Baca Juga
AMGPM, Dabursel
Selain sosialisasi, Polres Bursel dan Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Dabursel juga melakukan pembagian helm kepada pengendara agar wajib menggunakan helm saat berkendara.
Pihak Kepolisian Polres Bursel melakukan sosialisasi lalu lintas kepada pengendara maupun pengojek agar wajib menggunakan helm, memiliki surat ijin mengemudi termasuk perlengkapan kendaraan lainnya.
Sosialisasi ini dilakukan sebelumnya agar masyarakat mengetahui pelaksanaan operasi kendaraan yang akan dilakukan pihak kepolisian kedepannya.Ketua Daerah AMGPM Bursel, Dominggus Seleky mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk perhatian seriuS AMGPM untuk mendukung Polres Bursel dalam mensosialisasikan tertib berlalu lintas.
Dijelaskan pelaksanaan sosialisasi dan pembagian helm juga merupakan dukungan moral kepada masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah ditengah dampak kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM.
Sementara, Wakapolres Bursel Kompol Noovy Sapulette mengatakan tujuan sosialisasi ini tentu menjadi langkah untuk diketahui masyarakat termasuk pengendara yang berkendara wajib mengikuti arahan sosialisasi yang disampaikan pihak kepolisian.
Kegiatan ini turut dihadiri PS Kasat Lantas Polres Bursel, Iptu Orgenes A. Peilouw. (MC)
AMGPM, Bursel
Gagasan untuk mengelola potensi pangan lokal bagi kader AMGPM Daerah Buru Selatan tengah diwujudkan wadah AMGPM. Langkah ini ditempuh melalui pemberdayaan Kader dalam pengelolaan pertanian pangan lokal di Cabang maupun masing-masing ranting.
Dengan melibatkan Kader AMGPM ditingkat Ranting maupun Cabang dalam usaha pengembangan pangan lokal, Pengurus Daerah dalam keputusan MPPD ke-26 berinisiasi memberdayakan lahan kosong menjadi lahan pertanian yang bermanfaat bagi organisasi dan para kadernya.
Melalui pola ini Angkatan Muda di tingkat Ranting maupun Cabang dibina untuk menjadi wirausaha yang baik dengan memanfaatkan potensi alam sekitar, tidak hanya pada sektor pertanian tapi juga dimanfaatkan potensi pada sektor perikanan dan kelautan.
Ketua Daerah AMGPM Buru Selatan, Dominggus Seleky mengatakan kader AMGPM diarahkan untuk mengembangkan potensi alam baik pada sektor Perikanan maupun Pertanian untuk dapat dikelola dengan baik.Upaya ini tentu memberikan nilai positif terhadap penguatan pembiayaan kelembagaan.
Seleky mengungkapkan, untuk pengembangan pangan lokal seperti tanaman ubi talas atau keladi telah menjadi komoditi andalah di Ranting Getsemani Waehaolon Cabang V Betlehem.
"Upaya pengembangan pangan lokal ini telah dicanangkan dengan nama 'Keladi Obor' sebagai komoditi yang didistribusikan secara berjenjang kepada Pengurus Besar AMGPM di Ambon," ucap Seleky, Minggu (24/4/22).
Pencanangan ini disampaikan saat usai pelantikan Panitia MPPD ke-27, Pelantikan Panitia PKJM, dan Relawan Mengajar di Gedung Gereja Neten Salawatu-Waehaolon, Minggu pagi.
"Rencana pengembangan ini pula dijadikan sebagai tonggak kebangkitan AMGPM dalam memberdayakan kadernya termasuk umat di Jemaat," paparnya.
Seleky mengajak seluruh kader AMGPM di Daerah Buru Selatan untuk berkolaborasi menyukseskan target ini sebagai cara menjawab Sub Tema GPM yakni "Membangun Gereja yang Memiliki Ketahanan dan Daya Juang Demi Kualitas Hidup Bersama di Tengah Pergumulan Pandemi Covid 19 dan Transformasi Digital".
Dalam agenda Pencanangan Keladi Obor dan rangkaian pelantikan disisipkan juga kegiatan penanaman ratusan anakan keladi, bibit tanaman hortikultura dan sayuran bersama Potensi Ranting Se-Cabang V Betlehem.Turur hadir dalam kegiatan itu Ketua Bidang IV Bung Erens Tasidjawa, Sekretaris Bidang I Bung Stevano Kailola, Sekretaris IV Bung Rivano Latuwael, Bendahara Daerah Bung Ampi Teslatu dan Bendahara II Usi Novi Luturmas, Ketua Majelis Jemaat Waehaolon Pdt. Ny. J. Lopulalan/T, S.Si Teol, Pdt. Y. Hattu, S.Si bersama Pengurus Cabang V Betlehem. (MC)
Bursel, AMGPM DaBursel
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah, Bung Vence Titawael. Dalam sambutannya Titawael mengajak agar Kepengurusan Cabang III Nafiri Sion yang baru dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik, menjaga keharmonisan internal pengurus cabang, hingga pengurus-pengurus ranting termasuk kader AMGPM se-Cabang III Nafiri Sion.
Dikesempatan yang sama Karteker Ketua Cabang III Nafiri Sion, Pendeta Roy Mairima yang juga sebagai Sekretaris Bidang II Pengurus AMGPM Daerah Buru Selatan berharap agar pada konfercab ke V dapat berjalan dengan baik dan melahirkan kepengurusan yang baru di Cabang tersebut.Mairima pun mengucapkan terima kasih atas partisipasi ketiga ranting bersama para Ketua Majelis Jemaat di Cabang III dalam mengikuti agenda Konfercab.
Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Pengurus Daerah yakni Sekretaris Bidang I Bung Stevano Kailola, Sekretaris Bidang IV Bung Rivano Latuwael dan Bendahara I Usi Yesda Pesiwarissa, ibadah pembukaan Konfercab dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat Sialale Pdt. S. Redjo.Hasil Konfercab ke V ini telah melahirkan Struktur Pengurus AMGPM Cabang III Nafiri Sion yakni:Ketua Cabang : Risat Liligoly.
Ketua Bidang 1 : Belson Nustelu.
Ketua Bidang 2 : Amelia Lesbatta.
Ketua Bidang 3 : Dedi Solissa.
Ketua Bidang 4 : Imanuel Liligoly.
Ketua Bidang 5 : Rido Waemesse.
Sekretaris Cabang : Stefen Nacikit.
Sekretaris Bidang 1 : Olivir Waemesse.
Sekretaris Bidang 2 : Handri Waemesse.
Sekretaris Bidang 3 : Silvia Lesbatta.
Sekretaris Bidang 4 : Kirana Ngutra.
Sekretaris Bidang 5 : Henok Lesbatta.
Bendahara Cabang : Mendeli Selsily.
Bendahara I : Natalia Lesbatta.
Bendahara II : Roni Laa.
Kepengurusan ini diharapkan mampu menata pelayanan sebagai pemuda Gereja yang terus mampu menjadi garam dan terang dunia di wilayah Cabang III Nafiri Sion maupun di luar wilayah Cabang III Nafiri Sion. (MC AMGPM Dabursel)Ibadah Natal yang dipimpin Pendeta Buce Lesnussa ini turut dihadiri Bupati Bursel, Safitri Malik Soulisa, Ketua Klasis Bursel, Pdt. Seles Hukunala, pengurus AMGPM Daerah Bursel, pengurus Cabang Se-daerah Bursel, pengurus dan potensi ranting yang ada di Kabupaten Bursel.
Adapun Pembacaan Alkitab terambil dari kitab Injil Yohanes pasal 15 : 14 & 15.
Ketua Daerah AMGPM Bursel Dominggus Seleky dalam pesan dan kesan Natal mengajak semua potensi AMGPM untuk selalu renda hati dan setia.
"Kita harus belajar dari cara bagaimana Allah merendahkan dirinya sama dengan manusia, hanya untuk mengajarkan kita arti pengorbanan, rendah hati dan setia. Untuk itu kita selaku manusia harus terus memuji dan memuliakan nama-Nya," ucap Seleky.
Menurutnya, kerendahan hati dan setia akan memberikan kekuatan tersendiri untuk menembus sekat dan tembok pemisah di antara kita manusia.
"Natal saat ini mengajarkan kita bahwa kesejahteraan dan kemakmuran hanya dapat kita peroleh jika tetap bersandar kepada Tuhan, dan dengan kasih-nya kita bisa saling bergandeng tangan, bahu-membahu memberikan pikiran-pikiran positif sebagai sumbangsih bagi pembangunan kabupaten Bursel," ujarnya.
Ketua Klasis Bursel, Pdt. Seles Hukunala pun berharap yang sama. Katanya, tawaran rendah hati itu menunjukan kualitas AMGPM dengan mencirikan jati diri dan gaya khas organisasi.
"Kita harus memberi ruang dan kesempatan untuk Allah mengintervensi ke dalam kehidupan kita sebab dengan pertolongan Tuhan kita akan mampu melaksanakan segala tugas dan tanggung jawab pelayanan kita," ucap Pdt. Seles Hukunala.
Dia menuturkan, dengan kesetiaan kita semua mampu mengkomunikasikan pesan pesan sosial yang mampu mengaplikasikan falsafah Kai Wait antara AMGPM dengan OKP/ ormas lain.
"Falsafah Kai Wait jika tidak dilakukan dengan setia dan rendah hati maka akan sia-sia semua kerja kita," terangnya.
Kesetiaan, harus menjadi sumber utama, baik dalam berprilaku maupun peran kita dalam pembangunan di Bursel.
"Tanpa kesetiaan, AMGPM tidak mampu berkontribusi bagi kabupaten Bursel, bangsa dan negara. Kita berdoa semoga kita semua bisa melewati tahun ini dan menjalani tahun baru dengan penuh sukacita," pungkasnya.
Sementara Bupati Bursel, Safitri Malik Soulisa menyampaikan bahwa saat ini Pemda sedang berusaha menerapkan prinsip hidup Kait Wait.
"Semua ini untuk menyatukan perbedaan supaya tidak ada lagi saling membenci. Kalaupun ada itu adalah serpihan-serpihan yang harus kita luruskan demi berkembangnya pembangunan kabupaten Bursel," kata Safitri.
Ia menambahkan, momen Natal harus dijadikan sebagai bagian dalam membentuk kapasitas kader, sehingga kader AMGPM memiliki kapasitas diri, mental dan spiritual yang siap dipakai dimana saja.
"Kader AMGPM harus siap dipakai dimana saja, bukan hanya tanggung jawab yang kecil namun juga tanggung jawab yang besar," papar Bupati.
Dalam kaitan dengan perayaan natal itu sendiri, Bupati mengajak seluruh kader AMGPM untuk melalui perayaan Natal secara baik dan tertib dengan beribadah di rumah, mengikuti protokol kesehatan dan menghindari aktivitas - aktifitas yang TIDAK menguntungkan.
"Bersama dengan pihak keamanan, kita harus turut menjaga ketertiban lingkungan sehingga hari Natal dapat berjalan secara baik dan penuh hikmat di setiap rumah ibadah," ajaknya.
Selain ibadah, AMGPM Daerah Bursel juga memberikan bingkisan natal bagi janda, duda dan anak yatim piatu serta masyarakat yang kurang mampu. (MC AMGPM Bursel)
Ibadah Natal ini berpusat di Gereja Jemaat PI Kilo 9 Ratawano. Turut hadir dalam Ibadah dan aksi Natal itu, Pengurus AMGPM Cabang I Talitakumi, Pendeta Jemaat PI, Pengurus dan anggota Ranting Tolot Lea, Majelis Pembina, Penyantun dan Pembina AMGPM Ranting Tolot Lea.
Ibadah Natal ini diwarnai dengan pembagian paket Snak bagi anak-anak dan paket sembako bagi belasan keluarga, serta ratusan pakaian layak pakai.
Guna memeriahkan ibadah Natal itu, AMGPM Ranting Tolot Lea turut menghadirkan Santa Clause, Zwarte Piet, Badut, Peri dan karakter lucu lainnya.
Ketua AMGPM Ranting Tolot Lea, Bearly Pattiasina dalam kesan dan pesan natalnya mengajak semua warga yang hadir untuk selalu bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk mengikuti Natal.
Katanya, dengan tema Natal yakni "Merayakan Natal Dengan Kerendahan Hati dan Setia" telah memberi isyarat kepada kita semua sebagai pemuda dan warga gereja untuk mempersembahkan kerendahan hati dan kesetiaan hanya kepada Tuhan Yesus sang kepala organisasi."Mari kita tetap berpegang teguh kepada firman Tuhan dalam Kisah Para Rasul 20:24 yang berbunyi
"Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah." kutipnya.
Disamping mengajak untuk terus merendahkan diri, Pattiasina juga meminta agar semua kader AMGPM Ranting Tolot Lea dan semua warga yang hadir terus menjadikan firman Tuhan sebagai sandaran hidup.
Diakhir pesannya, atas nama pengurus dan anggota AMGPM Ranting Tolot Lea, Pattiasina mengucapkan selamat merayakan Natal dan berterima kasih kepada pembina maupun penyantun yang sudah dengan setia dan sabar membimbing dan mendampingi AMGPM Ranting Tolot Lea dalam suka maupun duka.
"Selamat merayakan Natal, semoga Natal membawa sukacita dan berkat untuk katong samua. Kepada pembina dan penyantun yang sudah setia mendampingi kami, kami tidak bisa membalas tetapi kami yakin Tuhan Yesus yang punya pekerjaan ini akan membalasnya dengan berkat yang tidak berkesudahan," tandasnya.
"Terima kasih juga kepada teman-teman AMGPM Ranting Eklesia Dakota Ambon Yang telah membantu menyukseskan kegiatan PI AMGPM Ranting Tolo Lea, kiranya Tuhan Yesus sang Kepala Gereja dapat membalas dan selalu memberkati teman-teman dalam kerja dan pelayanan," tambahnya.
Ibadah Natal sekaligus berbagi kasih ini mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat adat di jemaat PI tersebut. Anak-anak sampai orang tua terlihat gembira dengan kehadiran AMGPM Ranting Tolot Lea. Ini pertama kali ada potensi AMGPM yang mau berbagi kasih Natal di dusun tersebut. (Red)
AMGPM Bursel
Kepada ketiga komposisi panitia dibacakan secara berurutan masing-masing Surat Keputusan oleh Sekretaris Cabang Bung Newlton Seleky dan kemudian dilantik oleh Ketua Cabang Bung Robby Tasidjawa.
Ibadah Cabang saat itu juga dihadiri oleh 7 Ranting yakni Ranting Ebenhaezer Waetina, Ranting Namrinat, Ranting Waekam, Ranting Ebraun, Ranting Tolot Lea, Ranting Muan Modan dan Ranting Waezoar beserta Pendeta dan Pimpinan Bakopel.
Adapun pengurus daerah yang hadir yakni Ketua Daerah Bung Dominggus Seleky, Ketua Bidang IV Bung Erens Tasidjawa dan Sekretaris Bidang I Bung Stevano Kailola.
Usai prosesi ibadah Cabang I Talitakumi, Pencanangan Ibadah Etnik serempak juga dicanangkan oleh Ketua Daerah AMGPM Bursel Dominggus Seleky.
Seleky dalam arahannya melalui pencanangan Ibadah Etnik yang terpusat di Cabang I Talitakumi ini dapat dilaksanakan oleh 8 Cabang dan 32 Ranting di wilayah pelayanan AMGPM Dabursel pada minggu ketiga bulan berjalan.
Seleky menyebutkan jika pencanangan ibadah bernuansa etnik merupakan program Pengurus Daerah yang telah disingkronkan dengan program Cabang I Talitakumi dan terintegrasi dengan konsep Gereja Protestan Maluku, yang telah ditetapkan pada Konferensi Daerah ke 12 di Cabang V Bethelem Leksula tanggal 18 April 2021 lalu.
Ketua Daerah berharap agar AMGPM pada semua jenjang baik Cabang maupun Ranting dapat bersinergi dengan Pimpinan Bakopel atau MJ maupun Ketua Majelis Jemaat dan Ketua Kring dimasing-masing wilayah pelayanan.
Ketua Daerah dalam arahannya juga menghimbau kepada seluruh Kader AMGPM Dabursel terkait euforia pada ivent sepakbola PIALA EURO maupun COPA AMERICA, bahwa :1. Mengajak seluruh Kader AMGPM Daerah Buru Selatan untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam mendukung Negara pilihannya.
2. Tidak melakukan ujaran kebencian (perkataan, perilaku, tulisan dan pertunjukan), yang terlalu berlebihan baik di sosial media maupun lingkungan sosial yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.
3. Saling mengingatkan Kader AMGPM agar tidak terjerumus pada tindakan atau aksi balap-balapan kendaraan yang membahayakan keselamatan diri atau orang lain saat berkonfoi kemenangan antar sesama suporter.