Baca Juga
Namrole – Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Buru Selatan (Dabursel) menggelar Perayaan Natal Kristus Tahun 2025 dengan penuh khidmat dan sukacita di Gedung Gereja Jemaat Kilometer 9 Ratawano, Jumat (19/12/2025).
Perayaan Natal tahun ini mengusung tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera bagi Kita dan bagi Semua”, yang menegaskan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai sumber kasih, persatuan, dan damai sejahtera bagi seluruh umat manusia tanpa sekat.
Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt. Felya Tomasoa dengan pembacaan Alkitab dari Injil Lukas 2:1–7. Dalam khotbahnya, Pdt. Felya menekankan pentingnya kerendahan hati dalam memaknai Natal. Ia mengingatkan bahwa Yesus Kristus lahir dalam kesederhanaan, namun membawa terang keselamatan dan pengharapan bagi dunia.
Ketua Daerah AMGPM Dabursel, Dominggus Seleky, dalam pesan Natalnya mengajak seluruh kader dan umat untuk menaikkan puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih dan anugerah-Nya sehingga perayaan Natal dapat berlangsung dalam suasana damai dan penuh sukacita.
Menurutnya, Natal tidak boleh dimaknai sebatas perayaan seremonial, melainkan sebagai momentum refleksi iman dan tanggung jawab sosial. Damai sejahtera Kristus, kata dia, bukan hanya ketiadaan konflik, tetapi wujud kasih Allah yang mempersatukan manusia dalam cinta, pengampunan, dan solidaritas.
“Makna Natal harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pelayanan gereja, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun dalam dinamika organisasi AMGPM. Orang muda Kristen dipanggil untuk menjadi pembawa damai, membangun relasi yang sehat, dan menciptakan budaya hidup yang positif,” ujar Seleky.
Ia juga menyinggung berbagai tantangan zaman yang dihadapi orang muda, mulai dari perkembangan teknologi, kompleksitas sosial, hingga dinamika pembangunan wilayah. Dalam konteks tersebut, AMGPM diharapkan hadir sebagai kekuatan moral dan sosial yang mampu membangun persaudaraan lintas ranting, lintas cabang, bahkan lintas iman.
Menjelang Tahun Baru 2026, Dominggus mengajak seluruh kader AMGPM dan umat Kristen untuk bersama-sama menjaga suasana aman, tertib, dan damai, tidak hanya bagi internal gereja, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang majemuk di Kabupaten Buru Selatan.
Sementara itu, Ketua Panitia Natal, Rence Lesnussa, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Natal AMGPM Dabursel berlandaskan pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AMGPM serta keputusan organisasi yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa tujuan perayaan Natal ini adalah untuk mensyukuri kasih Tuhan Yesus Kristus sekaligus mempererat persekutuan dan kesaksian orang muda gereja.
“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, serta memohon maaf apabila dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan,” kata Lesnussa.
Perayaan Natal semakin semarak dengan penampilan puji-pujian dari Vokal Grup AMGPM Ranting Muan Modan, Ranting Tolot Lea, Ranting Waenono Kamlanglale, dan AMGPM Ranting Ebraun. Selain itu, Natal AMGPM Dabursel juga diwarnai dengan pembagian bingkisan Natal kepada masyarakat Jemaat Kilometer 9 Ratawano, serta penyerahan bingkisan Natal untuk mendukung pembangunan Pastori Ratawano dan Waezoar sebagai wujud nyata “Titian Kasih” AMGPM.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Majelis Pekerja Klasis Buru Selatan, KMJ Waetena, Pendeta Kilometer 9 Pdt. Jems Latuwael, pengurus dan senior AMGPM Dabursel, para pendeta gereja sahabat, perwakilan Pemerintah Desa Waenono, seluruh pengurus dan anggota AMGPM dari berbagai ranting, serta masyarakat setempat.
Perayaan Natal AMGPM Dabursel Tahun 2025 menjadi momentum iman dan persaudaraan yang meneguhkan komitmen orang muda gereja untuk terus menghadirkan damai sejahtera Kristus di tengah gereja, masyarakat, dan bangsa. (MC)
Namrole, Buru Selatan – Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting Imanuel Waenono–Kamlanglale, Cabang I Talitakumi, Daerah Buru Selatan, sukses menggelar Turnamen Penalti Kick yang berlangsung di Lapangan Bola Desa Kamlanglale, Kecamatan Namrole, Sabtu (27/9/2025) pukul 15.00 WIT. Turnamen ini dibuka untuk umum dan diikuti oleh berbagai kelompok usia, khususnya generasi muda dari wilayah sekitar.
Ketua Ranting Imanuel Waenono–Kamlanglale, Petraldo Kelbulan, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas penyertaan-Nya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Ia menjelaskan bahwa lomba yang direncanakan berlangsung selama dua hari ini bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wadah pengembangan diri bagi kaum muda AMGPM maupun masyarakat umum untuk mengoptimalkan potensi, minat, dan bakat yang dimiliki.
“Turnamen ini bukan sekadar ajang untuk mencari pemenang, melainkan kesempatan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada generasi muda agar terus mengembangkan kemampuan mereka. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempererat persaudaraan, kebersamaan, dan solidaritas di antara peserta maupun masyarakat,” ungkap Kelbulan.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta dan panitia agar selalu menjaga ketertiban, keamanan, serta menjunjung tinggi persaudaraan selama turnamen berlangsung. “Melalui kegiatan ini, kita sebagai orang muda yang juga bagian dari warga negara harus menunjukkan peran positif dalam menciptakan suasana yang aman, harmonis, dan penuh sportivitas,” tambahnya.
Setelah sambutan Ketua Ranting, Ketua Cabang I Talitakumi, Roby Tasidjawa, secara resmi membuka turnamen. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia pelaksana. Menurut Tasidjawa, meskipun hanya berupa turnamen penalti kick, ajang ini dapat menjadi sarana untuk menguji ketangkasan, ketepatan, dan mental kompetitif para peserta.
“Dari ajang yang sederhana seperti ini, kita belajar banyak tentang kerja sama, konsentrasi, dan bagaimana menghadapi tantangan dengan penuh percaya diri. Hal-hal seperti ini yang nantinya akan membentuk karakter generasi muda yang lebih tangguh,” ujar Tasidjawa.
Acara pembukaan turnamen ini turut dihadiri oleh sejumlah pihak penting, antara lain Pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan, Pengurus Cabang I Talitakumi, Ketua dan Majelis Jemaat GPM Waekam, Kapolsek Namrole, pemerintah desa Waenono dan Kamlanglale, tokoh masyarakat, serta para peserta dan pendukung dari berbagai desa. Kehadiran para undangan ini menunjukkan dukungan kuat terhadap upaya AMGPM dalam menciptakan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan mengusung semangat AMGPM, “Kamu adalah Garam dan Terang Dunia,” turnamen ini diharapkan dapat memperkuat motivasi generasi muda untuk terus bersikap militansi dan progresif dalam pelayanan gereja dan masyarakat. Petraldo Kelbulan menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pelayanan AMGPM yang berakar dalam Gereja Protestan Maluku, serta bentuk pengabdian kepada Allah melalui karya yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Turnamen penalti kick ini tidak hanya diharapkan melahirkan bibit unggul dalam olahraga, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkokoh persatuan dan semangat kebersamaan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, AMGPM menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, kreatif, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (MC)
Bursel - Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) XI AMGPM Cabang I Talitakumi yang berlangsung di Ranting Imanuel Waenono-Kamlanglale, Minggu (16/03/2025) berjalan sukses.
Mengawali rangkaian pembukaan MPPC XI AMGPM Cabang I Talitakumi dilakukan kebaktian minggu yang dipimpin oleh Pendeta Patrick. S. Leleury.
Usai kebaktian, proses pembukaan MPPC diawali dengan Laporan Panitia Pelaksana oleh Selfanus Tetelepta, dalam laporannya Tetelepta menjelaskan Peserta yang mengikuti MPPC berasal dari utusan 7 Ranting termasuk para Pendeta Se-Wilayah Cabang I Talitakumi.
Tetelepta menyebut tujuan musyawarah adalah untuk mengevaluasi program pelayanan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Pengurus Cabang (PC) tahun 2024 serta menetapkan program pelayanan dan APB tahun 2025, termasuk keputusan-keputusan lainnya.
Senada hal tersebut turut disampaikan Ketua Cabang Roby Tasidjawa dalam pidatonya di pelaksanaan MPPC XI tahun 2025, kegiatan tersebut dilakukan di bawah sorotan tema : “Beritakanlah Tahun Rahmat Tuhan telah datang dan Kerjakanlah Keselamatan” dan Sub Tema: “Teguhlah Sebagai Gereja Yang Profetik Untuk Terus Berbuah Bagi Kehidupan Bersama".
Tasidjawa menambahkan sidang Musyawarah yang digelar saat ini bukan untuk saling menghakimi melainkan menjadi wadah untuk pengembangan pelayanan dan pengkaderan organisasi pemuda gereja melalui evaluasi pelayanan secara baik dan matang.
"Hal ini dimaksudkan agar Kader di wilayah pelayanan Cabang I Talitakumi tetap menjaga kebersamannya dalam menjalankan pelayanan sebagai Garam dan Terang Dunia," ucap Tasidjawa.
Sekretaris AMGPM Daerah Buru Selatan, Vence Titawael mengungkapkan perkembangan jaman saat ini AMGPM harus bertransformasi, seperti halnya mendorong para kader untuk memanfaatkan konteks digitalisasi yang kian merambah.
"Terkait hal dimaksud ada berbagai terobosan yang mesti didorong untuk pengembangan pelayanan AMGPM ditengah pemanfaatan teknologi yang berkorelasi dengan jaman digitalisasi saat ini," kata Titawael.
"Dimana AMGPM senantiasa mentransformasikan dirinya menuju arah yang lebih baik, hal ini dibuktikan melalui Kongres Istimewa dan MPP yang telah melahirkan berbagai keputusan strategis termasuk perubahan Peraturan AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO), perubahan ini akan berdampak signifikan sampai ke aras Ranting," ujarnya.
Titawael menambahkan pemanfaatan lahan tidur juga dapat didorong sebagai lahan produktif tujuannya untuk kemandirian organisasi tetapi juga peningkatan ekonomi kader kedepannya.
Ketua Kring Wilayah Cabang I Talitakumi Pendeta. H. R. Lessil/S, S.Si mengatakan dimomentum sidang legislatif AMGPM tingkat Cabang sudah mesti memberikan ide dan gagasan dalam menerjemahkan konteks digitalisasi yang dinilai sangat penting saat ini.
Hal lain yang perlu didorong adalah penguatan kapasitas kader AMGPM kedepannya, penguatan kapasitas kader akan menjadi nilai tawar sebagai kebutuhan penting di wilayah pemerintahan saat ini, dengannya upaya ini akan mendorong kapasitas diri yang mumpuni hingga membentuk integritas sebagai orang muda.
Menutup Sambutan pelaksanaan MPPC XI AMGPM Cabang I Talitakumi Camat Namrole Nasir Solissa berharap AMGPM tetap menjadi mitra dan berperan penting setiap progres pembagunan daerah kedepannya.
Agenda MPPC XI AMGPM Cabang I Talitakumi berlangsung sampai pukul 22 lebih 30 menit Waktu Indonesia Timur dan ditutup oleh Ketua AMGPM Daerah Buru Selatan Dominggus Seleky. (MC)
Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan gong yang berlangsung di Gedung Gereja Opo Skotak Jemaat GPM Waeraman wilayah AMGPM Dabursel Cabang IV Ora Et Labora Ranting Ebenhaezer pada Rabu, (3/4/2024).
Prosesi pembukaan MPPD dihadiri Majelis Pekerja Klasis Buru Selatan yang diwakili Pdt. Ny. H. R. Lessil/S. S.Si, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan yang diwakili Kepala Dinas Pemuda Dan Olah Raga Renaldy Soulisa, M.Si, Pengurus AMGPM Dabursel, Para Pendeta Se-Klasis Buru Selatan, Delegasi 8 Cabang yang tersebar di wilayah pelayanan AMGPM Dabursel.Dalam laporan Ketua Panitia Charles Lesbatta mengatakan Pelaksanaan MPPD menjadi bagian dari konstitusi AMGPM yang berkewajiban menyampaikan hasil laporan evaluasi Program Pelayanan dan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) tahun sebelumnya dan menetapkan Program Pelayanan dan APB tahun berikutnya termasuk keputusan lain didalam pikiran rekomendatif.
"AMGPM Dabursel terdiri dari 8 Cabang dan 36 Ranting yang tersebar di Daerah Buru Selatan, menurutnya secara organisatoris lembaga legislatif ini menghadirkan delegasi cabang, masing-masing Cabang diantaranya unsur Peserta Biasa dan Peserta Luar Biasa yang ditotalkan berkisar 100 orang", ungkapnya.
Ketua AMGPM Daerah Buru Selatan Dominggus Seleky mengatakan pelaksanaan MPPD XXVIII tahun 2024 dilakukan di bawah sorotan tema : “Beritakanlah Tahun Rahmat Tuhan telah datang dan Kerjakanlah Keselamatan” dan Sub Tema: “Bersama-sama Meningkatkan Kualitas Hidup Sebagai Wujud Bertumbuhnya Keluarga Allah.Dalam suasana memaknai Jumat Agung dan Perayaan Paskah Kristus sekaligus suasana memperingati Hari Jadi AMGPM pada usia yang ke-91 Tahun tertanggal 27 Maret 2024, Seleky berharap agar Organisasi AMGPM tetap memancarkan rasa dan kebaikan dalam tanggung jawab sebagai Garam dan Terang Dunia.
"Hari ini kita bersyukur dan bersukacita, persembahan puji syukur dan terima kasih ini disampaikan kepada Opo Jou Lastalah Opo Geba Snulat, Tuhan Yesus Kristus kepala AMGPM sebab Ia baik oleh kasihNya kita dimampukan melakukan bagian tugas menanam dan menyiram sebagai Gereja yang hidup didalam tanggung jawab khusus menjadi Garam dan Terang Dunia", ungkapnya.
Melalui rasa syukur dan bersukacita menjadi bagian dari misi AMGPM disemua jenjang sebagai manifestasi dari kesetiaan pemuda Gereja Protestan Maluku menghidupi AMGPM yang adalah wadah tunggal pembinaan pemuda GPM di semua jemaat di Daerah Buru Selatan.AMGPM terus melaksanakan upaya GPM melalui Program Menanam, Melaut dan Memasarkan, program ini tentu menjadi usaha AMGPM melalaui pemberdayaan kader lewat pembuatan kebun organisasi baik ditingkat cabang maupun ranting.
Untuk masing-masing tingkatan memiliki 1 hektar menuju 45 hektar lahan tanam AMGPM Dabursel, ditambah usaha koperasi Eglinan Junai sebagai konsep AMGPM dalam upaya pemasaran produk unggulan komoditas pangan lokal yang melimpah di wilayah pelayanan AMGPM agar menjadi penguatan kelembagaan termasuk pendapatan keluarga dan kader.
"Bagi Pengurus Daerah pembuatan kebun Organisasi Ranting, Cabang dan Daerah minimal masing-masing satu hektar menuju 45 hektar yang sudah di lakukan dalam rangka mewujudkan ketahanan pemuda di bidang ekonomi serta penguatan kelembagaan secara finansial". imbuhnya.
Selain itu, AMGPM turut menaruh perhatian serius bagi tugas-tugas menggarami dan menerangi wadah pelayanan ini.
"AMGPM Dabursel memiliki 8 Cabang dan 36 ranting dengan jumlah Ribuan Anggota Ranting yang berusia 17 sampai 45 tahun, serta kurang lebih kader yang berusia lebih dari 45 Tahun turut masih menaruh perhatian serius bagi tugas menggarami dan menerangi",Paparnya.
Seleky menyebut Beberapa bulan kedepan Kabupaten Buru Selatan juga turut menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada tahun ini, sehingga wajib mendukung proses jalannya Pilkada tahun ini."Pada titik ini semua kader AMGPM akan bercibaku dengan dinamika di Kabupaten Buru Selatan, sebagai penanggung jawab organisasi harus kami pertegas dalam momentum ini , siapapun pilihan kita, apapun latar belakang parta politik yang diidolakan, namun keutuhan menjaga organisasi AMGPM sebagai rumah besar bersama harus menjadi pegangan kuat bagi semua kader", tegasnya.
"Secara pribadi, Pengurus Daerah bahkan Kader AMGPM juga masyarakat Indonesia kami tegaskan dengan sekuat tenaga akan menjaga marwah Organisasi AMGPM, walaupun disadari bahwa tekanan, ancaman dan bahkan politik uang yang sering kali mewarnai proses politik, sehingga sudah waktunya AMGPM menunjukan kekuatan langsung dan hakiki dari demokrasi, kader AMGPM akan mendoakan kader maupun senior yang selalu menaruh perhatian secara serius bagi pengembangan Organisasi dan Kadernya di Buru Selatan", tambahnya.
Sekretaris Umum Pengurus Besar AMGPM Pdt. Rishard E. Resley menyampaikan upaya menghadirkan kemandirian ekonomi bagi Kader AMGPM Daerah Buru Selatan perlu dilanjutkan dalam upaya pemberdayaan pemuda gereja.
Selain itu, upaya-upaya membangun sinergitas dan solidaritas dalam menumbuhkan nilai-nilai edukasi dan advokasi bagi lingkungan, budaya, nilai-nilai Gender serta upaya-upaya kesadaran hukum dan proses pendidikan politik sebagai basis pencerdasan kader.
"Sejalan dengan itu, tentunya gumulan dan tantangan ke depan sungguh sangat berat. Oleh karena itu, gumulan dan tantangan tersebut harus ditata sejak dini dengan jalan Pertama, menjadikan AMGPM sebagai wadah tunggal pembinaan pemuda GPM yang berkontribusi bagi pembentukan spiritualitas kader, Masih dalam Aksentuasi kepada pendidikan kader menjadi perlu agar seluruh potensi pemuda GPM menjadi sumber daya yang tulus dan sungguh-sungguh menjalankan misi GPM di setiap Jemaat.
Kedua, kader AMGPM sudah saatnya berkreatifitas, berinovasi di tengah Tranformasi Digital, ketiga, bahwa dalam pergerakan ber-AMGPM para kader di Daerah Buru Selatan mesti bersanding dengan Pemerintah Daerah tanpa meninggalkan jati diri dan spirit kemandiriannya", lanjutnya.
"Artinya dengan tetap mengedepankan pengakuan dan mottonya, AMGPM Daerah Buru Selatan dapat membangun sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, karena itu diharapkan musyawarah ini kita dapat melahirkan program-program kearah penguatan kelembagaan dan iman AMGPM dalam kerangka membangun Kabupaten Buru Selatan," tutupnya
Sejalan dengan hal dimaksud Majelis Pekerja Klasis GPM Buru Selatan Pdt. H. R. Lessil/S, S.Si mengatakann Program Gerakan Menanam, Melaut dan Memasarkan masih tetap menjadi gumulan GPM, saat ini AMGPM menunjukan pionirnya sebagai Garam dan Terang melalui aksi nyata dalam pengembangan lahan kosong sebagai tempat bertanam berbagai komoditas pangan lokal.
"Kami berharap AMGPM terus melakukan upaya kemandirian organisasi tetapi juga untuk kesejahteraan keluarga dan bagi para kader dalam pengelolaan potensi alam di wilayah pelayanannya masing-masing",ungkapnya.
GPM saat ini juga tengah berkosentrasi pada kesiapan menghadapi Pemilihan Majelis Jemaat Periode 2025-2030 yang akan berlangsung di tahun ini, diharapkan juga para kader AMGPM Dabursel turut menyiapkan diri sebagai pelayan khusus kedepannya.
"Kader AMGPM sudah harus siap untuk ada dalam proses pemilihan Majelis Jemaat sekaligus kepada para kader AMGPM juga perlu menyiapkan dirinya maju dalam pemilihan sebagai Majelis Jemaat", harapnya.
Bupati Buru Selatan dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Pemuda Dan Olah Raga Renaldy Soulisa berharap kegiatan MPPD harus mampu memperlihatkan karakter dan identitas AMGPM, dalam kaitan itulah maka sebagai pemuda dengan jiwa kepeloporan, visioner harus mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan menjadi tulang punggung dalam mendukung pelaksanaan pembangunan di daerah ini.
Sejalan dengan itu, ditengah pergaulan aktivitas kepemudaan yang majemuk ditingkat lokal, regional maupun nasional dengan corak kristiani senantiasa menebarkan kasih kepada sesama, diharapkan AMGPM Buru Selatan semakin meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mewujudkan kabupaten yang rukun, berkualitas, adil, mandiri dan sejahtera.
Agenda MPPD XXVIII AMGPM Dabursel dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum Pengurus Besar AMGPM Pdt. Rishard E. Resley yang disaksikan MPK Buru Selatan Pdt. Ny. H. R. Lessil/S, S.Si dengan jadwal pelaksanannya selama dua hari sejak Rabu 3 April sampai Kamis 4 April 2024.
Pembukaan MPPD yang berlangsung di Jemaar GPM Waeraman diawali dengan Kebaktian yang dipimpin oleh Pdt. Adel Papasoka, S.Si Teol.
AMGPM, Dabursel
MPPC tersebut dibuka langsung oleh Ketua Daerah AMGPM Bursel, Dominggus Seleky dan di hadiri oleh pengurus daerah AMGPM Bursel; Pengurus Cabang Talitakumi; Exofficio, Pdt. H R Lessil/Seleky; Kapolsek Waesama, IPDA Bastian Tuhuteru; Danramil Waesama; Komandan Pos Armet Waelikut; Camat Waesama, Alem A Souwakil; Sekretaris Camat Waesama, Harun Souwakil; Kades Wailikut, Jafar Wael; Kadus Waesoar, Majelis Jemaat GPM Waesoar, perutusan dari sejumlah pengurus dan anggota Ranting AMGPM Se-Cabang Talitakumi serta tamu undangan lainnya.
MPPC diawali dengan Ibadah yang dipimpin oleh Pdt.J. Lopulalan/ Tasidjawa. Pembacaan Firman terambil dari Injil Matius 17: 14-21.
Selanjutnya, MPPC di buka dengan Akta Penyalaan Lilin dan Penaburan Garam oleh Ketua AMGPM Cabang Talitakumi, Roby Tasidjawa sebagai tanda dan pengingat semua peserta akan moto AMGPM "Kamu adalah Garam dan terang Dunia".
Ketua Daerah AMGPM Bursel, Dominggus Seleky dalam arahannya mengatakan, pelaksanaan MPPC ke X adalah untuk mengevaluasi realisasi program tahun 2022 dan menetapkan program tahun 2023.Disamping itu, MPPC harus mampu melahirkan dan membetuk kader yang bersikap kritis terhadap masalah gereja maupun masyarakat serta mampu bersaing di era digitalisasi.
"Kader AMGPM sudah saatnya berkreatifitas di tengah transformasi digital di erah pandemi Covid19 dan isu-isu perekonomian global maupun regional," ucap Seleky.
Lanjutnya, AMGPM juga harus mampu memainkan peran bersama dalam menyikapi tahun politik saat ini dengan menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan masing-masing.
Bahkan, gumulan AMGPM ke depan sangat berat, tapi kita harus tetap mampu membina pemuda AMGPM sebagai kader yang tulus dan sungguh-sungguh menjalankan pelayanan baik di gereja maupun masyarakat.
"AMGPM di Daerah Bursel khususnya Cabang I Talitakumi sudah harus membuktikan diri sebagai organisasi gereja yang cerdas sosial, ekonomi dan politik. Kecerdasan dapat diwujudkan dengan tanggap terhadap dinamika sosial, ekonomi dan politik di daerah," tuturnya.
Ketua AMGPM Cabang Talitakumi, Robi Tasidjawa dalam pidatonya mengatakan kader yang ada di 7 ranting pada Cabang Talitakumi dalam melayani jangan hanya di dalam AMGPM saja tapi dapat berekspansi keluar untuk menghadirkan syalom Allah di tengah-tengah masyarakat.
"Sebagai kader kita mesti menunjukkan kemampuan kita dalam pengembangan diri. Kader AMGPM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dengan tetap menjadi garam yang memberi rasa dan terang yang selalu bercahaya," ucap Tasidjawa.Ia juga berharap, peserta AMGPM yang hadir dalam MPPC tersebut dapat berkontribusi dalam menyumbangkan ide dan pikiran untuk melahirkan program-program strategis demi menunjukan eksistensi AMGPM di masyarakat luas.
"Tuangkan ide dan pikiran kreatif saudara-saudara untuk memperkaya program yang menjadi tujuan bersama kita dalam ber-AMGPM," pintanya.
Sementara arahan Exofficio, Pdt. H. R Lessil Seleky mengajak kader AMGPM dan semua peserta untuk selalu bersyukur dalam segala keadaan.
"Kita harus bersyukur dalam segala realita. Untuk itu jadikan MPPC X ini sebagai bagian dalam saling mendukung dan buka sebagai wada untuk saling menghakimi," ucap Lessil.Lessil menuturkan, bahwa AMGPM harus mampu menghadapi perubahan global dunia saat ini dengan mengembangkan potensi AMGPM yang ada.
"Kita harus mampu mengembangkan kemampuan dan potensi kader dalam menciptakan sumber-sumber ekonomi baru demi kesejahteraan kader, gereja dan masyarakat," pintanya.
Selain itu, tambah Lessil, dalam menghadapi tahun politik, Kader AMGPM harus mampu menjaga keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat.
"Karena kader AMGPM bukan saja hanya berbicara soal Gereja tapi harus mampu menyumbangkan pikiran, tenaga demi terciptanya tahun politik yang aman dan damai," tandasnya.
Dikesempatan yang sama, Camat Waesama, Salim Souwakil mengapresiasi pelaksanaan MPPC ke X. Karena selain menjalankan amanat konstitusi, MPC juga dapat mendekatkan hubungan sesama kader.
Ia berharap, apa yang menjadi perbicangan dalam MPPC nanti, dapat terus menguatkan kader untuk tetap menjadi garam dan terang dunia.
Sedangkan Ketua Panitia, Bruri Latuwael dalam kesempatan itu mengucap terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu demi suksesnya MPPC ke X.
"Terima Kasih kepada semua pihak yang telah membantu demi suksesnya pelaksanaan MPPC tersebut," tandasnya. (MC)
AMGPM, Dabursel - Kegiatan Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) Ke I Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku, (AMGPM) Cabang 3 Nafiri Sion berlangsung sukses di Ranting Eirene Jemaat GPM Waewali, Jumat (26/01/2023).
Pembukaan MPPC berlangsung pukul 11.00 hingga 20.00 Wit dan dihadiri 3 Ranting se-Cabang 3 Nafiri Sion diantaranya Ranting Eirene, Ranting Bethesda dan Ranting Solavide, Para Ketua Majelis Jemaat serta Pengurus Daerah Buru Selatan (Dabursel) yang membuka kegiatan tersebut.
Ketua Cabang 3 Nafiri Sion R. Liligoly dalam pidatonya berharap moment persidangan ini dapat dijadikan sebagai media belajar.
Menurutnya MPPC digelar untuk mengevaluasi realisasi anggaran dan program tahun sebelumnya serta menetapkan anggaran dan program satu tahun pelayanan berikutnya termasuk pikiran-pikiran rekomendasi.
Dikesempatan yang sama, Ketua Bidang IV Pengurus AMGPM Dabursel Erens J. Tasidjawa dalam arahannya mengatakan hari ini menjadi hari sukacita bagi para kader di ke ketiga ranting se-Cabang 3 Nafiri Sion yang loyal dalam menunjukan militansinya kepada AMGPM.
Dijelaskan, melalui moment MPPC dirinya mewakili Pengurus Daerah AMGPM Daerah Buru Selatan berharap sungguh seluruh peserta dapat memanfaatkan agenda ini untuk memberikan kontribusi pikir, ide dan gagasan dalam menunjang peningkatan pelayanan, pengembangan organisasi dan potensi kader serta pemberdayaan kader.
"Kami berharap peserta MPPC di Cabang 3 Nafiri Sion dapat menetapkan anggaran dan program satu tahun pelayanan termasuk keputusan strategis lainnya dalam pikiran rekomendatif sesuai konteks pelayanan," ujar Tasidjawa.Tasidjawa juga mengingatkan bagi Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus-Pengurus Ranting (PR) bahwa sinergitas dan koordinasi dengan gereja harus terus dibangun guna menumbuhkembangkan pelayanan dan kemajuan organisasi dalam kesadaran AMGPM sebagai anak kandung gereja, termasuk sinergitas dengan pemerintah di wilayah pelayanan masing-masing.
Menutup arahannya itu Tasidjawa juga mengajak seluruh anggota AMGPM se-Cabang 3 Nafiri Sion untuk terus menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif dan selalu setia menepis isu-isu hoax di tengah masyarakat.
Acara Pembukaan MPPC Ke 1 AMGPM Cabang 3 Nafiri Sion di layani oleh Pdt. Ny. E. Latue.Dalam agenda MPPC ditutup oleh Sekretaris Bidang I Pengurus Daerah Stevano Kailola, dimana dalam sambutannya, Kailola mengajak peserta bahwa sesungguhnya MPPC yang berlangsung ini bukan menjadi keputusan Pengurus Cabang saja, melainkan menjadi keputusan bersama.
Kailola berharap dari agenda ini para peserta dapat menindaklanjuti semua yang menjadi keputusan MPPC ke 1 sebab menurutnya hal tersebut bukan menjadi akhir melainkan awal perjalanan pelayanan di tahun 2023.Dirinya juga berucap terima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat di 3 Jemaat Pelayanan Cabang Nafiri Sion yang telah mendorong semangat dan motivasi Kader AMGPM di ketiga Ranting.
"Ucapan terima kasih juga kami sampaikan bagi Ketua dan Majelis Jemaat serta Warga Jemaat GPM Waewali yang menjadi tuan dan nyonya rumah bagi pelaksanaan MPPC ke 1," tandas Kailola. (MC)
Namrole, AMGPM
AMGPM Ranting Tolot Lea dalam aksi sosialnya turut menggandeng sejumlah mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) yang saat ini sedang melakukan Kerja Kuliah Nyata (KKN) di Desa Labuang.
Dalam kegiatan bagi-bagi pakaian ini, AMGPM Ranting Tolot Lea berkerja sama dengan AMGPM Ranting 1 Baitrafa, Cabang Luther, Daerah Pulau Ambon Timur.
Pembagian pakaian layak pakai ini berpusat di Gedung GPM Jemaat PI Kilometer 9 Ratawano.
Pendeta Jemaat PI Kilometer 9 Ratawano, Jembris Latuwael di sela-sela kegiatan mengucapkan terima kasih kepada pembina, penyantun, pengurus dan anggota AMGPM Ranting Tolot Lea serta mahasiswa UKIM yang sudah mau berbagi dengan jemaat PI Ratawano.
"Mewakili jemaat, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kepedulian dari seluruh kader AMGPM Ranting Tolot Lea serta adik-adik dari UKIM," tutur Latuwael.Latuwael berharap, hubung silahturahmi yang sudah terbangun ini bisa terus terjalin dan menjadikan contoh yang baik bagi semua kader AMGPM di Bursel.
"Apa yang diberikan hari ini semoga menjadi wadah untuk mempererat hubungan jemaat PI Kilometer 9 Ratawano dengan AMGPM Ranting Tolot Lea," harapnya.
Ditempat yang sama, Pembina AMGPM Ranting Tolot Lea, Keny Luhukay dalam arahannya mengatakan, kegiatan berbagi ini merupakan bukti nyata bahwa sebagai tulang punggung gereja AMGPM Ranting Tolot Lea mampu berbuat.
"Hari ini kami menunjukan bahwa kami mengaplikasikan program kami sebagai Garam dan Terang Dunia," ucapnya.
Sebagai pemuda gereja, lanjut Luhukay, sikap kasih harus ditunjukan sebagai bukti bahwa AMGPM mampu mengasihi dalam setiap eksistensinya.
"Kita harus mampu berbagi, tunjukan bahwa kita orang -orang yang punya kasih," tandasnya.Ketua AMGPM Ranting Tolot Lea melalui Bendahara Ranting Tolot Lea, Jeny Talla/Lesnussa berharap apa yang diberikan jangan dilihat dari nilainya, tetapi niat dari AMGPM Ranting Tolot Lea untuk berbagi.
"Pakaian layak pakai ini tidak seberapa nilainya, tapi jangan dilihat dari hal itu, namun lihatlah dari niat kami untuk berbagi. Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat bagi jemaat disini," tandasnya.
Sementara perwakilan Mahasiswa KKN UKIM, Alnic Lahallo selaku sekretaris kelompok KKN Pos Desa Labuang sangat berterima kasih karena sudah diajak bekerja sama dalam merealisasikan visi dan misi AMGPM Ranting Tolot Lea.
"Apa yang dilakukan hari ini merupakan sebuah kebahagian tersendiri bagi kami karena kami sudah diajak terlibat bersama AMGPM Ranting Tolot Lea. Kami berharap kedepannya selama kami masih di Bursel, kita bisa saling bergandeng tangan membuat gebrakan-gebrakan yang mampu memberikan perubahan-perubahan kecil bagi masyarakat," tandasnya.
Dalam kegiatan berbagi kasih ini, AMGPM Ranting Tolot lea membagikan ratusan pakaian layak pakai yang dikemas menjadi 45 paket.
Penyerahan paket pertama diserahkan oleh Pembina AMGPM Ranting Tolot Lea, Keny Luhukay kepada Pendeta Jemaat PI GPM Kilometer 9 Ratawano, Jembris Latuwael. Paket kedua diserahkan oleh Ketua Bidang 2, Andre Timisela kepada Santos Tasane, dan paket ketiga diserahkan oleh perwakilan mahasiswa KKN UKIM, Alnic Lahallo kepada Dece Hukunala.Selain berbagi pakaian layak pakai, AMGPM Ranting Tolot Lea bersama Mahasiswa KKN UKIM turut membersihkan lokasi gereja Jemaat PI GPM Kilometer 9 Ratawano.
Turut hadir dalam aksi tersebut, penyantun AMGPM Ranting Tolot Lea, Ny. Monic Pattikaihatu, sejumlah Pengurus dan Anggota AMGPM Ranting Tolot Lea dan sejumlah mahasiswa KKN UKIM Pos Desa Labuang serta jemaat PI GPM kilometer 9 Ratawano. (Sumber: Orasirakyat.com)
AMGPM, Dabursel
Dalam pemilihan ini, Bung Roli Solissa terpilih sebagai Ketua Ranting (Ketran) dan Usi Na Orwala sebagai Sekretaris Ranting (Sekran).
Agenda ini sempat tertunda hingga 10 tahun namun ada dorongan dari pengurus cabang dan Ketua Majelis Jemaat setempat, maka Rapat Ranting ini dapat dilaksanakan dan berjalan dengan baik sesuai aturan organisasi.
Dikesempatan itu, Ketua Cabang VIII Leasida, Bung Akoris Biloro mengarahkan agar potensi ranting memberdayakan lahan-lahan kosong untuk dibuatkan kebun ranting.
Semua ini selaras dengan program pengurus AMGPM Dabursel untuk penanaman kebun ranting demi peningkatan ekonomi ranting dan cabang.
Instruksi ini bukan hanya untuk ranting Zoar Waenalut saja tapi berlaku untuk ranting - ranting yang ada di cabang VIII Leasida diantaranya, ranting Bethel Wamkana, & Ranting Amanuel Kase."Kader AMGPM bukan orang baru, untuk itu kami optimis bahwa ranting Zoar Waenalut akan menjadi 1 ranting terbaik di Cabang Leasida dan semua itu tak lepas dari dukungan pengurus cabang dan Ketua Majelis Jemaat," ucap Biloro.
Ketua Majelis Jemaat Waenalut, Pdt. J. J Luturmas dalam arahan maupun khotba mengingatkan bahwa rapat ranting bukan semata untuk kepetingan tuntutan konstitusi organisasi tetapi karena kesungguhan hati untuk melayani Tuhan.
Luturmas mengarahkan untuk pengurus ranting terpilih Bung Lori Solissa dan Sekran, usi Na Orwala bersama 13 pengurus untuk bekerja sungguh-sungguh buat Tuhan karena jerih paya itu akan dibayar lunas oleh Tuhan dengan berkat yang sudah disediakan."Bekerjalah sungguh-sungguh, karena semua akan dibayar lunas dan Tuhan sudah menyediakan berkat bagi mereka yang bekerja di ladang anggurnya," tutup Pdt. J. J Luturmas. (MC)
Bursel, AMGPM
Pasalnya, dalam ibadah perayaan HUT AMGPM Ranting Tolot Lea yang pertama ini, pengurus Ranting berkesempatan berbagi dengan 8 janda duda yang ada di Sektor Tolot Lea.
Selain berbagi kasih, AMGPM Ranting Tolot Lea juga melakukan ibadah bersama dengan tiga unit pelayanan yang ada di Sektor tersebut.
Ibadah perayaan HUT ini berlangsung di Pantai Masnana, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan.Turut hadir dalam ibadah merayakan HUT tersebut, Pengurus Cabang I Talitakumi, Pendeta Buce Lesnussa, Majelis Pembina, Pembina dan penyantun, potensi AMGPM Ranting Tolot Lea, Warga dari tiga uni pelayanan, yakni dari unit Lea Poda, Unit Suburogo dan Unit Kanglengat.
Ketua AMGPM Ranting Tolot Lea, Bearly Pattiasina dalam sambutan singkatnya mengaku bahwa AMGPM Ranting Tolot Lea masih seumur jagung. Namun berkat topangan dari semua pihak, eksisnya pelayanan di AMGPM Ranting Tolot Lea dapat berjalan dengan baik.
"Satu yang katong mau bilang katong tidak bisa bikin Ranting Tolot Lea ini bagus seperti sekarang ini tanpa campur tangan Bapak Ibu," akui Pattiasina.
Ia berharap, di HUT Pertama ini, dukungan kepada AMGPM Ranting Tolot Lea untuk mewujudkan diri dalam pelayanan sebagai Garam dan Terang Dunia dapat terlaksana dengan baik."Mari katong sama-sama bangun ranting ini agar semakin baik kedepan, supaya Ranting Tolot Lea ini bisa jadi contoh bagi ranting-ranting yang lain. Beta yakin dan percaya saat katong samua bekerja di ladang Tuhan, katong samua akan diberkati," ucap Pattiasina penuh keyakinan.
Dirinya mewakili seluruh pengurus dan anggota ranting mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah dan turut membantu, membimbing dan mengarahkan AMGPM Ranting Tolot Lea selama ini."Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dan mendukung kami dalam suka maupun duka, baik secara moril maupun materil. Semoga Tuhan Yesus selalu memberkati bapak ibu sekalian," tandasnya.
Usai ibadah, acara perayaan HUT dilanjutkan dengan pemotongan kue HUT oleh Pendeta Buce Lesnussa. Kemudian berlanjut dengan foto-foto dan makan patita bersama. (Sumber: AMGPMRantingtolotlea.com)
AMGPM, Bursel
Akta penyelenggaraan kegiatan ditandai dengan pembakaran lilin dan penaburan garam oleh Ketua AMGPM Cabang I Talitakumi, Roby Tasidjawa.
Kegiatan kemudian dibuka oleh Ketua Daerah AMGPM Dabursel, Dominggus Seleky dan dihadiri sejumlah pengurus daerah, pengurus cabang, perutusan 7 ranting, sekretaris Camat Namrole, Exevisio, KMJ, senioritas AMGPM, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Ketua Daerah, Dominggus Seleky dalam pidatonya mengapresiasi kegiatan tersebut.
"Saya mengapresiasi kegiatan ini dan saya harap kegiatan ini dapat dimaksimalkan oleh semua unsur dalam tanggung jawab membangun gereja dan pemuda khususnya di kabupaten Bursel," ucap Seleky.Katanya, AMGPM sebagai organisasi Gereja harus bisa membawa pemuda gereja yang mampu bersaing dalam era digital saat ini.
"Sebagai Pemuda gereja kita harus siap dalam menghadapi perkembangan teknologi yang begitu cepat. Ini harus dimaknai oleh pemuda gereja dalam menghadapi gumulan kedepan yang sangat berat, untuk itu AMGPM sebagai wadah tunggal pembinaan bagi pemuda GPM, harus mampu membentuk SDM AMGPM yang kreatif," ujarnya.
"Di era digital, kita diajak jangan kehabisan akal, namun mampu menciptakan lapangan kerja baru dalam segala aspek. Kita harus memahami bahwa manusia yang harus mengatur teknologi bukan sebaliknya," sambungnya.
Selain peran AMGPM dalam menciptakan lapangan kerja, AMGPM juga harus merangkul semua kader untuk sama - sama ada dalam agenda menjawab problem pemuda dalam ber-gereja yang utuh.
"AMGPM adalah bagian integral dari Gereja. AMGPM harus mampu berperan menciptakan lapangan kerja demi mengurangi angka kemiskinan," paparnya.
Dia berharap, ditengah kondisi keamanan Maluku yang sedikit mengalami guncangan, AMGPM diminta tidak mudah terprovokasi dengan konflik yang terjadi di berbagai daerah. AMGPM harus mampu menerjemahkan kondisi itu dengan tidak menyebarkan isu - isu yang belum pasti kebenarannya.
"Menyikapi kondisi saat ini, AMGPM harus disiplin menerapkan prokes kesehatan. AMGPM diwajibkan memaksimalkan media sosial untuk memberikan dan menyampaikan kabar baik bagi orang lain dan tidak muda terprovokasi dengan isu - isu yang berasal dari sumber yang tidak jelas," pungkasnya.
Sekretaris Camat Namrole, Ahmad Thio dalam sambutannya mengharapkan AMGPM dapat meningkatkan kapasitas kader dan menjujung sikap pro aktif dalam pembangunan daerah."Pemerintah berharap AMGPM mampu meningkatkan kualitas kader dan dapat membantu pemerintah dalam membina pemuda di Bursel khususnya dalam lingkup AMGPM Cabang I Talitakumi," ucap Thio.
Ia menjelaskan, dalam membangun mental dan moral pemuda, pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri maka dibutuhkan stakeholder lainya termasuk AMGPM sebagai organisasi gereja.
"AMGPM dituntut menjadi organisasi yang mampu dan mandiri dalam menghadapi problematika kehidupan. Mampu bersaing dan ikut serta menyukseskan program - program pemerintah," tandasnya.
Sementara Ketua Cabang I Talitakumi, Roby Tasidjawa mengharapkan, kegiatan MPPC yang dihadiri seluruh kader AMGPM dari 7 ranting ini bisa menghasilkan program-program strategis guna pengembangan AMGPM ke depan.
"MPCC diharapkan dapat menghasilkan program-program strategis demi mengembangkan AMGPM ke depan. Sebagai kader, kita harus dan dapat mengembangkan diri dan mampu mengoptimalkan potensi-potensi yag ada dengan tetap mengedepankan rasa toleransi," ucap Tasidjawa.Sebagai anak kandung GPM, tentunya AMGPM memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas-tugas gereja. Baik itu tugas yang berkaitan dengan manajemen organisasi maupun tugas-tugas yang berkaitan langsung dengan pelayanan.
"Untuk itu AMGPM dituntut agar memiliki ketahanan iman, Iptek, sosio ekonomi, sosio budaya dan sosio politik untuk mewujudkan tanggungjawabnya dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," imbuhnya..
Dalam kesempatan itu, Tasidjawa juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus Daerah dalam tugas dan pendampingannya, ketua-ketua majelis jemaat, pembina dan penyantun, pemerintah desa, para donatur, seluruh anggota ranting dan seluruh pihak teristimewa kepada panitia MPPC ke IX yang sudah bekerja keras demi suksesnya kegiatan MPPC ke IX di Jemaat Ebrnhaezer Waetina.
Sementara pendeta Buce Lesnussa sebagai Exevisio menandaskan bahwa sepanjang AMGPM diperhadapkan dengan persoalan, maka AMGPM harus selalu meminta pertolongan dari Tuhan.
Ia juga berharap, kader AMGPM dalam mengikuti MPPC, tidak menjadikannya sebagai ajang untuk berdebat yang tidak ada ujungnya.
"Kita harus menjadikannya sebagai tempat kita bersepakat, bergumul dan menyampaikan semua pikiran yang bersifat membangun dalam menghadapi perkembangan problematika ber-AMGPM ke depan," ujarnya.
"AMGPM harus mampu melihat polemik dan perubahan-perubahan transformasi virtual. Untuk itu AMGPM harus hadir dan menunjukkan bahwa AMGPM memiliki kapasitas yang mumpuni dalam menghadapi semua problematika," sambungnya.
Lesnussa menambahkan, hasil dari MPPC ini, harus dimaknai oleh kader AMGPM dalam menterjemahkan arti dan nilai dalam menetapkan program-program yang memberdayakan kader AMGPM dalam konteks kehidupan bermasyarakat, dan bernegara.
"Bermusyawarahlah dengan baik, tuangkan semua ide, kreatifitas, dan pikiran - pikiran membangun yang dapat menunjang dan menunjukan bahwa kapasitas dan kapabilitas AMGPM tidak bisa diragukan," tandasnya.
Dalam MPPC ke IX ini, telah dilahirkan 7 Surat Keputusan, 11 Program, 20 Kegiatan dan 7 rekomendasi. (MC)
AMGPM, Leksula
Acara Pembukaan Konfercab VII Cabang V BETLEHEM Minggu, 6 Februari 2022 berlokasi di Jemaat Leksula berjalan telah digelar dan lancar.
Kegiatan ini diawali dengan Ibadah yang dipimpin Pdt. Y. Hattu, S.Si kemudian dilanjutkan agenda seremonial organisasi yang dibuka dengan Pidato Karateker Cabang V Betlehem, Bung Abrahams Teslatu.
Dalam pidatonya, Teslatu berharap agar dalam momen Konfercab VII kali ini dapat berlangsung dengan lancar dan melahirkan kepengurusan yang baru periode 2022-2025 yang memiliki komitmen untuk melayani.Konferensi Cabang VII AMGPM Cabang V dibuka resmi oleh Ketua Bidang IV AMGPM Daerah Buru Selatan, Bung Erens Tasidjawa.
Saat menyampaikan arahannya, Tasidjawa mengatakan semua harus berbahagia karena saat ini merupakan momen legislasi tertinggi ditingkat Cabang untuk memilih kepengurusan yang baru.
"Tentunya penyegaran terhadap tubuh kepengurusan akan berlangsung di moment ini, sehingga keseriusan delegasi di kelima ranting di Cabang itu sangat diharapkan," ucap Tasidjawa.
Untuk memaknai proses pelaksanaan Konfercab saat ini, kata Tasidjawa, AMGPM harus mampu mewujudkan konsistensi dalam konstitusi ber-AMGPM."Kita pun lalu tidak gampang terjebak terhadap orientasi hasil, tetapi harus memperhatikan bagaimana orientasi melayani dapat diprioritaskan," ujarnya.
Menurutnya, orientasi melayani mesti digalakkan dalam diri semua kader sebagai kader yang baik dan penuh tanggung jawab terhadap panggilan Tuhan, sehingga jika orientasi melayani nampak tertanam dalam jati diri sebagai kader AMGPM.
"Maka sudah tentu hasilnya akan terlihat nyata dihadapan mata," tambahnya.
Dikesempatan itu, ungkapan rasa terima kasih juga Tasidjawa sampaikan kepada Para Pelayan se-Cabang V Betlehem yang sudah menjadi orang tua yang baik dan selalu peduli terhadap AMGPM di tiap Ranting maupun Cabang.
Menutup arahannya Tasidjawa berharap proses pemilihan Pengurus Cabang periode 2022-2025 sebentar nanti memiliki komitmen untuk berbenah dalam sebuah proses melayani sebagai garam yang tidak akan pernah hambar dan terang yang tidak akan pernah padam.
Hadir dalam acara itu Ketua Majelis Jemaat Leksula Pdt. Ny. S. Pattipawaej/H, M.Si, Ketua Majelis Jemaat Waehaolon Pdt. Ny. J. Lopulalan/T, S.Si Teol. dan Pengurus Daerah Sekbid IV Bung Rivano Latuwael, Bendahara 2 Usi Novi Luturmas dan Bendahara Daerah Bung. Abarahams Teslatu yang juga sebagai Carteker Cabang V.
Adapun Komposisi Personalia Pengurus Cabang V Betlehem Periode 2020-2025 yang ditetapkan :
Ketua Cabang : Rolan Biloro
Ketua Bidang I : Yakobis Seleky
Ketua Bidang II : Felita Lesnussa
Ketua Bidang III : Erni Solissa / Joka
Ketua Bidang IV : Stenly Solissa
Ketua Bidang V : Sandra Lesbatta
Sekretaris Cabang : Nomensen Baumasse
Sekretaris Bidang I : Ham Solissa
Sekretaris Bidang II : Sandri Hukunala
Sekretaris Bidang III : Soni Teslatu
Sekretaris Bidang IV : Romi Biloro
Sekretaris Bidang V : Eka Lesnussa
Bendahara Cabang : Mel Lesbatta
Bendahara I : Eka Seleky
Bendahara II : Erni Lesnussa
Ibadah Natal yang dipimpin Pendeta Buce Lesnussa ini turut dihadiri Bupati Bursel, Safitri Malik Soulisa, Ketua Klasis Bursel, Pdt. Seles Hukunala, pengurus AMGPM Daerah Bursel, pengurus Cabang Se-daerah Bursel, pengurus dan potensi ranting yang ada di Kabupaten Bursel.
Adapun Pembacaan Alkitab terambil dari kitab Injil Yohanes pasal 15 : 14 & 15.
Ketua Daerah AMGPM Bursel Dominggus Seleky dalam pesan dan kesan Natal mengajak semua potensi AMGPM untuk selalu renda hati dan setia.
"Kita harus belajar dari cara bagaimana Allah merendahkan dirinya sama dengan manusia, hanya untuk mengajarkan kita arti pengorbanan, rendah hati dan setia. Untuk itu kita selaku manusia harus terus memuji dan memuliakan nama-Nya," ucap Seleky.
Menurutnya, kerendahan hati dan setia akan memberikan kekuatan tersendiri untuk menembus sekat dan tembok pemisah di antara kita manusia.
"Natal saat ini mengajarkan kita bahwa kesejahteraan dan kemakmuran hanya dapat kita peroleh jika tetap bersandar kepada Tuhan, dan dengan kasih-nya kita bisa saling bergandeng tangan, bahu-membahu memberikan pikiran-pikiran positif sebagai sumbangsih bagi pembangunan kabupaten Bursel," ujarnya.
Ketua Klasis Bursel, Pdt. Seles Hukunala pun berharap yang sama. Katanya, tawaran rendah hati itu menunjukan kualitas AMGPM dengan mencirikan jati diri dan gaya khas organisasi.
"Kita harus memberi ruang dan kesempatan untuk Allah mengintervensi ke dalam kehidupan kita sebab dengan pertolongan Tuhan kita akan mampu melaksanakan segala tugas dan tanggung jawab pelayanan kita," ucap Pdt. Seles Hukunala.
Dia menuturkan, dengan kesetiaan kita semua mampu mengkomunikasikan pesan pesan sosial yang mampu mengaplikasikan falsafah Kai Wait antara AMGPM dengan OKP/ ormas lain.
"Falsafah Kai Wait jika tidak dilakukan dengan setia dan rendah hati maka akan sia-sia semua kerja kita," terangnya.
Kesetiaan, harus menjadi sumber utama, baik dalam berprilaku maupun peran kita dalam pembangunan di Bursel.
"Tanpa kesetiaan, AMGPM tidak mampu berkontribusi bagi kabupaten Bursel, bangsa dan negara. Kita berdoa semoga kita semua bisa melewati tahun ini dan menjalani tahun baru dengan penuh sukacita," pungkasnya.
Sementara Bupati Bursel, Safitri Malik Soulisa menyampaikan bahwa saat ini Pemda sedang berusaha menerapkan prinsip hidup Kait Wait.
"Semua ini untuk menyatukan perbedaan supaya tidak ada lagi saling membenci. Kalaupun ada itu adalah serpihan-serpihan yang harus kita luruskan demi berkembangnya pembangunan kabupaten Bursel," kata Safitri.
Ia menambahkan, momen Natal harus dijadikan sebagai bagian dalam membentuk kapasitas kader, sehingga kader AMGPM memiliki kapasitas diri, mental dan spiritual yang siap dipakai dimana saja.
"Kader AMGPM harus siap dipakai dimana saja, bukan hanya tanggung jawab yang kecil namun juga tanggung jawab yang besar," papar Bupati.
Dalam kaitan dengan perayaan natal itu sendiri, Bupati mengajak seluruh kader AMGPM untuk melalui perayaan Natal secara baik dan tertib dengan beribadah di rumah, mengikuti protokol kesehatan dan menghindari aktivitas - aktifitas yang TIDAK menguntungkan.
"Bersama dengan pihak keamanan, kita harus turut menjaga ketertiban lingkungan sehingga hari Natal dapat berjalan secara baik dan penuh hikmat di setiap rumah ibadah," ajaknya.
Selain ibadah, AMGPM Daerah Bursel juga memberikan bingkisan natal bagi janda, duda dan anak yatim piatu serta masyarakat yang kurang mampu. (MC AMGPM Bursel)





























