Jesus

Chat Kami

Featured Post

AMGPM DABURSEL Suksee Gelar Penalty Kick

Namrole - Pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan menggelar Turnamen Penalty Kick selama dua hari, 8-9 Juli 2026, sebagai bagian dari semarak eu...

All Info AMGPM

Berita Daerah AMGPM

Baca Juga

Syalom...

Berita Cabang AMGPM

Berita Ranting AMGPM


Namrole - Pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan menggelar Turnamen Penalty Kick selama dua hari, 8-9 Juli 2026, sebagai bagian dari semarak euforia Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung.

Kegiatan yang dipusatkan di depan Gedung Gereja Protestan Maluku (GPM) Imanuel Waenono-Kamlanglale tersebut berlangsung mulai pukul 14.00 WIT hingga selesai dan terbuka untuk umum.

Turnamen ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Lebih dari 200 peserta ambil bagian setelah pendaftaran dibuka selama satu bulan sebelum pelaksanaan kegiatan. Peserta yang ikut tidak hanya berasal dari kalangan orang dewasa, tetapi juga didominasi anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, yang turut meramaikan jalannya pertandingan.

Kehadiran para peserta muda tersebut menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan turnamen, sekaligus menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga sepak bola. Momentum ini juga menjadi bagian dari semarak Piala Dunia 2026 yang menghadirkan suasana kebersamaan dan kegembiraan di tengah masyarakat.

Ketua AMGPM Daerah Buru Selatan, Erens J. Tasidjawa, saat membuka kegiatan mengatakan, Turnamen Penalty Kick menjadi wadah positif bagi generasi muda dan masyarakat untuk menyalurkan minat serta kecintaan terhadap olahraga sepak bola.

Menurut Tasidjawa, kegiatan tersebut tidak hanya mengejar aspek kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, mempererat persaudaraan, serta menanamkan nilai sportivitas kepada seluruh peserta.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi semangat fair play, menjaga persaudaraan, dan menjadikan olahraga sebagai sarana memperkuat kebersamaan. Terlebih anak-anak dan generasi muda dapat belajar tentang sportivitas serta nilai positif dalam berkompetisi,” ujar Tasidjawa.

Sementara itu, Koordinator Wilayah II Buru-Buru Selatan, Sami Latbual, memberikan apresiasi kepada Pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan yang telah menginisiasi kegiatan tersebut tepat di tengah berlangsungnya ajang sepak bola dunia.

Latbual menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi ruang yang baik untuk mempertemukan masyarakat melalui olahraga, sekaligus memperkuat hubungan antar pemuda dan warga.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang mencari pemenang, tetapi bagaimana kita membangun komunikasi, mempererat persaudaraan, serta menciptakan suasana kebersamaan melalui olahraga,” katanya.

Ia juga berharap seluruh peserta dapat menjaga ketertiban, mengedepankan sportivitas, serta menjadikan turnamen tersebut sebagai pengalaman positif bagi semua pihak yang terlibat.

Dalam pelaksanaan kegiatan, pihak kepolisian turut memberikan dukungan dengan mengimbau peserta dan masyarakat yang hadir agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Dukungan tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Setelah berlangsung selama dua hari, Turnamen Penalty Kick AMGPM Daerah Buru Selatan resmi ditutup oleh Sekretaris AMGPM Daerah Buru Selatan, Pendeta Yohanis Pattinasarany.

Dalam sambutannya, Pattinasarany menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik hingga selesai. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus Besar AMGPM, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, Majelis Jemaat GPM Waenono-Kamlanglale, Pemerintah Desa Waenono, Pemerintah Desa Kamlanglale, Pengurus Cabang dan Pengurus Ranting AMGPM Wilayah Cabang I Talitakumi, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil dukungan dan kerja sama semua pihak. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah membantu sehingga Turnamen Penalty Kick ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkap Pattinasarany.

Pada akhir kegiatan, panitia menetapkan tiga peserta terbaik sebagai juara I, II, dan III. Para pemenang menerima penghargaan berupa medali, piala, serta bonus sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih dalam Turnamen Penalty Kick AMGPM Daerah Buru Selatan.

Turnamen tersebut diharapkan dapat menjadi agenda positif yang terus memperkuat semangat kebersamaan, sportivitas, dan persaudaraan masyarakat Buru Selatan melalui olahraga. (MC)

Musyawarah Pimpinan Paripurna Daerah (MPPD) XXVIII Angkatan Muda Gereja Prostestan Maluku (AMGPM) Daerah Buru Selatan (Dabursel) Tahun 2024 secara resmi dibuka oleh Sekretaris Umum  Pengurus Besar AMGPM Pdt. Rishard. E. Resley


Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan gong yang berlangsung di Gedung Gereja Opo Skotak Jemaat GPM Waeraman wilayah AMGPM Dabursel Cabang IV Ora Et Labora Ranting Ebenhaezer pada Rabu, (3/4/2024).

Prosesi pembukaan MPPD dihadiri Majelis Pekerja Klasis Buru Selatan yang diwakili Pdt. Ny. H. R. Lessil/S. S.Si, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan yang diwakili Kepala Dinas Pemuda Dan Olah Raga Renaldy Soulisa, M.Si, Pengurus AMGPM Dabursel, Para Pendeta Se-Klasis Buru Selatan, Delegasi 8 Cabang yang tersebar di wilayah pelayanan AMGPM Dabursel.


Dalam laporan Ketua Panitia Charles Lesbatta mengatakan Pelaksanaan MPPD menjadi bagian dari konstitusi AMGPM yang berkewajiban menyampaikan hasil laporan evaluasi Program Pelayanan dan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) tahun sebelumnya dan menetapkan Program Pelayanan dan APB tahun berikutnya termasuk keputusan lain didalam pikiran rekomendatif.


"AMGPM Dabursel terdiri dari 8 Cabang dan 36 Ranting yang tersebar di Daerah Buru Selatan, menurutnya secara organisatoris lembaga legislatif ini menghadirkan delegasi cabang, masing-masing Cabang diantaranya unsur Peserta Biasa dan Peserta Luar Biasa yang ditotalkan berkisar 100 orang", ungkapnya.

Ketua AMGPM Daerah Buru Selatan Dominggus Seleky  mengatakan  pelaksanaan MPPD XXVIII tahun 2024 dilakukan di bawah sorotan tema : “Beritakanlah Tahun Rahmat Tuhan telah datang dan Kerjakanlah Keselamatan” dan Sub Tema: “Bersama-sama Meningkatkan Kualitas Hidup Sebagai Wujud Bertumbuhnya Keluarga Allah.


Dalam suasana memaknai Jumat Agung dan Perayaan Paskah Kristus sekaligus suasana memperingati Hari Jadi AMGPM pada usia yang ke-91 Tahun tertanggal 27 Maret 2024, Seleky berharap agar Organisasi AMGPM tetap memancarkan rasa dan kebaikan dalam tanggung jawab sebagai Garam dan Terang Dunia.


"Hari ini kita bersyukur dan bersukacita, persembahan puji syukur dan terima kasih ini disampaikan kepada Opo Jou Lastalah Opo Geba Snulat, Tuhan Yesus Kristus kepala AMGPM sebab Ia baik oleh kasihNya kita dimampukan melakukan bagian tugas menanam dan menyiram sebagai Gereja yang hidup didalam tanggung jawab khusus menjadi Garam dan Terang Dunia", ungkapnya.

Melalui rasa syukur dan bersukacita menjadi bagian dari misi AMGPM disemua jenjang sebagai manifestasi dari kesetiaan pemuda Gereja Protestan Maluku menghidupi AMGPM yang adalah wadah tunggal pembinaan pemuda GPM di semua jemaat di Daerah Buru Selatan. 


AMGPM terus melaksanakan upaya GPM melalui Program Menanam, Melaut dan Memasarkan, program ini tentu menjadi usaha AMGPM melalaui pemberdayaan kader lewat pembuatan kebun organisasi baik ditingkat cabang maupun ranting.


Untuk masing-masing tingkatan memiliki 1 hektar menuju 45 hektar lahan tanam AMGPM Dabursel, ditambah usaha koperasi Eglinan Junai sebagai konsep AMGPM dalam upaya pemasaran produk unggulan komoditas pangan lokal yang melimpah di wilayah pelayanan AMGPM agar menjadi penguatan kelembagaan termasuk pendapatan keluarga dan kader.


"Bagi Pengurus Daerah pembuatan kebun Organisasi Ranting, Cabang dan Daerah minimal masing-masing satu hektar menuju 45 hektar yang sudah di lakukan dalam rangka mewujudkan ketahanan pemuda di bidang ekonomi serta penguatan kelembagaan secara finansial". imbuhnya.


Selain itu, AMGPM turut menaruh perhatian serius bagi tugas-tugas menggarami dan menerangi wadah pelayanan ini.


"AMGPM Dabursel memiliki 8 Cabang dan 36 ranting dengan jumlah Ribuan Anggota Ranting yang berusia 17 sampai 45 tahun, serta kurang lebih kader yang berusia lebih dari 45 Tahun turut masih menaruh perhatian serius bagi tugas menggarami dan menerangi",Paparnya.

Seleky menyebut Beberapa bulan kedepan Kabupaten Buru Selatan juga turut menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada tahun ini,  sehingga wajib mendukung proses jalannya Pilkada tahun ini.


"Pada titik ini semua kader AMGPM akan bercibaku dengan dinamika di Kabupaten Buru Selatan, sebagai penanggung jawab organisasi harus kami pertegas dalam momentum ini , siapapun pilihan kita, apapun latar belakang parta politik yang diidolakan, namun keutuhan menjaga organisasi AMGPM sebagai rumah besar bersama harus menjadi pegangan kuat bagi semua kader", tegasnya.


"Secara pribadi, Pengurus Daerah bahkan Kader AMGPM juga masyarakat Indonesia kami tegaskan dengan sekuat tenaga akan menjaga marwah Organisasi AMGPM, walaupun disadari bahwa tekanan, ancaman dan bahkan politik uang yang sering kali mewarnai proses politik, sehingga sudah waktunya AMGPM  menunjukan kekuatan langsung dan hakiki dari demokrasi, kader AMGPM akan mendoakan kader maupun senior yang selalu menaruh perhatian secara serius bagi pengembangan Organisasi dan Kadernya di Buru Selatan", tambahnya.


Sekretaris Umum Pengurus Besar AMGPM Pdt. Rishard E. Resley menyampaikan upaya menghadirkan kemandirian ekonomi bagi Kader AMGPM Daerah Buru Selatan perlu dilanjutkan dalam upaya pemberdayaan pemuda gereja.


Selain itu, upaya-upaya membangun sinergitas dan solidaritas dalam menumbuhkan nilai-nilai edukasi dan advokasi bagi lingkungan, budaya, nilai-nilai Gender serta upaya-upaya kesadaran hukum dan proses pendidikan politik sebagai basis pencerdasan kader.


"Sejalan dengan itu, tentunya gumulan dan tantangan ke depan sungguh sangat berat. Oleh karena itu, gumulan dan tantangan tersebut harus ditata sejak dini dengan jalan Pertama, menjadikan AMGPM sebagai wadah tunggal pembinaan pemuda GPM yang berkontribusi bagi pembentukan spiritualitas kader, Masih dalam Aksentuasi kepada pendidikan kader menjadi perlu agar seluruh potensi pemuda GPM menjadi sumber daya yang tulus dan sungguh-sungguh menjalankan misi GPM di setiap Jemaat.

Kedua,  kader AMGPM sudah saatnya berkreatifitas, berinovasi di tengah Tranformasi Digital, ketiga, bahwa dalam pergerakan ber-AMGPM para kader di Daerah Buru Selatan mesti bersanding dengan Pemerintah Daerah tanpa meninggalkan jati diri dan spirit kemandiriannya", lanjutnya.


"Artinya dengan tetap mengedepankan pengakuan dan mottonya, AMGPM Daerah Buru Selatan dapat membangun sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, karena itu diharapkan musyawarah ini kita dapat melahirkan program-program kearah penguatan kelembagaan dan iman AMGPM dalam kerangka membangun Kabupaten Buru Selatan," tutupnya


Sejalan dengan hal dimaksud Majelis Pekerja Klasis GPM Buru Selatan Pdt. H. R. Lessil/S, S.Si mengatakann Program Gerakan Menanam, Melaut dan Memasarkan masih tetap menjadi gumulan GPM, saat ini AMGPM menunjukan pionirnya sebagai Garam dan Terang melalui aksi nyata dalam pengembangan lahan kosong sebagai tempat bertanam berbagai komoditas pangan lokal.


"Kami berharap AMGPM terus melakukan upaya kemandirian organisasi tetapi juga untuk kesejahteraan keluarga dan bagi para kader dalam pengelolaan potensi alam di wilayah pelayanannya masing-masing",ungkapnya.


GPM saat ini juga tengah berkosentrasi pada kesiapan menghadapi Pemilihan Majelis Jemaat Periode 2025-2030 yang akan berlangsung di tahun ini, diharapkan juga para kader AMGPM Dabursel turut menyiapkan diri sebagai pelayan khusus kedepannya.


"Kader AMGPM sudah harus siap untuk ada dalam proses pemilihan Majelis Jemaat sekaligus kepada para kader AMGPM juga perlu menyiapkan dirinya maju dalam pemilihan sebagai Majelis Jemaat", harapnya.


Bupati Buru Selatan dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Pemuda Dan Olah Raga Renaldy Soulisa berharap kegiatan MPPD harus mampu memperlihatkan karakter dan identitas AMGPM, dalam kaitan itulah maka sebagai pemuda dengan jiwa kepeloporan, visioner harus mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan menjadi tulang punggung dalam mendukung pelaksanaan pembangunan di daerah ini.


Sejalan dengan itu, ditengah pergaulan aktivitas kepemudaan yang majemuk ditingkat lokal, regional maupun nasional dengan corak kristiani senantiasa menebarkan kasih kepada sesama, diharapkan AMGPM Buru Selatan semakin meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mewujudkan kabupaten yang rukun, berkualitas, adil, mandiri dan sejahtera.


Agenda MPPD XXVIII AMGPM Dabursel dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum Pengurus Besar AMGPM Pdt. Rishard E. Resley yang disaksikan MPK Buru Selatan Pdt. Ny. H. R. Lessil/S, S.Si dengan jadwal pelaksanannya selama dua hari sejak Rabu 3 April sampai Kamis 4 April 2024.


Pembukaan MPPD yang berlangsung di Jemaar GPM Waeraman diawali dengan Kebaktian yang dipimpin oleh Pdt. Adel Papasoka, S.Si Teol.

AMGPM, Dabursel - Kegiatan Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) Ke I Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku, (AMGPM) Cabang 3 Nafiri Sion berlangsung sukses di Ranting Eirene Jemaat GPM Waewali, Jumat (26/01/2023).


Pembukaan MPPC berlangsung pukul 11.00 hingga 20.00 Wit dan dihadiri 3 Ranting se-Cabang 3 Nafiri Sion diantaranya Ranting Eirene, Ranting Bethesda dan Ranting Solavide, Para Ketua Majelis Jemaat serta Pengurus Daerah Buru Selatan (Dabursel) yang membuka kegiatan tersebut.


Ketua Cabang 3 Nafiri Sion R. Liligoly dalam pidatonya berharap moment persidangan ini dapat dijadikan sebagai media belajar.

Menurutnya MPPC digelar untuk mengevaluasi realisasi anggaran dan program tahun sebelumnya serta menetapkan anggaran dan program satu tahun pelayanan berikutnya termasuk pikiran-pikiran rekomendasi.


Dikesempatan yang sama, Ketua Bidang IV Pengurus AMGPM Dabursel Erens J. Tasidjawa dalam arahannya mengatakan hari ini menjadi hari sukacita bagi para kader di ke ketiga ranting se-Cabang 3 Nafiri Sion yang loyal dalam menunjukan militansinya kepada AMGPM.


Dijelaskan, melalui moment MPPC dirinya mewakili Pengurus Daerah AMGPM Daerah Buru Selatan berharap sungguh seluruh peserta dapat memanfaatkan agenda ini untuk memberikan kontribusi pikir, ide dan gagasan dalam menunjang peningkatan pelayanan, pengembangan organisasi dan potensi kader serta pemberdayaan kader.

"Kami berharap peserta MPPC di Cabang 3 Nafiri Sion dapat menetapkan anggaran dan program satu tahun pelayanan termasuk keputusan strategis lainnya dalam pikiran rekomendatif sesuai konteks pelayanan," ujar Tasidjawa.


Tasidjawa juga mengingatkan bagi Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus-Pengurus Ranting (PR) bahwa sinergitas dan koordinasi dengan gereja harus terus dibangun guna menumbuhkembangkan pelayanan dan kemajuan organisasi dalam kesadaran AMGPM sebagai anak kandung gereja, termasuk sinergitas dengan pemerintah di wilayah pelayanan masing-masing.


Menutup arahannya itu Tasidjawa juga mengajak seluruh anggota AMGPM se-Cabang 3 Nafiri Sion untuk terus menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif dan selalu setia menepis isu-isu hoax di tengah masyarakat.

Acara Pembukaan MPPC Ke 1 AMGPM Cabang 3 Nafiri Sion di layani oleh Pdt. Ny. E. Latue.


Dalam agenda MPPC ditutup oleh Sekretaris Bidang I Pengurus Daerah Stevano Kailola, dimana dalam sambutannya, Kailola mengajak peserta bahwa sesungguhnya MPPC yang berlangsung ini bukan menjadi keputusan Pengurus Cabang saja, melainkan menjadi keputusan bersama.

Kailola berharap dari agenda ini para peserta dapat menindaklanjuti semua yang menjadi keputusan MPPC ke 1 sebab menurutnya hal tersebut bukan menjadi akhir melainkan awal perjalanan pelayanan di tahun 2023. 


Dirinya juga berucap terima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat di 3 Jemaat Pelayanan Cabang Nafiri Sion yang telah mendorong semangat dan motivasi Kader AMGPM di ketiga Ranting.


"Ucapan terima kasih juga kami sampaikan bagi Ketua dan Majelis Jemaat serta Warga Jemaat GPM Waewali yang menjadi tuan dan nyonya rumah bagi pelaksanaan MPPC ke 1," tandas Kailola.  (MC)

Ambon, AMGPM Dabursel
Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku Daerah Buru Selatan (AMGPM Dabursel) menggelar Pendidikan Kader Jenjang Menengah (PKJM), Senin (26/09/2022). Sebelumnya Pendidikn Kader Jenjang Dasar (PKJD) sudah digelar AMGPM cabang V Betlehem Leksula.


Kegiatan PKJD ini berlangsung di Cabang V Betlehem Leksula dan dibuka oleh Sekda AMGPM Bursel, Vence Titawael, usai ibadah Minggu (25/9/2022).


Selanjutnya PKJM di gelar, Senin (26/09/2022). PKJM AMGPM DABURSEL Tahun 2022 dibuka oleh Korwil II,  Pdt. Hervin Siahaya.


Pengurus Besar AMGPM, yang diwakili oleh Koordinator Wilayah II Pulau Buru, Pdt. Hervin Siahaya, dalam sambutannya berharap kader AMGPM yang telah mengikuti PKJM dapat bermanfaat bagi Gereja, masyarakat dan bangsa.


"Pendidikan kader dilakukan oleh AMGPM karena AMGPM bertanggung jawab penuh dalam membina kader supaya dapat berkontribusi bagi gereja, masyarakat dan bangsa," ucap Siahaya.


Untuk mempersiapkan kader AMGPM yang memiliki kapasitas dan kapabilitas, tidak hanya berpatokan pada peraturan organisasi tapi telah dirubah mindsetnya dengan menggelar pendidikan kader. 


"Dengan demikian hal tersebut yang sampai saat ini masih di gumuli sebagai upaya pengembangan organisasi, kader dan pelayanan," terangnya.


Lanjutnya, pendidikan kader tidak harus dilakukan hanya sekali, sebab untuk mempersiapkan kader yang cakap IPTEK, sosial dan teknologi, kader harus dibekali dengan ilmu yang begitu baik. Sehingga dalam menghadapi konteks pelayanan, kader sudah memiliki kematangan dalam menghadapi situasi.


Lanjut Siahaya, perubahan kurikulum akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan kader yang ditempuh oleh seorang kader, yang mana tidak menutup kemungkinan seseorang yang ingin menjadi pengurus sudah harus mengikuti pendidikan kader pada tingkatannya.


"Ke depan bisa terjadi perubahan, seseorang ingin jadi ketua ranting kemungkinan harus lulus pendidikan kader jenjang dasar, ingin menjadi ketua cabang atau daerah harus lulus pendidikan kader jenjang menengah dan menjadi pengurus besar harus mengikuti pendidikan jenjang lanjutan," pungkasnya.


Peserta PKJM sebanyak 53 orang. Mereka berasal 6 ranting yang sebelumnya juga mengikuti PKJD yang disampaikan oleh Pengurus AMGPM DABURSEL. 

Untuk PKJM dengan, Materi Etika kepemimpinan, Iman Kristen dalam konteks Sosial Budaya, dan Problem Solving di berikan oleh Korwil, sedangkan Materi ANSOS dibawakan oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa, Bung Ray Hitijahubessy. (MC)


Bursel, AMGPM DaBursel
Pengurus AMGPM Cabang III Nafiri Sion menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke V, Rabu (5 Januari 2022).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah, Bung Vence Titawael. Dalam sambutannya Titawael mengajak agar Kepengurusan Cabang III Nafiri Sion yang baru dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik, menjaga keharmonisan internal pengurus cabang, hingga pengurus-pengurus ranting termasuk kader AMGPM se-Cabang III Nafiri Sion. 

Dikesempatan yang sama Karteker Ketua Cabang III Nafiri Sion, Pendeta Roy Mairima yang juga sebagai Sekretaris Bidang II Pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan berharap agar pada konfercab ke V dapat berjalan dengan baik dan melahirkan kepengurusan yang baru di Cabang tersebut. 


Mairima pun mengucapkan terima kasih atas partisipasi ketiga ranting bersama para Ketua Majelis Jemaat di Cabang III dalam mengikuti agenda Konfercab.

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Pengurus Daerah yakni Sekretaris Bidang I Bung Stevano Kailola, Sekretaris Bidang IV Bung Rivano Latuwael dan Bendahara I Usi Yesda Pesiwarissa, ibadah pembukaan Konfercab dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat Sialale Pdt. S. Redjo.
Hasil Konfercab ke V ini telah melahirkan Struktur Pengurus  AMGPM Cabang III Nafiri Sion yakni:

Ketua Cabang : Risat Liligoly.

Ketua Bidang 1 : Belson Nustelu.

Ketua Bidang 2 : Amelia Lesbatta.

Ketua Bidang 3 : Dedi Solissa.

Ketua Bidang 4 : Imanuel Liligoly.

Ketua Bidang 5 : Rido Waemesse.

Sekretaris Cabang : Stefen Nacikit.

Sekretaris Bidang 1 : Olivir Waemesse.


Sekretaris Bidang 2 : Handri Waemesse.

Sekretaris Bidang 3 : Silvia Lesbatta.

Sekretaris Bidang 4 : Kirana Ngutra.

Sekretaris Bidang 5 : Henok Lesbatta.

Bendahara Cabang : Mendeli Selsily.

Bendahara I : Natalia Lesbatta.

Bendahara II : Roni Laa.

Kepengurusan ini diharapkan mampu menata pelayanan sebagai pemuda Gereja yang terus mampu menjadi garam dan terang dunia di wilayah Cabang III Nafiri Sion maupun di luar wilayah Cabang III Nafiri Sion. (MC AMGPM Dabursel)

Bursel, AMGPM
Sebagai upaya merawat ekosistem laut termasuk mencegah ancaman terjadinya abrasi wilayah pesisir pantai, Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Buru Selatan (DABURSEL) menggelar aksi penanaman 300 Bibit anakan Mangrove di Desa Mepa, Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Minggu (7/11/21).


Penanaman anakan Mangrove ini disamping bertujuan menjaga kawasan ekosistem laut, tetapi juga meminimalisir potensi ancaman Abrasi Pantai di Desa Mepa, Kecamatan Leksula Kabupaten Bursel.

Ketua AMGPM Dabursel, Dominggus Seleky mengungkapkan dengan aksi penanaman ratusan bibit mangrove tentunya akan mengembalikan keseimbangan ekosistem laut yang nyaman bagi beberapa makhluk hidup dan organisme seperti udang, kepiting dan ikan yang banyak bertumbuh di kawasan hutan bakau.


Selain itu pria yang akrab disapa Dedi ini menjelaskan, penanaman mangrove juga dalam rangka meningkatkan pemahaman serta keterlibatan masyarakat termasuk kader AMGPM DABURSEL dalam rehabilitasi ekosistem pesisir dan pengelolaan sumber daya ekosistem laut yang berkelanjutan.

"Penanaman mangrove sendiri selain sebagai upaya mempertahankan keberadaan ekosistem laut dari kerusakan, juga sebagai upaya AMGPM dalam memulihkan ancaman kerusakan pada habitat laut," ucap Seleky.


Kata Seleky, dengan aksi penanaman mangrove tentunya kondisi ekosistem laut akan kembali pulih sehingga mangrove dapat bertumbuh dengan baik dan dapat memberikan dampak bagi keseimbangan lingkungan tetapi juga dampak ekonomi bagi masyarakat di wilayah tersebut.
"Aksi AMGPM ini merupakan hasil keputusan Konferensi Daerah yang terakomodir pada program Bidang II, dengan melibatkan jajaran AMGPM Cabang II Ebenhaizer dan Ranting AMGPM Mepa, Majelis Jemaat serta jajaran Pemerintah Desa Mepa," terangnya.


Kegiatan yang diprakarsai oleh Pengurus AMGPM DABURSEL berlangsung di Pesisir Pantai Desa Mepa.


"Kami ucapkan terima kasih kepada semua pengurus dan kader AMGPM yang sudak ikut ambi bagian dalam kegiatan ini sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar," tutupnya.

(Media Center 'Kae Sasi Tu Glinan Junai')

Namrole, AMGPM
Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting Muan Modan, Cabang I Talitakumi, Daerah Buru Selatan (Bursel) bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten setempat membagikan ratusan masker secara gratis kepada warga Labuang yang ingin melakukan Sholat, Jumat (3/9/21).


Pembagian masker ini berlangsung di tiga (3) Masjid yang ada di Desa Labuang. Masjid yang menjadi sasaran adalah Masjid Baiturahman, Masjid Al Muhajirin dan Masjid Istiqlal.


Ketua AMGPM Ranting Muan Modan, Mario Solissa mengatakan, aksi peduli sosial AMGPM bersama Pemdes Labuang di tengah pandemi Covid-19 ini merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah wabah virus Corona.

Aksi peduli tersebut sekaligus dalam rangka memperingati HUT Gereja Protestan Maluku (GPM) yang ke 86 tahun.


“Kami bersama Pemdes Labuang menggelar aksi untuk memperingati HUT GPM ke 86 tahun sekaligus merupakan bagian dari bentuk kepedulian sosial dan edukasi, agar masyarakat tetap mematuhi anjuran pemerintah yaitu menggunakan masker,“ ungkap Solissa didamping Sekretaris Ranting Muan modan, Natalia Timisela.


Ia berharap, aksi pembagian masker ini dapat menyadarkan masyarakat tentang bahaya Covid-19.


“Kami berharap pembagian masker ini dapat memperkuat protokol kesehatan oleh masyarakat, terutama di wilayah Desa Labuang, sehingga semua warga wajib menggunakan masker ketika bepergian kemana saja dan melakukan aktifitas apa saja,” tandasnya.


Tak lupa, Solissa juga memuji sikap pro aktif yang ditunjukan oleh Pemdes Labuang karena sudah membangun kerja sama yang baik dalam kegiatan tersebut.


"Terima kasih Pemdes Labuang atas supportnya," tutup Solissa.


Sementara Kepala Desa Labuang, Muhammad Rentua dalam keterangannya begitu mengapresiasi apa yang dilakukan oleh AMGPM Ranting Muan Modan.

Ia menilai kegiatan pembagian masker yang dilakukan sangat positif demi membangun kesadaran masyarakat terutama kaum muda untuk menggunakan masker.


Tak hanya itu, Rentua mengaku dengan aksi ini, AMGPM telah membantu Pemdes Labuang dalam memangkas penyebaran virus Covid-19.


“Ini kepedulian yang baik dan menjadi momentum bagi kaum muda untuk terus mensosialisasikan penggunaan masker di tengah Covid-19 kepada masyarakat di Desa Labuang dan sekitarnya," ucap Rentua.


Menurutnya, kegiatan - kegiatan seperti ini akan disupport penuh oleh Pemdes Labuang, sebab kesehatan masyarakat dan kesadaran akan bahaya Covid-19 adalah tanggung jawab bersama.


Ia berharap aksi sosial seperti harus terus berkesinambungan, agar dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19.


“Aksi peduli sosial AMGPM dan Pemdes Labuang harus terus berkesinambungan untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker pada setiap aktifitas kegiatan diluar rumah," pungkasnya.


Udin, salah satu warga Desa Labuang yang turut menerima pembagian masker sangat berterima kasih kepada AMGPM dan Pemdes Labuang yang begitu peduli dengan kondisi masyarakat di tengah pandemi.

Katanya, aksi - aksi seperti yang dilakukan AMGPM Ranting Muan Modan dan Pemdes Labuang ini perlu di contohi oleh semua kalangan.


"Salut untuk Pemdes Labuang dan Pemuda Gereja. Ini wajib ditiru oleh kita semua. Ditengah pandemi ini kesehatan yang utama," tutupnya. (AMGPM)

Namrole, AMGPM
Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting Tolot Lea, Cabang I Talitakumi, Daerah Buru Selatan, Maluku, merayakan HUT NKRI ke 76 dengan cara yang berbeda.


Disaat banyak orang ingin merayakan secara megah, AMGPM Ranting Tolot Lea malah merayakannya dengan warga Dusun Fatsinan, Desa Kamlanglale yang masih kental dengan adat istiadat.


Warga Dusun Fatsinan adalah salah satu Komunitas Adat di Kabupaten Bursel. Komunitas Adat ini memiliki jumlah jiwa yang cukup dan bisa dijadikan sebagai Desa, namun dusun tersebut hingga saat ini kurang mendapat perhatian pemerintah khususnya soal listrik, kesehatan dan pendidikan. 


Dengan semangat kemerdekaan, Ketua ranting AMGPM Ranting Tolot Lea, Bearly Pattiasina dan Sekretaris Ranting, Viona Lesnussa, sejumlah pengurus, pembina dan anggota AMGPM Ranting Tolot Lea menggelar upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Dusun Fatsinan, Desa Kamlanglale, Kecamatan Namrole, kabupaten Bursel pada Selasa (17/8/21).


Sebelum proses pengibaran bendera Merah Putih berlangsung,  bendera terlebih dahulu diserahkan oleh Hatango Latbual, salah satu warga adat dusun Fatsinan kepada pasukan pengibar bendera dan disaksikan oleh Kepala Dusun Fatsinan, Silas Latbual serta seluruh warga Fatsinan.


Gagasan AMGPM Ranting Tolot Lea menggelar upacara di Dusun Fatsinan ini melibatkan berbagai elemen. Ada Babinsa dan Babinkamtibmas desa Kamlanglale, 3 anggota dari Kompi Senapan D/ 731 Kabaresi yang juga merupakan anggota AMGPM Ranting Tolot Lea. Mereka bertindak sebagai pasukan Pengibar Bendera.

Selain Kepala Dusun Fatsinan, Silas Latbual, hadir juga Tokoh Adat Dusun Fatsinan, Pembina AMGPM Ranting Tolot Lea, anggota Ranting, dan warga dusun Fatsinan.


Meskipun diguyur hujan deras, namun upacara pengibaran bendera berjalan lancar dan penuh hikmat. Bahkan saking antusiasnya warga dari anak-anak sampai orang dewasa dalam upacara tersebut, mereka rela basah-basahan demi menghormati bendera merah putih yang dikibarkan.


Usai pengibaran bendera, kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan yang disiapkan AMGPM Ranting Tolot Lea untuk memeriahkan HUT NKRI ke 76 Tahun.


Sejumlah Perlombaan diantaranya, Lomba estafet bendera Merah Putih, Estafet Air, Gigit Sendok dan Kelereng, Makan Kerupuk dan sejumlah lomba kreatif lainnya.


Ketua AMGPM Ranting Tolot Lea, Bearly Pattiasina mengatakan tujuan melakukan pengibaran bendera di Fatsinan adalah agar warga dusun Fatsinan juga mendapat perhatian dari semua pihak.


"Tidak ada tujuan lain. Kami hanya ingin Dusun Fatsinan berkembang, kami ingin mereka diperhatikan dalam berbagai segi. Bayangkan saja sudah 76 tahun Indonesia merdeka tapi warga Fatsinan belum menikmati Listrik. Ini yang perlu diperhatikan oleh kita bersama," ucap Pattiasina.


"Percuma kita rayakan semegah apapun tapi kalau tidak ada manfaat bagi masyarakat untuk apa dilakukan. Kami ingin ada manfaatnya, sekali lagi kami ingin mereka mendapat perhatian pemerintah," sambungnya.


Menurutnya, warga Fatsinan juga bagian dari NKRI dan wajib mendapatkan hak dan perlakuan yang sama dengan warga negara Indonesia yang lain.


"Pada intinya kami ingin mereka diperhatikan dari segi kesehatan, pendidikan dan kebutuhan mendasar lainnya," ucapnya.


Lanjutnya, ide kreatif melakukan pengibaran bendera serta merayakan HUT ke 76 Tahun di Dusun Fatsinan adalah bentuk kepedulian AMGPM Ranting Tolot Lea bagi semua warga Fatsinan yang jauh dari sentuhan.


"Ini adalah kreatif pelayanan kami, dan sebagai warga negara kami mengajak warga Fatsinan untuk terlibat dalam momen bersejarah bagi negara Indonesia itu. Kami ingin berbagi suka cita HUT NKRI dengan saudara-saudara kami di Fatsinan," ucap Pattiasina.

Di samping itu, ia mengatakan, keutuhan dan kekompakan pengurus, anggota AMGPM dan disupport oleh pembina AMGPM Ranting Tolot Lea dalam mensukseskan kegiatan tersebut, merupakan kekuatan utama Ranting.


Ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut bersumbangsi dan turut ambil bagian dalam momen bersejarah tersebut.


"Terima kasih untuk Babinkamtibmas desa, Babinsa, Kepala Dusun, Tokoh Adat dan semua warga, juga kepada Pembina, Pengurus dan Anggota AMGPM Ranting Tolot Lea yang sudah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut," tutupnya.


Kepala Dusun Fatsinan, Silas Latbual disela-sela kegiatan lomba berlangsung,  sangat berterima kasih kepada AMGPM Ranting Tolot Lea yang sudah mau berbagi suka cita HUT NKRI dengan warga Fatsinan.

AMGPM Ranting Tolot Lea harus melewati kali untuk tiba di Dusun Fatsinan

"Terima kasih, kami juga ingin ada kegiatan-kegiatan seperti ini. Kami juga ingin diperhatikan oleh pemerintah. Sebab sampai saat ini dusun kami juga belum ada listrik padahal dusun kami tidak jauh dari pusat kota Namrole," ujar Latbual.


Ia berharap, di hari kemerdekaan NKRI ke 76 Tahun ini, ada kejutan dan hadiah terbaik bagi warga dusun Fatsinan.


"Semoga nantinya listrik masuk di dusun kami tahun ini karena yang kami dengar tahun ini sudah masuk. Semoga ini bukan kabar kosong," tutupnya.


Selain upacara bendera, AMGPM Ranting Tolot Lea juga membagikan ratusan masker, dan ratusan bingkisan HUT ke warga Fatsinan. Kegiatan ini berlangsung dengan menerapkan prokes Covid 19. (Sumb: www.AMGPMTolotLea.com)

Namrole, AMGPM
Angakatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting Tolot Lea, Cabang I Talitakumi, Daerah Buru Selatan (Bursel) bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bursel melakukan penancapan papan larangan buang sampah di laut sekaligus memberikan himbauan untuk masyarakat kota Namrole agar tidak membuang sampa sembarangan, Sabtu (5/6/2021).


Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama yang dilakukan dalam rangka memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus merealisasikan program kerja Bidang II terkait kebersihan lingkungan.

Selain penancapan papan larangan buang sampah ke laut, AMGPM Ranting Tolot Lea juga menghimbau masyarakat dalam bentuk tabaos dan pembagian selebaran. Potensi AMGPM juga turut membersihkan sampah-sampah yang berserakan di pantai.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pengurus Daerah AMGPM Bursel yang diwakili oleh Sekretaris Bidang 1, Bung Stevanno Kailola dan Pengurus Cabang I Talitakumi yang diwakili oleh Sekretaris Bidang 5, Bung Vino Koten.


Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mendapat sambutan baik dari masyarakat. Mereka sangat mendukung kegiatan ini, bahkan ada yang turut membantu menggali kolam dan mengangkat sampah bersama-sama dengan pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan seluruh Potensi AMGPM.
Kepala DLH, Lukman Soulisa dalam himbauannya mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sesuai peraturan Bupati Bursel tentang kawasan bebas sampah dan larangan membuang sampah sembarangan. 


Menurutnya, masyarakat Bursel perlu merubah pola pikir dengan mentaati peraturan membuang sampah pada tempatnya dan kawasan bebas sampah harus menjadi yang prioritas bersama. 


“Kita berharap supaya kota Namrole menjadi suatu kawasan yang bebas sampah, menjadi kawasan yang bersih, yang merupakan dambaan dari seluruh warga kota Namrole sehingga dalam jangka waktu dua atau tiga tahun kedepan kita bisa mengusulkan kota Namrole untuk meraih penghargaan ADIPURA,” kata Soulisa, Sabtu (5/6/2021).

Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan DLH, Yohanis Tasidjawa sangat berterima kasih kepada AMGPM Ranting Tolot Lea karena sudah berkolaborasi dengan DLH untuk menata Sampah di dalam kota Namrole. Dirinya juga berharap gerakan - gerakan seperti ini dapat di ikuti oleh organisasi Agama lainnya yang ada di Kota Namrole agar bisa sama-sama menciptakan kota Namrole yang bersih dan nyaman bagi semua orang.

“Janganlah kita tanggung - tanggung menata kabupaten kita ini. Marilah kita bergandeng tangan dengan DLH, baik itu  AMGPM, maupun organisasi agama lainnya. Mari kita himbau kepada sesama kita supaya jangan membuang sampah ikut kemahuan, apa yang sudah dihimbau oleh pemerintah soal pembuangan sampah ditempat sampah itu pada jam 6 sore sampai pukul 6 pagi harus kita taati,” ucap Tasidjawa.


Disamping itu, Tasidjawa berharap, agar masalah sampah ini menjadi tanggung jawab semua masyarakat, sehingga dalam kegiatan ibadah-ibadah baik itu di Masjid maupun Gereja, Tokoh-Tokoh agama dapat menghimbau warganya supaya dapat membuang sampah pada tempatnya dan pada waktunya.

“Jika semua tertata dengan baik, masyarakat taat dalam menjalankan himbauan pemerintah pasti membawa dampak besar bagi kesehatan kita bersama. Namun jika tidak, sudah pasti masyarakat kita bisa terkena penyakit, misalnya diare karena pengaruh lalat yang hinggap dimakan kita. Jadi, kami dari DLH mengajak supaya marilah kita bergandeng tangan, baik itu Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat bahkan para pemuda dari generasi Gereja maupun Masjid agar bisa bersama melihat masalah sampah yang ada di kota Namrole ini,” tandas Tasidjawa.


Dikesempatan yang sama, Ketua AMGPM Ranting Tolot Lea, Bearly Patiasina menuturkan masalah sampah ini merupakan tanggung jawab semua pihak termasuk AMGPM RTL.

“Sampah adalah masalah kita bersama, dan ini merupakan sumbangsih kecil kami AMGPM RTL kepada pemerintah daerah dalam melihat kebersihan kota Namrole. Kalau kota bersih, kita semua juga senang,” ucap Patiasina didampingi sekretaris Ranting, Viona Lesnussa dan sejumlah pengurus.


Dia juga berterima kasih kepada pemerintah Bursel, Kompi Senapan D 731/Kabaresi, Majelis Pembina dan semua pihak yang sudah terlibat dalam kegiatan tersebut termasuk pengurus AMGPM Daerah Bursel maupun Pengurus Cabang I Talitakumi.

“Kami juga berterima kasih kepada semua pihak, terkhususnya kepada Bupati Bursel, Pak Tagop Sudarsono Soulisa dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, yang mana sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk melakukan aksi bersama membersihkan pantai sekaligus menghimbau warga kota Namrole untuk tidak membuang sampah ke Laut. Harapan kami kerja sama ini dapat berlanjut dan kami berdoa semoga suatu saat nanti Kabupaten Bursel bisa meraih ADIPURA,” tandasnya. (Sumber : AMGPM Ranting Tolot Lea)

Namrole, Buru Selatan
Langkah antisipasi terhadap penyebaran virus Corona di Buru Selatan terus berlangsung dari hari ke hari. 

Sejumlah elemen masyarakat dan berbagai komunitas ikut ambil bagian dalam upaya ini.

Tak ketinggalan, Jemaat GPM Labuang dibawa Pimpinan Pdt HR Lessil/S ikut menggelar aksi peduli dalam upaya pencegahan COVID-19.

Aksi ini dilakukan dengan penyemprotan disinfektan di areal Gereja Wae Fuhan Prangit Labuang, rumah warga Jemaat dan masyarakat di kawasan Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Senin (20/03/2020).

Pantauan Media ini di lokasi penyemprotan, aksi Jemaat berlangsung dengan melibatkan AMGPM Ranting Talitakumi Labuang, Wadah Pelayanan Laki - laki (Pelpri), Wadah Perempuan (Pelwata), Pengasuh SMTPI. 

Kepada Orasi Rakyat, Ketua Majelis Jemaat GPM Labuang, Pdt HR Lessil/S mengatakan, kegiatan penyemprotan yang dilakukan hari ini untuk mengantisipasi penyebaran dan penularan Virus Corona yang semakin meresahkan masyarakat saat ini, khususnya di Bursel. 

"Langkah yang dilakukan oleh Jemaat GPM Labuang ini, merupakan bentuk kepedulian untuk mencegah mewabahnya Virus Corona di lingkungan tempat tinggal Jemaat maupun tempat umum," jelas Lessil.

“Ini hanya inisiatif Jemaat sendiri, langkah ini kami lakukan semata-mata untuk mencegah lingkungan sekitar dari penyebaran Virus Corona” sebutnya. 

Kegiatan penyemprotan ini, lanjut Lessil, merupakan gerak cepat dari Jemaat GPM Labuang dalam upaya mengatasi penyebaran Virus Corona.

Diketahui, Virus Corona atau Covid-19 adalah virus yang sangat cepat penularannya, bisa menyerang seluruh penduduk dalam satu wilayah, meskipun jumlah penduduknya sangat besar.
"Tindakan penyemprotan Disinfektan ini kita lakukan untuk pencegahan penyebaran Virus Corona, agar jemaat maupun masyarakat yang ada di Desa Labuang ini bebas dari Covid-19. Bagi kami, lebih baik mencegah darip mengobati," paparnya.

Menurutnya, untuk kemanusiaan dan kemaslahatan banyak orang, setiap orang punya tanggungjawab moril yang sama. Itu sebabnya Jemaat GPM Labuang berinisiatif melakukan langkah pencegahan di lingkungan sekitarnya.

Selain itu, Lessil juga menyampaikan kepada Jemaat dan masyarakat, agar selalu berperilaku hidup bersih dan sehat. Bagi Jemaat atau masyarakat yang baru pulang dari luar daerah untuk segera melaporkan kepada Pemerintahan Desa atau Puskesmas terdekat.

Selaku pimpinan Jemaat, ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktifitas diluar rumah jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak atau Social Distancing.
"Kami harap warga Jemaat maupun masyarakat lebih menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sesudah melakukan aktifitas diluar rumah," harapnya.

“Semoga langkah kami hari ini bisa sedikit membantu pemerintah dan masyarakat di lingkungan ini, agar kita semua dapat terhindar dari ancaman penyebaran virus Corona,” pungkasnya. (Sumber: Orasirakyat.com)

22 Mar 2020 | 08:06:06 WIB | Oleh  Administrator 457 kali
Seruan Gembala COVID-19, oleh GPM
Keterangan Gambar : Virus Covid 19 dalam gambar

Jemaat, Silahkan klik link yang berwarna biru dibawa ini untuk membaca, Terima Kasih.



Namrole, Buru Selatan
Guna menciptakan pemuda dan masyarakat buru selatan (Bursel) yang bersih dari penggunaan Narkoba dan terhindar dari penyakit HIV/AIDS, Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bursel dan Dinas Kesehatan Bursel menggelar sosialisasi tentang bahaya penggunaan narkoba dan HIV/Aids.

Kegiatan yang berlangsung di Gereja Wae Fuhan Prangit, desa Labuang, kecamatan Namrole, Minggu malam (27/10/2019) menghadirkan tiga nara sumber dalam memaparkan materi terkait Narkotika dan HIV/Aids.

Ketiga pemateri itu yakni, dari BNN menghadirkan Kapala BNNK Bursel Siti Umassugi, Dari Dinas Kesehatan Mengahadirkan Dokter Umum RSUD Namrole  Dokter Wineti Damamain, dan pemateri ke tiga dari ketua Majelis Jemaat GPM Labuang Pdt Erna Lessil.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Cabang AMGPM Talitakumi Jemmy Liligoly, Sekretaris Cabang AMGPM Talitakumi Elvis Lahallo, pengurus cabang, ketua-ketua ranting dan anggota AMGPM rating yang ada di bawa Cabang Talitakumi.

Kepala BNNK Bursel Siti Umassugi dalam paparannya mengatakan BNN memiliki tugas yang sangat penting terkait penanganan masalah penyalagunaan narkotika di Bursel.

Dikatakan, saat ini BNNK Bursel telah merehabilitasi 8 orang yang telah terbukti menggunakan narkotika dan Psikotropika dan saat ini mereka sementara di rehab di Klinik Pratama di Pemda Bursel.

“Narkoba sudah menjadi musuh bangsa. Musuh bangsa itu ada tiga yaitu narkoba, terorisme dan korupsi, mereka tiga ini adik kakak. Indonesia sekarang itu darurat narkoba karena potensi pasar untuk Indonesia itu sangat besar dan sangat menjanjikan bagi para bandar bukan hanya masyarakat biasa saja yang terjerat hukum menggunakan Narkoba tetapi aparat hukum juga terjerat. Kemarin ada orang BNN juga yang jual narkoba dan di proses hukum,” ungkapnya..

Saat ini, lanjutnya, temuan jenis baru untuk narkoba sudah 71 jenis dan yang masuk dalam daftar Peraturan Menteri Kesehatan hanya 20 jenis. sementara sisanya tidak diakomodir dalam peraturan.

“Ini juga sulit bagaimana kita mau tangkap sementara ada banyak jenis yang tidak di aturan dalam peraturan,”  selahnya.

Umassugi membeberkan, narkoba sudah menyebar di seluruh Indonesia. Saat ini bukan saja orang dewasa yang menggunakan narkoba tetapi anak-anak sekolah  juga pakai.

“Tahun lalu ada yang lapor kalau ada anak sekolah yang cium lem dan cium bensin. Dan parahnya lagi yang cium bensin itu 21 orang. Ini bahaya dan akan mengikis SDM Bursel jika terus dibiarkan. Untuk Indonesia jaringannya berskala internasional dan negara tiap tahun itu rugi  Rp. 84.7 triliun,” jelasnya.

Diutarakan, kondisi saat ini di Bursel, siswa SD sudah pakai bensin, siswa SMP pakai lem dan rokok elektrik. Hal ini harus menjadi perhatian semua kalangan karena merupakan ancaman besar bagi generasi muda penerus bangsa.

Dirinya menghimbau agar semua potensi AMGPM dan seluruh masyarakat dapat menghimbau seluruh kerabat, keluarga, maupun semua orang untuk menjahui narkotika. Sebab jika berhubungan langsung dengan Narkoba sudah pasti menyusahkan diri sendiri.

“Mungkin ini terlihat biasa, tapi sebenarnya ini bahaya dan mengancam generasi muda kita. Kalau PNS kedapatan pasti di pecat dan masuk penjara dan untuk masyarakat akan kena hukuman penjara. Menggunakan Narkoba berarti ia siap berhadapan dengan Hukum dan kematian karena itu konsekuensi menggunakan Narkoba akan membuat kita Dehidrasi, Halusinasi, penurunan tingkat kesadaran, gangguan kualitas hidup sampai kematian,” tegasnya.

Sementara Dokter Wineti Damamain dalam materinya menghimbau kepada seluruh kader AMGPM agar berhati-hati, sebab  Selama dirinya bertugas di Bursel telah mendapati ada pasien yang mengidap HIV/AIDS di  RSUD Namrole.

Dijelaskan, Virus mematikan ini hanya dapat menular melalui cairan tubuh manusia dan tidak menular melalui  gigitan nyamuk, jabat tangan maupun tinggal serumah.

“Virus HIV/Aids ini masuk dari sel darah putih, melalui cairan-cairan tubuh, bisa seperti sperma, vagina, dan air susu. Selain itu juga melalui cairan darah dengan melakukan transfusi, jarum suntik yang tidak stril, melalui hubungan seksual, maupun Transportasi organ tubuh,” teranganya.

Dikatakan, hingga saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan virus yang telah merenggut jutaan jiwa manusia itu. Hanya saja, para peneliti telah menemukan obat namun obat tersebut bukan untuk mematikan virusnya tetapi hanya memperlambat perkembangan virus di dalam tubuh manusia.
Lanjutnya, seorang pengidap HIV/AIDS tidak bisa dilihat secara kasat mata sehingga dirinya menghimbau agar para kader AMGPM dapat menjadi corong untuk menyampaikan bahaya HIV/ AIDS di Bursel.

“Penderita HIV/ AIDS itu tidak terlihat secara kasat mata, untuk itu sebagai pemuda gereja kita bersama elemen lainnya harus menjadi corong untuk menyampaikan kepada masyarakat luas tentang bahaya virus ini. Virus ini akan tinggal dalam tubuh manusia dari 5 sampai 10 tahun baru kelihatan. Dan saat kelihatan dengan ciri-ciri pengidap HIV itulah maka yang bersangkutan akan meninggal dunia,” pungkasnya.
Sedangkan Ketua Majelis Jemaat GPM Labuang Pdt Erna Lessil dalam materi singkatnya dari perspektif agama Kristen hanya mengingatkan semua kader AMGPM untuk menjahui apa yang telah disampaikan oleh pihak BNNK dan Doter RSUD Namrole, sebab menurutnya, tubuh dan hidup manusia adalah kepunyaan Tuhan dan kita sebagai menusia patut menjaganya.

“Kita harus menjaga tubuh kita sebab tubuh kita merupakan Bait Allah (rumah Tuhan) yang suci dan kudus. Menggunakan obat-obat terlarang dan narkoba serta melakukan tindakan-tindakan hingga tubuh kita terjangkit HIV/ AIDS itu berarti kita telah merusak cipataan Tuhan,” tutupnya. (Sumber: Suaraburuselatan.com)

Cari Website Ini


Cari Ayat Alkitab


Ketik kata atau ayat:

Alkitab Bahan

Berita Daerah AMGPM

Seputar AMGPM

Sering Di Baca

Total Pageviews

Site Archive

loading...