Namrole - Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang (MPPC) ke-15 AMGPM Cabang VII Eblalet resmi dibuka pada Minggu, 17 Mei 2026, bertempat di Ranting Nouthesya Grahwaen. Kegiatan tersebut menjadi forum penting organisasi dalam melakukan evaluasi pelayanan, konsolidasi organisasi, serta menetapkan arah program pelayanan untuk satu tahun pelayanan ke depan.
MPPC XV diikuti sebanyak 69 peserta yang terdiri dari 33 peserta biasa dan 36 peserta luar biasa dari delegasi enam ranting di wilayah pelayanan Cabang VII Eblalet. Agenda persidangan tersebut turut dihadiri unsur ex officio, para pembina ranting, serta pembina cabang di wilayah pelayanan Cabang VII Eblalet.
Turut hadir mendampingi Pengurus Daerah AMGPM Buru Selatan di antaranya Ketua Bidang I, Akoris Biloro, Ketua Bidang V, Temon Hukunala, serta Sekretaris Bidang I, Abraham Hukunala.
Pembukaan sidang dilakukan oleh Sekretaris Daerah AMGPM Buru Selatan, Pendeta. Yohanis Pattinasarany. Dalam arahannya, ia mengatakan bahwa MPPC merupakan amanat konstitusi organisasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga Pasal 17 sebagai lembaga legislatif tingkat cabang.
“MPPC memiliki tugas dan wewenang untuk mengevaluasi pelaksanaan program pelayanan, anggaran pendapatan dan belanja organisasi, serta menetapkan program pelayanan dan kebijakan organisasi untuk tahun pelayanan yang baru,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa forum MPPC tidak hanya dipandang sebagai agenda rutin organisasi, tetapi harus menjadi ruang evaluasi yang objektif, ruang komunikasi yang sehat, serta ruang pengambilan keputusan yang berpihak pada kepentingan pelayanan dan masa depan organisasi.“Seluruh peserta sidang diharapkan mengikuti proses persidangan dengan menjunjung tinggi etika organisasi, semangat persaudaraan, dan penghormatan terhadap mekanisme konstitusi AMGPM,” katanya.
Dalam forum tersebut, Pengurus Daerah juga mendorong agar program-program pelayanan yang ditetapkan benar-benar menjawab kebutuhan cabang dan ranting, disusun secara realistis, terukur, serta menyentuh kebutuhan kader dan jemaat.
“Perhatian terhadap pendidikan kader perlu terus ditingkatkan agar lahir kader AMGPM yang memahami konstitusi organisasi, nilai-nilai gereja, serta tanggung jawab pelayanan,” lanjutnya.Selain itu, pengembangan ekonomi kader juga menjadi perhatian bersama melalui pengelolaan kebun cabang dan kebun ranting sebagai bentuk pemberdayaan kader dan penguatan kemandirian organisasi.
“Cabang dan ranting perlu mulai memikirkan langkah-langkah strategis untuk membangun kemandirian ekonomi organisasi,” tambahnya.
Momentum MPPC XV juga dimaknai sebagai ruang konsolidasi organisasi, baik antara cabang dan ranting maupun secara internal Pengurus Cabang, termasuk dalam menghadapi dinamika organisasi dan proses Pergantian Antar Waktu atau PAW.
Pengurus Daerah turut menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan gereja, pemerintah, dan masyarakat sebagai mitra strategis dalam pelayanan organisasi pemuda gereja.
“Gereja harus tetap menjadi mitra utama dalam seluruh gerak pelayanan organisasi AMGPM,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Pengurus Daerah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada AMGPM Ranting Nouthesya selaku tuan rumah yang telah menerima dan melayani seluruh peserta dengan semangat pelayanan dan kebersamaan.
Dengan berlandaskan semangat pelayanan AMGPM serta tuntunan Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Organisasi, Musyawarah Pimpinan Paripurna Cabang ke-15 AMGPM Cabang VII Eblalet dapat berjalan aman dan tertib. (MC)


Tidak ada komentar: