Jesus

Chat Kami

Featured Post

Siklas GPM Bursel Soroti Gereja sebagai Agen Pemulihan

Buru Selatan - Sidang ke-62 Klasis GPM Buru Selatan yang berlangsung di Jemaat Namrinat, Minggu (22/03/2026), menyoroti peran gereja dalam...

All Info AMGPM

Berita Daerah AMGPM

Baca Juga

Syalom...

Berita Cabang AMGPM

Berita Ranting AMGPM


Siklas GPM Bursel Soroti Gereja sebagai Agen Pemulihan

Buru Selatan - Sidang ke-62 Klasis GPM Buru Selatan yang berlangsung di Jemaat Namrinat, Minggu (22/03/2026), menyoroti peran gereja dalam merespons berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat, sekaligus mendorong penerapan tertib administrasi, tertib keuangan, dan tertib pelayanan (3T).

Kegiatan dimulai dengan ibadah pada pukul 09.00 WIT yang dipimpin oleh Pdt. H. D. Behuku sebagai pemimpin liturgos dan Pdt. R. Parera sebagai pelayan firman, dari pembacaan Injil Matius 27:11-26 melalui tema mingguan "Bertanggungjawablah Demi Keadilan, Jangan Cuci Tangan."
Dalam rangkaian pembukaan sidang, Ketua Klasis GPM Buru Selatan, Pendeta Wen Lesbassa, menyampaikan pokok pikiran pelayanan gereja yang menekankan relasi kemanusiaan, tanggung jawab iman, serta peran gereja dalam menjawab dinamika sosial.

Lesbassa mengatakan momentum persidangan tahun ini dinilai memiliki makna karena berlangsung bersamaan dengan Minggu Sengsara Kristus ke-6 sebagai karya penebusan Allah di dalam Kristus dan perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah oleh umat Islam sebagai simbol kemenangan iman.

"Atas nama warga GPM se-Klasis Buru Selatan, kami menyampaikan Minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin, selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri," ujarnya.

Menurutnya, kedua momentum tersebut menegaskan bahwa beragama adalah pemenuhan relasi Ilahi melalui relasi kemanusiaan, di mana manusia berjumpa sebagai sesama yang setara dan sebagai saudara dalam nilai Kai-Wait.

Ia mengatakan Kai-Wait merupakan nilai budaya sekaligus energi kebudayaan yang mendorong lahirnya kasih, keterbukaan, dan saling menghormati antar sesama tanpa memandang suku dan agama. Nilai tersebut juga tercermin dalam tradisi penyambutan masyarakat Buru Selatan melalui penyematan ifutin bagi laki-laki dan selendang bagi perempuan sebagai bagian dari penerimaan yang tulus.

Dalam konteks pelayanan, Lesbassa mengingatkan bahwa gereja adalah komunitas persaudaraan yang dipanggil untuk menjadi pembelajar Kai-Wait, serta menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sosial.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran profetik gereja dengan menjadi teladan dalam tutur kata, tindakan, gaya hidup, dan cara pandang yang tidak eksklusif, serta tetap menyuarakan keadilan, kasih, kesejahteraan, dan komitmen merawat perdamaian.

"Kita harus menjadi teladan moral di tengah kerapuhan moral akibat disrupsi teknologi dan disrupsi etik, tidak melumrahkan hate speech, bullying, kekerasan, korupsi, dan ketidakadilan," tegasnya.

Persidangan ini dilaksanakan dalam bingkai tema pelayanan lima tahun GPM, "Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM" dan subtema tahun 2026, "Layanilah Umat dengan Tekun Sesuai Kasih Allah."

Ia juga menyoroti pentingnya kepekaan pelayan gereja dalam membaca realitas sosial, sehingga pelayanan tidak hanya bersifat rutin, tetapi mampu menjawab perubahan perilaku masyarakat.

Selain itu, pelaksanaan persidangan secara bergilir di jemaat disebut sebagai bentuk kemitraan strategis antara gereja, pemerintah desa, tokoh adat, dan tokoh agama dalam semangat Kai-Wait.

Pada kesempatan itu, ia juga menyoroti berbagai kendala klasik seperti infrastruktur jalan dengan harapan adanya perhatian pemerintah guna menunjang mobilitas masyarakat termasuk ruas jalan Namrole–Leksula.

Dalam arah pelayanan ke depan, Klasis GPM Buru Selatan akan menetapkan Rencana Pengembangan Pelayanan Klasis (RPPK) 2026–2030 dengan fokus pada pendidikan, pembinaan anak dan remaja melalui SM-TPI, pembinaan keluarga (Binakel), peningkatan kapasitas pelayan, serta pengelolaan lingkungan hidup.

Lesbassa menjelaskan, pada sektor pendidikan gereja memberikan perhatian serius terhadap penyelenggaraan pendidikan melalui Yayasan Pembinaan Pendidikan Kristen (YPPK) Dr. J.B. Sitanala, khususnya dalam mengatasi keterbatasan tenaga guru pada sejumlah sekolah dasar yang dikelola gereja.

Selain itu, penguatan pendidikan formal gereja juga diarahkan pada peningkatan kapasitas pengasuh Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SM-TPI) sebagai wadah pembinaan iman dan kreativitas anak dan remaja.

Pada aspek pembinaan keluarga, ia menegaskan bahwa keluarga merupakan basis utama pelayanan gereja yang harus terus diperkuat sebagai "gereja rumah tangga" (ecclesia domestica), melalui nilai kasih, saling pengertian, serta kehidupan yang saling menopang.

Di sisi lain, gereja juga mendorong peningkatan kesadaran ekologis melalui pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan, termasuk menjaga keseimbangan ekosistem dan pelestarian sumber daya alam.

Menurutnya, seluruh upaya pelayanan tersebut sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui nilai BerAKHLAK, yang menekankan pentingnya moralitas, etika, spiritualitas, serta tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Untuk tahun 2026, Lesbassa menekankan komitmennya terhadap pelayanan kedepan melalui penerapan 3T yakni : tertib administrasi, tertib keuangan, dan tertib pelayanan sebagai budaya kerja yang harus didorong secara bersama.

Arahan Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM Pendeta Sacharias I. Sapulette yang disampaikan oleh Anggota MPH Sinode GPM Penatua. Natelda R. Timisela menyebutkan bahwa persidangan ini memiliki posisi strategis pasca Sidang ke-39 Sinode GPM dan Sidang pertama pada dasawarsa ke-5 pelaksanaan PIP-RIPP GPM.

Disebutkan, sidang ini menjadi momentum penting dalam menerjemahkan visi, misi, dan arah pengembangan pelayanan GPM pada dasawarsa baru menuju satu abad GPM tahun 2035, sekaligus menjabarkan ketetapan-ketetapan Sidang Sinode di tingkat klasis dan jemaat.

Pada dasawarsa ke-5 ini, GPM dipandu oleh visi "Menjadi Gereja yang Berbuah dalam Anugerah Allah Tritunggal" sebagai pengembangan dari visi sebelumnya, yakni "Berakar dalam Allah Tritunggal, Bertumbuh Bersama Merawat dan Membela Kehidupan."

"Gereja tidak hadir untuk dirinya sendiri, melainkan menjadi agen pemulihan yang menyentuh luka-luka sosial, batin dan struktural dalam masyarakat," demikian disampaikan.

Gereja, lanjutnya, dipanggil untuk hadir secara inklusif dan berdampak dengan membuahkan kebaikan, keadilan, kebenaran, kesejahteraan, perdamaian, serta menjaga keutuhan ciptaan.

Dalam arah pelayanan tersebut, berbagai persoalan seperti kemiskinan, keterbatasan akses dan kualitas pendidikan serta kesehatan, krisis keluarga, trauma sosial, konflik, hingga dampak eksploitasi sumber daya alam menjadi perhatian bersama yang menuntut kehadiran gereja secara aktif dan kontekstual.

Pihaknya juga menyoroti bahwa pelayanan gereja tidak cukup hanya bersifat rutin, tetapi perlu menghadirkan terobosan yang digerakkan oleh spiritualitas pembaruan dan pembebasan guna mendorong transformasi nyata dalam kehidupan jemaat.

Selain itu, pihaknya menambahkan bahwa perhatian terhadap keluarga sebagai "gereja rumah tangga" perlu diperkuat melalui pendampingan pastoral, termasuk dalam menghadapi persoalan sosial seperti kekerasan dalam rumah tangga, judi online, pinjaman online, serta relasi keluarga yang rapuh.

Pemberdayaan ekonomi umat juga didorong melalui program Gerakan Keluarga Menanam, Melaut, Beternak, dan Memasarkan sebagai gerakan bersama di seluruh klasis dan jemaat dengan indikator yang terukur.

Di bidang pendidikan dan kesehatan, ditekankan pentingnya peningkatan kualitas sekolah-sekolah gereja, pemenuhan tenaga pendidik, serta edukasi pola hidup sehat termasuk perhatian terhadap kesehatan mental umat.

Lebih lanjut Timisela menambahkan bahwa penguatan kapasitas dan integritas pelayan gereja menjadi hal penting dalam menghadapi tantangan perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital.

Berbagai isu strategis lainnya seperti pengelolaan lingkungan, penanggulangan bencana, penguatan relasi lintas iman, serta transformasi pelayanan berbasis teknologi digital juga diharapkan terus dikembangkan sesuai konteks wilayah pelayanan masing-masing.

Kesempatan yang sama Bupati Buru Selatan, La Hamidi dalam sambutannya  menyampaikan bahwa Klasis GPM Buru Selatan yang terdiri dari 29 jemaat dan 4 Pos Pekabaran Injil, dengan wilayah pelayanan yang mencakup pesisir timur, barat hingga pedalaman pegunungan, memiliki tantangan pelayanan yang tidak ringan.

Namun demikian, pihaknya menyatakan keyakinan bahwa dengan semangat kebersamaan dan iman yang kokoh, seluruh tantangan tersebut dapat dihadapi oleh gereja bersama masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, lanjutnya, memandang gereja sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam pembinaan moral, spiritual, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kedamaian di tengah masyarakat.

Ia berharap hasil persidangan tahun 2026 dapat bersinergi dengan program pembangunan daerah, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ketahanan sosial masyarakat, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir dan pegunungan.

Harapannya setiap keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan nilai-nilai iman serta membawa dampak positif bagi kehidupan bergereja, bermasyarakat, dan berbangsa.

Agenda Sidang Klasis turut dihadiri Wakil Bupati Buru Selatan Gerson E. Selsily, unsur DPRD Kabupaten, pimpinan OPD, Forkopimda, Pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan, Forkopimcam, serta para pelayan gereja.

Peserta sidang Klasis GPM Buru Selatan tercatat berjumlah lebih dari 100 orang dari peserta Biasa dan Peserta Luar Biasa yang berasal dari 29 jemaat tersebar di wilayah pelayanan Klasis Buru Selatan.

Jalannya agenda sidang ke-62 Klasis GPM Buru Selatan berlangsung pada pukul 14.17 hingga berakhir tepat pukul 16.49 WIT dengan berbagai pembahasan strategis terkait arah pelayanan di Klasis Buru Selatan ke depannya. (MC)

Syalom...

Redaksi

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Cari Website Ini


Cari Ayat Alkitab


Ketik kata atau ayat:

Alkitab Bahan

Berita Daerah AMGPM

Seputar AMGPM

Sering Di Baca

Total Pageviews

Site Archive

loading...