Jesus

Chat Kami

Featured Post

Dari Gereja ke Polres, AMGPM Bursel Bawa Suara Moral: “Masih Adakah Keadilan di Negeri Ini?”

NAMROLE  - Langkah kaki kader Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) dari Gereja Immanuel Waenono menuju Mapolres Buru Selatan, Jumat...

All Info AMGPM

Berita Daerah AMGPM

Baca Juga

Syalom...

Berita Cabang AMGPM

Berita Ranting AMGPM


Pastori 2 Jemaat GPM Waemulang Ditahbiskan

Buru Selatan - Perjalanan pembangunan Pastori 2 menjadi bagian dari dinamika pelayanan Jemaat GPM Waemulang yang melibatkan umat dan berbagai pihak. Setelah melalui proses pembangunan sejak 28 Desember 2016 dan kembali digerakkan secara lebih intensif sejak 2023, Pastori 2 Jemaat GPM Waemulang, Klasis GPM Buru Selatan, akhirnya ditahbiskan dan diresmikan oleh Ketua Klasis GPM Buru Selatan, Pdt. Wendhel F. Lesbassa, M.Si., Kamis, 24 September 2026.


Prosesi pentahbisan dan peresmian tersebut disaksikan Bupati Buru Selatan, La Hamidi, SH. Ibadah pentahbisan dan peresmian dilayani Pdt. Ny. Adel Papasoka/W, Ketua Majelis Jemaat GPM Grahwaen. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Leksula, sejumlah pimpinan OPD Kabupaten Buru Selatan, para pendeta, umat Jemaat GPM Waemulang serta panitia pembangunan.


Pembangunan Pastori 2 berlangsung melalui keterlibatan warga jemaat dan dukungan berbagai pihak. Ketua Panitia Pembangunan Pastori 2, Yosephus Nustelu, menjelaskan bahwa pekerjaan pembangunan telah dimulai pada 28 Desember 2016 dan kembali digerakkan secara lebih intensif sejak 2023.


Dukungan warga Waemulang menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, sehingga pembangunan dapat diselesaikan hingga tahap pentahbisan dan peresmian.


"Berkat topangan anak negeri Waemulang dan semua pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Buru Selatan maka Pastori 2 ini bisa diresmikan hari ini,"kata Yosephus.


Atas dukungan tersebut, Yosephus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat sejak pembangunan dimulai hingga pelaksanaan pentahbisan dan peresmian.

*Pastori dalam Kehidupan Gereja*

Bagi Ketua Klasis GPM Buru Selatan, Pdt. Wendhel F. Lesbassa, M.Si., keberadaan pastori berkaitan langsung dengan kehidupan pelayanan gereja. Pastori merupakan barang milik gereja yang digunakan sebagai tempat tinggal pendeta bersama keluarganya sekaligus ruang menjalani tanggung jawab pelayanan di tengah jemaat.


"Di jemaat, pastori jemaat adalah tempat tinggal dan tempat bergumul seorang pendeta dalam jabatan sebagai Ketua Majelis atau Pdt Jemaat bersama rumah tangganya,"jelas Lesbassa.


Fungsi tersebut menempatkan pastori sebagai bagian dari kehidupan pastoral. Di dalamnya berlangsung kehidupan keluarga pendeta sekaligus berbagai pergumulan pelayanan yang berkaitan dengan kehidupan jemaat.


Pemahaman tentang fungsi pastori tersebut berkaitan dengan proses pembangunan Pastori 2. Warga Jemaat GPM Waemulang turut mengambil bagian dalam pekerjaan pembangunan, termasuk mereka yang memiliki keterampilan sebagai tukang.


Bagi Lesbassa, keterlibatan umat menunjukkan adanya prakarsa dan tanggung jawab bersama dalam kehidupan gereja.


"Pembangunan Pastori jemaat adalah bukti prakarsa umat dan pelayan di jemaat, bukti dari pergumulan umat dan pelayan di jemaat, bukti dari swadaya jemaat tanpa pamrih, bukti dari kesetiaan dan kecintaan kepada pelayanan gereja," ujarnya.


Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan jemaat dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki warga. Keterampilan, tenaga dan kepedulian umat menjadi bagian dari proses penyediaan fasilitas pelayanan gereja.

*Kerja Bersama dalam Pembangunan*

Proses pembangunan Pastori 2 juga memperlihatkan keterlibatan berbagai pihak. Jemaat bekerja bersama masyarakat dan pihak lain yang memberikan dukungan selama pembangunan berlangsung.


Lesbassa menjelaskan bahwa pengalaman tersebut menunjukkan pola kerja gereja yang bertumpu pada kebersamaan.


"Kita tidak bekerja sendiri. Tetapi kita bekerja bersama-sama, bekerja bersama sesama dan bekerja bersama Opolastala,"katanya.


Dukungan yang hadir selama pembangunan, menurut Lesbassa, merupakan bagian dari cara kerja Opolastala yang menggerakkan kepedulian orang-orang untuk membantu dan memberikan kemudahan dalam proses pembangunan.


"Cara kerja Opolastala itu semakin meyakinkan kita bahwa Tuhan itu baik. Ia baik kepada manusia dan seluruh ciptaan. Ia baik kepada Jemaat GPM Waemulang, Ia baik kepada gereja yang adalah milik kepunyaan-Nya," tutur Lesbassa.


Pengalaman pembangunan tersebut memperlihatkan hubungan antara partisipasi umat, dukungan berbagai pihak dan kehidupan pelayanan gereja. Proses penyediaan fasilitas pelayanan berlangsung melalui keterlibatan banyak unsur dengan peran masing-masing.


*Pastori sebagai Ruang Pelayanan*


Setelah ditahbiskan dan diresmikan, Pastori 2 digunakan untuk mendukung kehidupan pelayanan Jemaat GPM Waemulang. Bagi Lesbassa, fungsi tersebut perlu ditempatkan dalam kerangka pelayanan yang terbuka terhadap umat dan masyarakat.


Pastori menjadi ruang perjumpaan antara pendeta, umat dan masyarakat. Karena itu, kehidupan di dalamnya berkaitan dengan kesediaan untuk menerima, berbagi dan membangun komunikasi.


"Pastori adalah rumah (Huma) dimana segala egoisme harus ditinggalkan, digantikan dengan kesediaan berbagi, menerima, menyambut dan berdialog dengan siapapun yang datang," ujarnya.


Dalam konteks pelayanan, seorang pendeta perlu membuka ruang dialog dengan umat, memberikan bimbingan dan mendengarkan berbagai masukan. Pastori menjadi salah satu ruang yang mendukung proses tersebut.


*Pemerintah Apresiasi Keterlibatan Warga*


Bupati Buru Selatan, La Hamidi, SH., memberikan apresiasi terhadap warga Jemaat GPM Waemulang dan masyarakat Waemulang yang terlibat dalam pembangunan Pastori 2.


"Kami memberikan apresiasi kepada warga Jemaat dan masyarakat Waemulang yang secara sungguh-sungguh bekerja untuk mempersiapkan Pastori bagi hamba Tuhan yang melayani di sini," kata La Hamidi.


Dalam sambutannya, Bupati juga memberikan apresiasi terhadap perhatian anak-anak negeri Waemulang terhadap pembangunan jemaat. Ia menyebut adanya dinamika dan perbedaan pendapat selama proses pembangunan sebagai bagian dari perjalanan pekerjaan.


La Hamidi berharap Pastori 2 dapat memberikan kenyamanan bagi hamba Tuhan dalam menjalankan tugas pelayanan dan pembinaan iman umat.


Ia juga menempatkan pembangunan mental dan spiritual sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang perlu berjalan bersama pembangunan fisik.


"Selain pembangunan fisik, pembangunan mental dan spiritual umat juga penting dilakukan," ujarnya.


*Menjadi Bagian dari Pelayanan Jemaat*


Rangkaian pentahbisan dan peresmian Pastori 2 ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Klasis GPM Buru Selatan, Pdt. Wendhel F. Lesbassa, M.Si., dan Bupati Buru Selatan, La Hamidi, SH. Pengguntingan pita dilakukan oleh Ny. Oke Lesbassa/Saija.


Selain menjadi sarana pelayanan, Pastori 2 menjadi bagian dari kehidupan jemaat yang mempertemukan tugas pastoral, kehidupan umat dan semangat kebersamaan dalam membangun gereja.


"Bersukacitalah dan bersyukurlah, karena Opolastala da puna Gosat la kita hansiak." (W.L)

Syalom...

Redaksi

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Cari Website Ini


Cari Ayat Alkitab


Ketik kata atau ayat:

Alkitab Bahan

Berita Daerah AMGPM

Seputar AMGPM

Sering Di Baca

Total Pageviews

Site Archive