Baca Juga
Namrole – Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) XII Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Cabang I Talitakumi yang berlangsung di Ranting Ebenhaezer Waetina, Minggu (31/5/2026), berjalan sukses dan menghasilkan sejumlah keputusan strategis bagi pelayanan organisasi pada tahun mendatang.
Kegiatan diawali dengan ibadah Minggu yang dipimpin oleh Pendeta C. Marolly/R. sebagai bentuk penghayatan spiritual sebelum memasuki agenda persidangan. MPPC XII diikuti oleh utusan dari delapan ranting yang berada di wilayah pelayanan Cabang I Talitakumi, para pendeta se-cabang, serta pengurus AMGPM tingkat daerah.
Ketua AMGPM Cabang I Talitakumi, Roby Tasidjawa, dalam pidato pembukaannya menjelaskan bahwa pelaksanaan MPPC bertujuan untuk mengevaluasi program pelayanan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Pengurus Cabang Tahun 2025, sekaligus menetapkan program pelayanan dan APB Tahun 2026 serta berbagai keputusan strategis lainnya.Menurut Tasidjawa, forum musyawarah tersebut bukanlah ruang untuk saling menghakimi, melainkan wadah evaluasi, pengembangan pelayanan, dan penguatan kaderisasi organisasi pemuda gereja.
“Melalui evaluasi yang dilakukan secara objektif dan matang, kita berharap kader AMGPM di wilayah pelayanan Cabang I Talitakumi tetap menjaga kebersamaan serta terus menjalankan panggilannya sebagai garam dan terang dunia,” ujarnya.
MPPC XII diselenggarakan dalam semangat tema pelayanan GPM, yakni “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM”, dengan subtema “Layanilah Umat dengan Tekun Sesuai Kasih Allah.”
Sementara itu, Ketua Bidang II Pengurus Daerah AMGPM, Vence Titawael, menekankan pentingnya konsolidasi organisasi sebagai bagian dari persiapan menuju pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) AMGPM di Kabupaten Buru Selatan pada tahun 2029 mendatang.Selain itu, ia mendorong pemanfaatan lahan-lahan tidur menjadi lahan produktif guna mendukung kemandirian organisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi kader AMGPM di masa depan.
Titawael juga mengingatkan pentingnya melanjutkan pembangunan gedung sekretariat Cabang I Talitakumi agar dapat segera diselesaikan dan diresmikan.
“Pembangunan gedung sekretariat cabang harus menjadi perhatian bersama karena akan menjadi pusat aktivitas organisasi dalam mendukung pelayanan ke depan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Pendeta I. Aponno/S, selaku Ex Officio Wilayah Cabang I Talitakumi, berharap MPPC tidak hanya menjadi forum evaluasi dan pertanggungjawaban program kerja, tetapi juga mampu melahirkan keputusan-keputusan konstruktif yang berdampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan AMGPM.
Seluruh agenda persidangan berlangsung dengan lancar hingga penutupan yang dilakukan oleh Sekretaris Bidang V Pengurus Daerah AMGPM, Yanto Lemoso. Dalam sambutannya, ia berharap seluruh keputusan, program kerja, dan rekomendasi yang telah disahkan dalam forum dapat dilaksanakan secara konsisten dengan dukungan seluruh elemen organisasi.
“Keberhasilan pelaksanaan program yang telah diputuskan dalam MPPC XII membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh potensi yang ada di delapan ranting maupun seluruh perangkat pelayanan di lingkup AMGPM Cabang I Talitakumi,” katanya.
MPPC XII AMGPM Cabang I Talitakumi turut dihadiri para pendeta serta pengurus Daerah AMGPM Buru Selatan. Kegiatan ditutup dengan ibadah Perjamuan Kasih sebagai simbol berakhirnya seluruh rangkaian persidangan dan dinamika musyawarah dalam semangat persaudaraan serta pelayanan bersama.
(MC)
Namrole - Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) ke-15 AMGPM Cabang VII Eblalet resmi dibuka pada Minggu, 17 Mei 2026, bertempat di Ranting Nouthesya Grahwaen. Kegiatan tersebut menjadi forum penting organisasi dalam melakukan evaluasi pelayanan, konsolidasi organisasi, serta menetapkan arah program pelayanan untuk satu tahun pelayanan ke depan.
MPPC XV diikuti sebanyak 69 peserta yang terdiri dari 33 peserta biasa dan 36 peserta luar biasa dari delegasi enam ranting di wilayah pelayanan Cabang VII Eblalet. Agenda persidangan tersebut turut dihadiri unsur ex officio, para pembina ranting, serta pembina cabang di wilayah pelayanan Cabang VII Eblalet.
Turut hadir mendampingi Pengurus Daerah AMGPM Buru Selatan di antaranya Ketua Bidang I, Akoris Biloro, Ketua Bidang V, Temon Hukunala, serta Sekretaris Bidang I, Abraham Hukunala.
Pembukaan sidang dilakukan oleh Sekretaris Daerah AMGPM Buru Selatan, Pendeta. Yohanis Pattinasarany. Dalam arahannya, ia mengatakan bahwa MPPC merupakan amanat konstitusi organisasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga Pasal 17 sebagai lembaga legislatif tingkat cabang.
“MPPC memiliki tugas dan wewenang untuk mengevaluasi pelaksanaan program pelayanan, anggaran pendapatan dan belanja organisasi, serta menetapkan program pelayanan dan kebijakan organisasi untuk tahun pelayanan yang baru,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa forum MPPC tidak hanya dipandang sebagai agenda rutin organisasi, tetapi harus menjadi ruang evaluasi yang objektif, ruang komunikasi yang sehat, serta ruang pengambilan keputusan yang berpihak pada kepentingan pelayanan dan masa depan organisasi.“Seluruh peserta sidang diharapkan mengikuti proses persidangan dengan menjunjung tinggi etika organisasi, semangat persaudaraan, dan penghormatan terhadap mekanisme konstitusi AMGPM,” katanya.
Dalam forum tersebut, Pengurus Daerah juga mendorong agar program-program pelayanan yang ditetapkan benar-benar menjawab kebutuhan cabang dan ranting, disusun secara realistis, terukur, serta menyentuh kebutuhan kader dan jemaat.
“Perhatian terhadap pendidikan kader perlu terus ditingkatkan agar lahir kader AMGPM yang memahami konstitusi organisasi, nilai-nilai gereja, serta tanggung jawab pelayanan,” lanjutnya.Selain itu, pengembangan ekonomi kader juga menjadi perhatian bersama melalui pengelolaan kebun cabang dan kebun ranting sebagai bentuk pemberdayaan kader dan penguatan kemandirian organisasi.
“Cabang dan ranting perlu mulai memikirkan langkah-langkah strategis untuk membangun kemandirian ekonomi organisasi,” tambahnya.
Momentum MPPC XV juga dimaknai sebagai ruang konsolidasi organisasi, baik antara cabang dan ranting maupun secara internal Pengurus Cabang, termasuk dalam menghadapi dinamika organisasi dan proses Pergantian Antar Waktu atau PAW.
Pengurus Daerah turut menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan gereja, pemerintah, dan masyarakat sebagai mitra strategis dalam pelayanan organisasi pemuda gereja.
“Gereja harus tetap menjadi mitra utama dalam seluruh gerak pelayanan organisasi AMGPM,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Pengurus Daerah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada AMGPM Ranting Nouthesya selaku tuan rumah yang telah menerima dan melayani seluruh peserta dengan semangat pelayanan dan kebersamaan.
Dengan berlandaskan semangat pelayanan AMGPM serta tuntunan Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Organisasi, Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang ke-15 AMGPM Cabang VII Eblalet dapat berjalan aman dan tertib. (MC)
Bursel, AMGPM - Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) XII AMGPM Cabang V Betlehem Minggu (26/03/2023) kembali digelar di Ranting Waenamaolon.
Mengawali rangkaian pembukaan MPPC XII AMGPM Cabang V Betlehem dilakukan kebaktian minggu yang dipimpin oleh Vikaris Aranscha Kulaleen.
usai kebaktian, proses pembukaan MPPC diawali dengan pidato Ketua Cabang V Betlehem Bung Roland Biloro, dikatakan MPPC yang digelar saat ini bukan untuk saling menghakimi melainkan menjadi wadah untuk pengembangan pelayanan dan pengkaderan organisasi pemuda gereja melalui evaluasi pelayanan secara baik. Hal ini dimaksudkan agar Cabang V Betlehem tetap solid dalam menjalankan pelayanan sebagai Garam dan Terang Dunia, mengingat adanya persiapan MPPD yg menjadi tanggung jawab bersama di Cabang V Betlehem, sehingga diperlukan kebersamaan yang baik dalam mensukseskan pelaksanaan MPPD di Ranting Getsemani Waehaolon pada tanggal 13-14 April 2023 nanti.
Berkaitan hal tersebut, melalui MPPC saat ini dapat menjadi tempat evaluasi bersama guna menetapkan program kegiatan tahun ini.
Ketua Bidang 2 Pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan Usi Herlin Seleky dalam arahannya mengingatkan kader di Cabang V Betlehem agar dalam sidang legislatif yang berlangsung saat ini para peserta MPPC dapat mengevaluasi realisasi program dan anggaran tahun 2022 serta menetapkan program dan anggaran tahun ini termasuk pikiran-pikiran rekomendasi.
Seleky berharap forum MPPC XII AMGPM Cabang V Betlehem dapat menuangkan ide dan gagasan agar melahirkan program kegiatan sesuai konteks wilayah pelayanan. Selain itu, dirinya juga berkesempatan memberikan ucapan Selamat Hari Jadi AMGPM ke 90 dengan tema Bersukacita dan Jadilah Berkat.
Sementara Camat Leksula Bapak Rein Tasane berharap agar AMGPM dan Pemerintah tetap bersinergi.
MPPC ke XII di buka oleh Ketua Bidang 2 Pengurus Daerah Usi Herlin Seleky.
dalam agenda itu turut dihadiri Sekretaris Daerah AMGPM Daerah Buru Selatan Bung. Vence Titawael dan Ketua Bidang IV Bung Erens Tasidjawa, adapun Pdt. J. Behuku dan Pdt. G. Solissa.
Pelaksanaan MPPC XII menetapkan 7 Program, 13 Kegiatan dan 4 rekomendasi. Penutupan MPPC XII dilakukan dengan kebaktian yang dipimpin oleh Vikaris Jillian F. Adodo.
(MC)
AMGPM, Dabursel
MPPC tersebut dibuka langsung oleh Ketua Daerah AMGPM Bursel, Dominggus Seleky dan di hadiri oleh pengurus daerah AMGPM Bursel; Pengurus Cabang Talitakumi; Exofficio, Pdt. H R Lessil/Seleky; Kapolsek Waesama, IPDA Bastian Tuhuteru; Danramil Waesama; Komandan Pos Armet Waelikut; Camat Waesama, Alem A Souwakil; Sekretaris Camat Waesama, Harun Souwakil; Kades Wailikut, Jafar Wael; Kadus Waesoar, Majelis Jemaat GPM Waesoar, perutusan dari sejumlah pengurus dan anggota Ranting AMGPM Se-Cabang Talitakumi serta tamu undangan lainnya.
MPPC diawali dengan Ibadah yang dipimpin oleh Pdt.J. Lopulalan/ Tasidjawa. Pembacaan Firman terambil dari Injil Matius 17: 14-21.
Selanjutnya, MPPC di buka dengan Akta Penyalaan Lilin dan Penaburan Garam oleh Ketua AMGPM Cabang Talitakumi, Roby Tasidjawa sebagai tanda dan pengingat semua peserta akan moto AMGPM "Kamu adalah Garam dan terang Dunia".
Ketua Daerah AMGPM Bursel, Dominggus Seleky dalam arahannya mengatakan, pelaksanaan MPPC ke X adalah untuk mengevaluasi realisasi program tahun 2022 dan menetapkan program tahun 2023.Disamping itu, MPPC harus mampu melahirkan dan membetuk kader yang bersikap kritis terhadap masalah gereja maupun masyarakat serta mampu bersaing di era digitalisasi.
"Kader AMGPM sudah saatnya berkreatifitas di tengah transformasi digital di erah pandemi Covid19 dan isu-isu perekonomian global maupun regional," ucap Seleky.
Lanjutnya, AMGPM juga harus mampu memainkan peran bersama dalam menyikapi tahun politik saat ini dengan menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan masing-masing.
Bahkan, gumulan AMGPM ke depan sangat berat, tapi kita harus tetap mampu membina pemuda AMGPM sebagai kader yang tulus dan sungguh-sungguh menjalankan pelayanan baik di gereja maupun masyarakat.
"AMGPM di Daerah Bursel khususnya Cabang I Talitakumi sudah harus membuktikan diri sebagai organisasi gereja yang cerdas sosial, ekonomi dan politik. Kecerdasan dapat diwujudkan dengan tanggap terhadap dinamika sosial, ekonomi dan politik di daerah," tuturnya.
Ketua AMGPM Cabang Talitakumi, Robi Tasidjawa dalam pidatonya mengatakan kader yang ada di 7 ranting pada Cabang Talitakumi dalam melayani jangan hanya di dalam AMGPM saja tapi dapat berekspansi keluar untuk menghadirkan syalom Allah di tengah-tengah masyarakat.
"Sebagai kader kita mesti menunjukkan kemampuan kita dalam pengembangan diri. Kader AMGPM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dengan tetap menjadi garam yang memberi rasa dan terang yang selalu bercahaya," ucap Tasidjawa.Ia juga berharap, peserta AMGPM yang hadir dalam MPPC tersebut dapat berkontribusi dalam menyumbangkan ide dan pikiran untuk melahirkan program-program strategis demi menunjukan eksistensi AMGPM di masyarakat luas.
"Tuangkan ide dan pikiran kreatif saudara-saudara untuk memperkaya program yang menjadi tujuan bersama kita dalam ber-AMGPM," pintanya.
Sementara arahan Exofficio, Pdt. H. R Lessil Seleky mengajak kader AMGPM dan semua peserta untuk selalu bersyukur dalam segala keadaan.
"Kita harus bersyukur dalam segala realita. Untuk itu jadikan MPPC X ini sebagai bagian dalam saling mendukung dan buka sebagai wada untuk saling menghakimi," ucap Lessil.Lessil menuturkan, bahwa AMGPM harus mampu menghadapi perubahan global dunia saat ini dengan mengembangkan potensi AMGPM yang ada.
"Kita harus mampu mengembangkan kemampuan dan potensi kader dalam menciptakan sumber-sumber ekonomi baru demi kesejahteraan kader, gereja dan masyarakat," pintanya.
Selain itu, tambah Lessil, dalam menghadapi tahun politik, Kader AMGPM harus mampu menjaga keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat.
"Karena kader AMGPM bukan saja hanya berbicara soal Gereja tapi harus mampu menyumbangkan pikiran, tenaga demi terciptanya tahun politik yang aman dan damai," tandasnya.
Dikesempatan yang sama, Camat Waesama, Salim Souwakil mengapresiasi pelaksanaan MPPC ke X. Karena selain menjalankan amanat konstitusi, MPC juga dapat mendekatkan hubungan sesama kader.
Ia berharap, apa yang menjadi perbicangan dalam MPPC nanti, dapat terus menguatkan kader untuk tetap menjadi garam dan terang dunia.
Sedangkan Ketua Panitia, Bruri Latuwael dalam kesempatan itu mengucap terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu demi suksesnya MPPC ke X.
"Terima Kasih kepada semua pihak yang telah membantu demi suksesnya pelaksanaan MPPC tersebut," tandasnya. (MC)
AMGPM, Dabursel - Kegiatan Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) Ke I Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku, (AMGPM) Cabang 3 Nafiri Sion berlangsung sukses di Ranting Eirene Jemaat GPM Waewali, Jumat (26/01/2023).
Pembukaan MPPC berlangsung pukul 11.00 hingga 20.00 Wit dan dihadiri 3 Ranting se-Cabang 3 Nafiri Sion diantaranya Ranting Eirene, Ranting Bethesda dan Ranting Solavide, Para Ketua Majelis Jemaat serta Pengurus Daerah Buru Selatan (Dabursel) yang membuka kegiatan tersebut.
Ketua Cabang 3 Nafiri Sion R. Liligoly dalam pidatonya berharap moment persidangan ini dapat dijadikan sebagai media belajar.
Menurutnya MPPC digelar untuk mengevaluasi realisasi anggaran dan program tahun sebelumnya serta menetapkan anggaran dan program satu tahun pelayanan berikutnya termasuk pikiran-pikiran rekomendasi.
Dikesempatan yang sama, Ketua Bidang IV Pengurus AMGPM Dabursel Erens J. Tasidjawa dalam arahannya mengatakan hari ini menjadi hari sukacita bagi para kader di ke ketiga ranting se-Cabang 3 Nafiri Sion yang loyal dalam menunjukan militansinya kepada AMGPM.
Dijelaskan, melalui moment MPPC dirinya mewakili Pengurus Daerah AMGPM Daerah Buru Selatan berharap sungguh seluruh peserta dapat memanfaatkan agenda ini untuk memberikan kontribusi pikir, ide dan gagasan dalam menunjang peningkatan pelayanan, pengembangan organisasi dan potensi kader serta pemberdayaan kader.
"Kami berharap peserta MPPC di Cabang 3 Nafiri Sion dapat menetapkan anggaran dan program satu tahun pelayanan termasuk keputusan strategis lainnya dalam pikiran rekomendatif sesuai konteks pelayanan," ujar Tasidjawa.Tasidjawa juga mengingatkan bagi Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus-Pengurus Ranting (PR) bahwa sinergitas dan koordinasi dengan gereja harus terus dibangun guna menumbuhkembangkan pelayanan dan kemajuan organisasi dalam kesadaran AMGPM sebagai anak kandung gereja, termasuk sinergitas dengan pemerintah di wilayah pelayanan masing-masing.
Menutup arahannya itu Tasidjawa juga mengajak seluruh anggota AMGPM se-Cabang 3 Nafiri Sion untuk terus menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif dan selalu setia menepis isu-isu hoax di tengah masyarakat.
Acara Pembukaan MPPC Ke 1 AMGPM Cabang 3 Nafiri Sion di layani oleh Pdt. Ny. E. Latue.Dalam agenda MPPC ditutup oleh Sekretaris Bidang I Pengurus Daerah Stevano Kailola, dimana dalam sambutannya, Kailola mengajak peserta bahwa sesungguhnya MPPC yang berlangsung ini bukan menjadi keputusan Pengurus Cabang saja, melainkan menjadi keputusan bersama.
Kailola berharap dari agenda ini para peserta dapat menindaklanjuti semua yang menjadi keputusan MPPC ke 1 sebab menurutnya hal tersebut bukan menjadi akhir melainkan awal perjalanan pelayanan di tahun 2023.Dirinya juga berucap terima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat di 3 Jemaat Pelayanan Cabang Nafiri Sion yang telah mendorong semangat dan motivasi Kader AMGPM di ketiga Ranting.
"Ucapan terima kasih juga kami sampaikan bagi Ketua dan Majelis Jemaat serta Warga Jemaat GPM Waewali yang menjadi tuan dan nyonya rumah bagi pelaksanaan MPPC ke 1," tandas Kailola. (MC)

















