini AMGPM Daerah Bursel begitu istimewa karena menjadi Lokus pelaksanaan perayaan Natal AMGPM se- Maluku - Maluku Utara," ucapnya.

Ia menuturkan, sebelum perayaan Natal ini berlangsung, Pengurus Besar AMGPM telah melakukan aksi berupa pelayanan sentuhan Natal kepada masyarakat di Dusun Walafau, Desa Wamkana, Kecamatan Namrole.

"Ini merupakan bagian dari aksi pelayanan nyata untuk mengawali perayaan Natal AMGPM yang dikemas dalam bentuk pengobatan gratis bagi warga Dusun Walafau," ungkapnya.

Ia berharap pelayanan kasih ini terus awet sehingga eksistensi dan pelayanan AMGPM terus terjaga di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, Majelis Pekerja Harian Sinode GPM, Pdt. Lenny Bakarbessy dalam arahannya mengatakan bahwa kader AMGPM adalah sumberdaya GPM yang handal, penerus gereja dan masyarakat Maluku di masa depan.


Untuk itu tampilan dan aura AMGPM diharapkan semakin Berseri dan bersinar. Aura yang dimaksud adalah aura yang memberi harapan kepada semua kader, gereja dan masyarakat luas.

"Aura yang menegaskan kehadiran kader AMGPM diruang publik dalam budaya kesantunan dan kedewasaan. AMGPM bukan saja membentuk kader sebagai umat yang memiliki kecerdasan lahiriah tetapi juga kecerdasan batiniah," ucap Bakarbessy. 

Menurutnya, gereja butuh kader bukan saja cerdas akademik, memiliki karya-karya bereputasi, cekatan dan profesional dibidangnya, tetapi lebih daripada itu, AMGPM sebagai anak kandung GPM, harus menghidupi nilai dan budaya kekristenan dalam setiap budaya kristian yang bersifat ramah dan inklusif, merangkul dan memeluk perbedaan dalam ikatan orang Basudara atau kai wait masyarakat Bupolo.

"Sebab AMGPM adalah penopang pilar kebangsaan di Maluku dan Indonesia," paparnya.

Lanjutnya, di era teknologi Digital saat ini menuntut seluruh kader AMGPM untuk beradaptasi kritis untuk tetap relevan dengan kemajuan tanpa kehilangan identitasnya yang khas dan untuk menghadapi semua itu tentu AMGPM tidak bisa berjalan sendiri. 

"Kerjasama dan Kolaborasi perlu terus ditingkatkan, interkoneksitas merupakan formula yang sangat penting dan perlu di saat sekarang dan di masa yang akan datang," paparnya.

Di samping itu, spirit GPM menuju satu abad GPM di tahun 2035, AMGPM harus menjadi organisasi pemuda gereja yang semakin menambah potensi sumberdaya umat/ masyarakat di Maluku yang menjadi kekuatan baru, YANG memiliki potensi, kreatif, inovatif yang dapat berkolaborasi dengan semua elemen demi peningkatan kualitas hidup masyarakat maluku dan menjadi kontribusi GPM bagi Maluku Dan Indonesia di masa depan. 

"Karena itu kami harus menyampaikan terimakasih kepada bung ketua dan seluruh rekan-rekan pengurus besar atas program peningkatan sumberdaya manusia melalui kegiatan relawan mengajar di daerah rawan mutu pendidikan dan minim tenaga pendidik, pemberdayaan ekonomi kreatif melalui bantuan-bantuan modal di daerah-daerah, cabang-cabang dan ranting - ranting," ucapnya.

"Karya-karya kecil itu akan berbuah kebaikan kelak, tetap dijaga dan dikembangkan," tandasnya.

Sementara Wakil Bupati Bursel dalam sambutannya mengatakan Natal memberikan curahan berkat untuk itu AMGPM diajak terus berkontribusi dalam mendukung progres pembangunan di Buru Selatan.

"AMGPM harus terlibat memberikan kesejahteraan bagi segenap umat kristiani sekaligus memberikan semangat dan harapan baru untuk membangun kerja sama dalam setiap pelayanan bagi masyarakat," pungkasnya.


Sementara Ketua Panitia Pelaksana, Orpa Anselany Seleky berterima kasih kepada semua kader dari jenjang ranting hingga pengurus besar yang sudah terlibat demi suksesnya acara Perayaan Natal AMGPM Maluku - Maluku Utara.

"Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah bersumbangsih baik moril maupun materil dalam pelaksanaan perayaan natal AMGPM. Semoga Tuhan Yesus kepala AMGPM memberkati kita semua," tutupnya.


Perayaan natal ini dihadiri oleh pengurus Besar AMGPM, MPH Sinode, Pengurus Daerah kota Ambon, Pulau Ambon dan Pulau Ambon Timur, daerah Buru Utara dan Buru Selatan.


Hadir juga, anggota DPR RI, Mercy C Barends, Pimpinan dan anggota DPRD Bursel, Kapolres Bursel, pimpinan OPD, organisasi pemuda didominasi gereja dan organisasi pemuda lainnya.


Dalam perayaan kali ini, pelayan firman dibawakan oleh Prof. J. Ruhulesin. (MC)

Namrole, AMGPM
Menyikapi perkembangan dunia yang semakin modern, dimana saat ini Bahaya HIV/Aids dan Narkoba semakin menjadi ancaman bagi masyarakat. Maka untuk mencegah hal tersebut berimbas pada pemuda gereja, AMGPM Cabang I Talitakumi, Daerah Buru Selatan menggelar sosialisasi HIV/Aids dan bahaya Narkoba.


Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, (26/9/21) di Gereja Imanuel Jemaat GPM Waenono Kamlanglale.

Kegiatan ini diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh pendeta Doni L Salaudin. Pembacaan Firman terambil dalam kitab II Petrus 3 ayat 17-18.


Dalam Khotbanya, Pendeta Doni menuturkan, bahwa pemuda - pemudi gereja harus banya belajar dan waspada menghadapi kesesatan dunia saat ini.

"Supaya jangan kita kehilangan arah, kita jangan masuk dalam pengcobaan yang membuat kita jauh dari kasih Tuhan," ucap Pendeta Doni.


"Kita dituntut harus waspada, kita haru bersandar pada Tuhan dan terus berpengharapan kepada Tuhan supaya kita tetap kuat dalam menghadapi berbagai cobaan dunia," tandasnya.

Selesai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan kegiatan ini dibuka oleh pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan (Bursel), Bung Erens Tasidjawa.


Pemateri dalam kegiatan ini, yakni Kepala BNNK Bursel, Syane Sahetapi, dr. Avin Pattiasina, dan Kanit Reskrim Polsek Namrole, Ipda jemy Ririhena. 

Bung Erens Tasidjawa dalam arahan singkatnya menghimbau kepada pemuda dan pemudi AMGPM yang hadir supaya dapat menyimak apa yang disampaikan oleh nara sumber.

"Apa yang disampaikan narasumber itu perlu kita serap dan bisa kita sampaikan ke pemuda-pemuda yang lain, sebab di era modern ini kita harus membentengi diri dari hal hal negatif yang nantinya bisa menyusahkan kita sendiri," ajak Tasidjawa.


Kepala BNNK, Yane Sahetapy dalam paparan materinya menyampaikan bahwa saat ini jang menganggap bahwa Kabupaten Bursel aman-aman saja dari bahaya Narkoba. Sebab Bursel sendiri memiliki banyak pintu masuk yang bisa memungkinkan barang haram seperti narkoba bisa masuk.


Kata Sahetapy, sasaran Narkoba saat ini bukan menyasar Orang dewasa saja, tetapi anak - anak saat ini juga sudah menjadi incaran para bandar Narkoba.


"BNN Bursel belum msuk secara menyeluruh ke 6 kecamatan untuk mensosialisasikan bahaya narkoba. Namun itu akan terus dilakukan secara perlahan. Kami berharap dengan kegiatan ini pemuda AMGPM dapat menjadi penyambung lidah bagi masyarakat dan menyampaikan betapa bahayanya menggunakan Narkoba," ujar Sahetapy.

Katanya, Bandar Narkoba ini sangat lihai dan pintar, dia mampu menciptakan Narkoba dalam bentuk bentuk lain, seperti bronis dicampur ganja, ada juga di buat dalam bentuk permen dan masih banyak jenis lagi.

"Modus operandi bandar ini banyak. Kita harus menyadari bahwa Narkoba ini pembunuh masal yang perlu dan serius kita untuk kita perangi," terangnya.


Ia menjelaskan, rangking pertama di Maluku dalam penggunaan Narkoba ada pada di Ambon, kemudian Tual, Buru, Aru, Maluku Tengah, Tanimbar, Maluku Barat Daya, Bursel, Sbb, dan SBT.

"Itu kerawanan narkoba. Kita jangan terpancing dengan rangking Bursel tapi kita harus waspada masuknya Narkoba," jelasnya.


"Anak muda itu gampang terpengaruh dan itu disebabkan karena tekanan teman, tekanan geng anak muda. Ini karena anak muda yang baru beranjak dewasa masih mencari jati diri, faktor keluarga seperti broken Home, putus cinta dll turut andil," sambungnya.


Di Bursel sendiri, lanjutnya para siswa ada yang kedapatan mencium lem sebagai pengganti Narkoba. Ini bahaya dan bisa menggangu saraf- saat belajar. Ini mereka lakukan sampai teler.

Sahetapy menerangkan, Narkoba bisa bermanfaat untuk tindakan kesehatan seperti operasi (anastesi) dan juga digunakan untuk penelitian. 


"Narkoba jenis Ganja memiliki efek bersifat haulusinasi, Sabu menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah yang mengakibatkan stroke, extasi menimbulkan rasa senang tapi merusak saraf inti kita," paparnya.


Dia menghimbau agar pemuda saat ini dapat mempergunakan masa mudanya dengan bijak dan jangan muda terpengaruh dengan ajakan- ajakan yang sesat.

"Pakai masa muda ini dengan baik, jangan kita terpengaruh kita harus mawas diri, jangan karena sesuatu yang menggiurkan dan menyenangkan kita sesaat tapi membuat kita hancur. Apa arti sebuah cita- jika kita terjerumus dalam dunia narkoba," imbuhnya.


"Kalau ada masalah, putus cinta atau masalah keluarga jangan lari ke narkoba nanti memperburuk masalah, kalau ada masalah larilah ke Tuhan, pergunakan wadah - wadah organisasi untuk menyalurkan bakat yang dimiliki. Narkoba memiliki banyak dampak bagi pengguna, dampak kulit, pernapasan, kesehatan tubuh, terganggunya saraf-saraf penting. Cara menghindari itu selalu mendekatkan diri kepada Tuhan sebab Tubuh kita adalah bait Allah, kita harus menjaganya dengan baik. Narkoba itu racun dunia, jadikan dia sebagai musuh kita bersama," tandasnya.

Sementara dr. Avinolin Pattiasina memaparkan tentang penyebab dan solusi HIV/Aids bagi manusia.


"Seseorang yang Aids itu sudah tentu Aids. Maluku menempati ranking ke 27 pengidap HIV/Aids dengan kasus sebanyak 47 kasus. HIV/Aids banyak ditemukan pada manusia dengan usia 25 - 49 Tahun," jelasnya.


Ia menjelaskan, 69 persen HIV/Aids itu diidap oleh laki - laki dari pada perempuan.


"Sampai tahun 2020 kasus menjadi 6.339 kasus. Kota Ambon sudah menjadi dominasi  tertinggi. Di Bursel tahun 2020 kedapatan ada 4 orang, sedangkan di tahun 2021 sudah satu yang terkena Aids," ujarnya.


Untuk menghindari terjangkit HIV/ Aids, ia menganjurkan agar menghindari seks beresiko, penggunaan jarum suntik bergantian, kemudian melakukan donor darah tanpa melakukan pemeriksaan. HIV ditularkan dengan hal - hal tersebut, tapi tidak ditularkan dengan bersalaman dan berpelukan. Penularan hanya melalui cairan tubuh, darah dan ibu ke anak.


"Jauhi seks beresiko, bersikap saling setia, hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian, edukasi pasangan bahwa yang harus kita hindari adalah penyakitnya bukan orangnya," tandasnya.

Kabid Reksrim Polsek Namrole, Ipda Jemy Ririhena menegaskan memakai Narkoba hanya menyusahkan diri sendiri dan orang - orang terdekat. Pengunaan narkoba akan membuat seseorang kecanduan dan sangat susah untuk di obati.


"Pemakaian Narkoba juga bisa memicu munculnya tindakan kriminalitas. Kalau dia pengguna aktif dan tidak punya uang untuk beli Sabu dia bisa mencuri. Kalau dia sudah melakukan tindakan kriminalitas, pasti akan dihukum dan masuk penjara," ujarnya.


"Kalau ingin masa depan anak muda baik, bangsa ini memiliki masa depan yang baik, sampaikan kepada kami jika mengetahui ada yang menggunakan narkoba. Nanti kami tangani dengan cara kami sendiri dan rahasia terjamin," tandasnya. 


Kegiatan ditutup dengan pemberian cinderamata dari ketua panitia kegiatan, Bung Christian Ruhupessy kepada pemateri. (AMGPM)



Namrole, Buru Selatan
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon, khususnya Komisariat Ekonomi Unpatti menggelar kegiatan Wisata Keesaan yang direncanakan akan berlangsung selama 1 minggu, yakni dari Selasa (25/09/2018) hingga Selasa  (2/10/2018) mendatang.

Kegiatan Wisata Keesaan ini melibatkan AMGPM Cabang I Talitakumi dan GAMKI Kabupaten Bursel dimana kegiatan tersebut dipusatkan di Dusun Waezoar, dimana AMGPM Ranting Anugerah berada, Selasa (25/9/2018).

Sejumlah agenda kegiatan akan dilaksanakan selama pelaksanaan Wisata Keesaan tersebut, yakni Diskusi dengan Pemerintah Kabupaten Bursel, Pemasangan Toa Gereja Anugerah Waezoar, dan Waezoar Bermazmur serta pengangkatan papan dan pembersihan lokasi untuk pembangunan Walang Baca pada hari Selasa (25/9).

Kemudian, pada hari Rabu (26/9) akan dilaksanakan kegiatan pembangunan Walang Baca, Seari Mengajar dan Bimbel. Berikutnya pada hari Kamis (27/9) akan dilaksanakan Pengobatan Massal, Pembangunan Walang, Bimbel dan Waezoar Bermazmur.

Untuk hari Jumat (28/9) akan dilaksanakan Pembangunan Walang Baca, Lomba-Lomba, Bimbel dan Lomba Raja-Raja/Gaplek. Selain itu untuk hari Sabtu (29/9) akan dilaksanakan Pemberian Benih Tanaman untuk Kebun AMGPM, Pembangunan Walang Baca, Bimbel, Lomba Raja-Raja/Gaplek.

Bukan hanya itu, pada hari Minggu (30/9) akan dilaksanakan Ibadah Minggu, Lomba untuk anak-anak dan Waezoar Bermazmur. Sedangkan pada hari Senin (1/10) akan dilaksanakan Peresmian Walang Baca dan Waezoar Bermazmur.

Asisten III Setda Kabupaten Bursel, Rony Lesnussa ketika memberikan sambutan diselah-selah kegiatan itu mengaku sangat bangga atas kepedulian orang-orang muda yang mau turut serta membangun Kabupaten Bursel, terlebih khusus Dusun Waezoar agar lebih mau kedepan.

“Pemerintah Kabupaten Bursel merasa bangga kepada adik-adik GMKI, AMGPM dan GAMKI, dimana saat ini adik-adik bisa meluangkan waktu untuk berada di tempat ini. Sebab, acara pada saat ini membuka lembaran baru pada daerah ini,” kata Lesnussa.

Menurut Lesnussa, walaupun kegiatan ini berkatagori kegiiatan kkeagamaan dalam lingkup gereka, tetapi dalam lingkup luasnya GMKI, AMGPPM dan GAMI sudah turut membantu Pemda Bursel dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan di Dusun Waezoar ini.

“Pemerintah mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh saudara-saudara, bukan dilihat datang untuk orang Waezoar, datang untuk umat Kristen yang ada di Waezoar tapi kegiatan ini sudah membantu Pemda Bursel  dalam meningkatkan kualitas iman, kualitas iptek dan kualitas sumber daya,” cetusnya.

Sebab, menurutnya, ini sebuah kebanggaan Pemda, sebab ini merupakan tanggung jawab Pemda, baik itu tanggung jawab Dinas Pendidikan Kabupaten Bursel maupun tanggung jawab Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bursel serta stakeholder terkait lainnya.

Tak hanya itu, Camat Waesama, Ahmad Wael pun turut menyampaikan apresiasi pihaknya terhadap pelaksanaan kegiatan Wisata Keesaan di wilayah pemerintahannya itu.

“Alhamdulillah kami pemerintah kecamatan sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan adik-adik untuk turut serta melaksanakan program-program di wilayah kecamatan Waesama, terutama di Dusun Waezoar ini,” ucap Wael.

Iapun mendoakan dan berharap agar rangkaian kegiatan yang dilaksanakan ini akan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang ada di dusun tersebut.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan adik-adik disini diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa dan apa yang dikerjakan disini dapat berlangsung sesuai apa yang direncanakkan,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua GMKI Cabang Ambon Alfred Sony Lodar dalam sambutannya mengaku bahwa Wisata Keesaan yang dilakukan pihaknya bukan sekedar wisata biasa, melainkan ada misi khusus yang diibawa pihaknya untuk membantu masyarakat dimana menjadi lokasi mereka melakukan aktivitas wisata keesaan.

“Wisata Keesaan ini bukan hanya sekedar wisata, tetapi kami melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan dengan kemampuan kami, kami mencoba membantu, kami mohon juga kerja semua pihak untuk secara bersama-sama  melihat kebutuhan utama masyakat disini,” ucapnya.

Iapun turut menyampaikan terima kasih kepada AMGPM, GAMKI dan Pemda Bursel yng turut serta berkontrbusi atas pelaksanaan kegiatan dimaksud.

Tak hanya itu, Ketua Panitia Wisata Keesaan, Jenderal Luis Rehatta dalam laporannya menjelaskan bahwa salah satu kegiatan utama pihaknya ialah pembuatan Walang Baca bagi masyarakat setempat.

“Salah satu kegiatan utama kami adalah pembuatan Walang Baca. dimana sesuai hasil assessment kami melihat tingkat sumber daya masyarakat sangat rendah sehingga bagaimana kiita meningkatkan ekonomi, bagaimana kita meningkatkan  kesejahteraan masyarakat kalau bukan dari sumber daya manusianya,” ucapnya.

Sebab, lanjutnya, salah satu rencana jangka panjang pihaknya edepan adalah pembuatan Walang Baca sehingga kalau dikelola dengan baik oleh masyarakat, oleh AMGPM disini dan juga di dukung oleh pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Arsip daerah, maka dusun ini diharapkan akan menjadi Dusun Baca.

Sementara itu, Ketua I AMGPM Cabang I Talitakumi, Maxigen L Lesnusa dalam sambutannya sangat memberikan respon positif terhadap teman-teman GMKI yang mellaksanakan programnya dii Dusun Waezoar tersebut.

“Kami berharap keberadaan saudara-saudara bersama selama satu minggu biarlah kita melakukan kerja nyata supaya ketika saudara-saudara kembali ke Ambon, saudara-saudara meninggalkan cendera mata yang akan selalu dikenang. Ini merupakan satu motivasi tersendiri bagi kami. Kami yakin apa yang kita lakksanakan bersama ini tidak ada yang sia-sia,” kata Lesnussa yang juga Ketua PGRI Kabupaten Bursel.

Tak hanya Lesnussa, Ketua GAMKI Kabupaten Bursel, Leksi Sigmarlatu pun turut menyampaikan apresiasi positif atas kedepudlian GMKI dalam menjangkau Dusun Waezoar dengan program-programnya yang sangat baik tersebut.

“Kami secara organisatoris sangat mendukung keberadaan saudara-saudara disini dan kami sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang saudara-saudara laksanakan di Dusuni ini,” tutpnya. (sumber: Kompastimur.com)

Cari Website Ini


Cari Ayat Alkitab


Ketik kata atau ayat:

Alkitab Bahan

Berita Daerah AMGPM

Seputar AMGPM

Sering Di Baca

Total Pageviews

Site Archive

loading...